Skip to content
Asiadailies
Asiadailies

Daily update from Asia

  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Vietnam
  • Australia
Asiadailies

Daily update from Asia

Sandiaga Uno di Krakatau Industrial Business Gathering 2026: Saatnya Jadi First Mover, Bukan Wait and See

Sandiaga Uno di Krakatau Industrial Business Gathering 2026: Saatnya Jadi First Mover, Bukan Wait and See

Tim Editor, 24/01/2026

Jakarta (24/1) – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) menegaskan komitmennya dalam memperkuat posisi Kawasan Industri Krakatau sebagai episentrum pertumbuhan ekonomi nasional melalui gelaran Krakatau Industrial Business Gathering 2026. Langkah strategis ini diambil guna menangkap peluang investasi global dan mendorong transformasi kawasan menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

“Sebagai tuan
rumah kawasan industri, Krakatau Steel Group akan terus memberikan pelayanan
yang cepat, transparan, dan kemudahan berinvestasi bagi tenant dan investor.
Kolaborasi adalah kunci membangun kawasan industri yang kompetitif,” jelas Direktur Utama
Krakatau Steel, Dr.
Akbar Djohan pada sambutannya.

Optimisme Investasi dan
Momentum “First Mover”

Kehadiran Sandiaga Salahuddin Uno (Menteri
Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Periode 2020-2024) sebagai pembicara utama
memperkuat optimisme para tenant.
Dalam paparannya yang bertajuk “Peluang
Ekonomi, Investasi, dan Daya Saing Kawasan Industri”, ia memberikan
perspektif strategis mengenai arah kebijakan ekonomi dan peluang ekspansi
industri nasional pada tahun 2026.

Sandiaga menegaskan bahwa ekonomi Indonesia
tetap solid dengan pertumbuhan di atas 5
persen. Menurutnya, daya saing kawasan industri yang meningkat menjadi faktor
kunci yang membuka ruang investasi lebih luas.

“Kawasan industri adalah engine pertumbuhan
ekonomi nasional yang berkontribusi signifikan terhadap PDB, lapangan kerja,
dan ekspor nonmigas. Dengan kondisi PMI manufaktur yang ekspansif di tahun
2026, ini bukan
saatnya untuk wait and see, melainkan momen tepat menjadi first mover dalam berinvestasi,”
tegas Sandiaga.

Lebih
lanjut, ia menekankan bahwa masa depan kawasan industri terletak pada integrasi
konsep Special Economic Zone (SEZ) dan Green Economy. Dukungan energi
terbarukan, konektivitas logistik yang efisien, serta prinsip keberlanjutan
menjadi syarat mutlak untuk menarik minat investor global.

“Keberlanjutan
harus menjadi nilai tambah bisnis—doing good and profitable. Melalui inovasi,
adaptasi, dan kolaborasi, kawasan industri dapat bertransformasi menjadi
ekosistem unggulan yang tidak hanya menarik investasi berkualitas, tetapi juga
memperkuat basis ekspor nasional,” pungkasnya.

Ekspansi Global dan
Hilirisasi Industri 

Sejalan dengan pesan Presiden Republik
Indonesia pada World
Economic Forum 2026 di Davos mengenai pentingnya stabilitas
dan ekosistem industri yang kuat,
Krakatau Steel berkomitmen tidak hanya memperkuat bisnis inti baja, tetapi juga
membangun ekosistem industri terpadu yang berkelanjutan dan berdaya saing
global.

“Semangat Krakatau Steel untuk Go Global semakin
nyata. Setelah bermitra strategis dengan Korea Selatan dan Jepang, kini
investor asal Tiongkok telah bergabung membangun fasilitas bijih plastik di
Cilegon. Dalam waktu dekat, investasi pabrik EV Truck dan proyek strategis lainnya akan
segera menyusul,” ungkap Dr. Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai
Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman
Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA).

Transformasi Menuju Kawasan
Ekonomi Khusus (KEK) 

Forum
ini merupakan langkah strategis perusahaan dalam membangun ekosistem kawasan
industri yang berdaya saing, adaptif terhadap dinamika global, dan memperkuat
kolaborasi untuk menangkap peluang investasi baru.

Dr.
Akbar Djohan menambahkan, Krakatau Steel secara aktif mendorong transformasi
Kawasan Industri Krakatau menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Status KEK ini
diyakini akan memberikan insentif fiskal, kemudahan perpajakan, fasilitas
kepabeanan, serta penyederhanaan perizinan yang signifikan bagi investor.

Melalui
penguatan infrastruktur manufaktur terintegrasi ini, Krakatau Steel Group
berperan aktif mendukung agenda Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo
Subianto, sebagai upaya transformasi struktur ekonomi Indonesia yang lebih
produktif, inklusif, dan kompetitif di tingkat global.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Indonesia

Post navigation

Previous post
Next post

Recent Posts

  • Menguatkan Semangat Kemanusiaan, NHM Menerjunkan Tim ERT Bantu Warga Terdampak Gempa M7,7 di Manggarai NTT
  • Spasium Ungkap Alasan Banyak Sculpture Arsitektural Gagal Diwujudkan
  • Sambut HUT ke-81 RI, BRI BO Pantai Indah Kapuk Semarakkan Kantor dengan Dekorasi Nuansa Merah Putih
  • Perkenalkan Layanan KA YIA PSO, KAI Bandara Kembali Hadirkan “Teman Istimewa” Bersama Difabelzone
  • Harga Emas Masih Volatil, Dupoin Futures Soroti Risiko Koreksi XAU/USD

Recent Comments

  1. Karma Focken on BRI Branch Office Otista dan BRINS Serahkan Simbolis Klaim Asuransi kepada Nasabah Terdampak Kebakaran
  2. A WordPress Commenter on Hello world!

Archives

  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023

Categories

  • Australia
  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Uncategorized
  • Vietnam
©2026 Asiadailies | WordPress Theme by SuperbThemes