Skip to content
Asiadailies
Asiadailies

Daily update from Asia

  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Vietnam
  • Australia
Asiadailies

Daily update from Asia

Info Kesehatan : Skrining Bisa Cegah Thalassemia Sejak Dini

Info Kesehatan : Skrining Bisa Cegah Thalassemia Sejak Dini

Tim Editor, 24/09/2026

Thalassemia meski bersifat genetik, ternyata dapat dicegah melalui skrining sejak dini. Untuk itu, edukasi tentang thalassemia perlu terus digaungkan.

PURWOKERTO — Thalassemia meski bersifat genetik, tetapi dapat dicegah melalui skrining sejak dini. 

Edukasi tentang thalassemia perlu terus digaungkan. Sebab, berdasar penelitian, mayoritas masyarakat belum memiliki pengetahuan yang cukup tentang kelainan darah bawaan yang diturunkan secara genetik tersebut.

Hal itu tersebut terungkap dalam Seminar dan Kuliah Umum Interprofessional Education (IPE) bertajuk Thalassemia & Skrining Thalassemia dan Kesehatan Pra Nikah di Auditorium Ukhuwah Islamiyah Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) pada Kamis (17/9/2026). Kegiatan yang diinisiasi PT Prodia Widyahusada Tbk bersama UMP itu diikuti 1.000 mahasiswa dari berbagai jurusan. 

Selain seminar edukasi thalassemia, pada kesempatan tersebut Prodia melaksanakan pemeriksaan darah atau skrining thalassemia gratis terhadap ratusan mahasiswa UMP. Laboratorium diagnostik terbesar di Tanah Air itu menargetkan menskrining 1.000 mahasiswa dalam beberapa hari ke depan.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Banyumas, dr. Dani Esti Novia, yang mewakili Bupati Banyumas, Drs. H. Sadewo Tri Lastiono, M.M., Hadir pula Rektor UMP, Prof. Dr. Jebul Suroso, S.Kp., Ns., M.Kep. dan Finance & Sustainability Director PT Prodia Widyahusada Tbk, Marina Eka Amalia, S.H., M.H. 

Selain itu hadir Ketua III Yayasan Thalassemia Indonesia (YTI) Kabupaten Banyumas, Wahyono, S.IP.; Ketua Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalassemia Indonesia (POPTI) Kabupaten Banyumas, Siti Aminah, S.Pd., M.Pd., Ketua Perhimpunan Penyandang Thalasemia Indonesia (PPTI) Cabang Banyumas, Dinar Faiza, S.S., M.A.

Narasumber seminar yang merupakan dosen Fakultas Kedokteran UMP, Dr. dr. Dewi Karita, M.Sc., menjelaskan thalassemia merupakan penyakit genetik akibat gangguan pembentukan rantai globin pada hemoglobin. Karena bersifat genetik, deteksi dini menjadi salah satu langkah penting untuk mengetahui seseorang merupakan pembawa sifat thalassemia atau bukan.

“Ini bukan penyakit menular, ini penyakit genetik dan bisa dicegah. Saya pikir teman-teman punya kesadaran sehingga bisa melakukan deteksi thalassemia,” ujarnya.

Menurut Dewi, Banyumas termasuk wilayah dengan kasus thalassemia cukup tinggi. Data 2021 mencatat sekitar 450 pasien thalassemia dirawat. Sementara, sekitar 8% masyarakat merupakan pembawa sifat thalassemia.

Ia juga memaparkan penelitian terhadap 52 orang usia produktif dari kalangan nonkesehatan. Hasilnya, 61,5% memiliki pengetahuan kurang mengenai thalassemia, 28,8% cukup mengetahui, dan hanya 9,6% memiliki pengetahuan baik.

“Artinya, kita bisa mendapatkan gambaran bahwa masyarakat memang belum cukup mengetahui tentang thalassemia,” kata dia.

Generasi Muda

Narasumber seminar lainnya, Klinisi Patologi Klinik/Dokter Spesialis Imunologi Prof. Tonang Dwi Ardyanto, dr., SpPK, Subsp. IK(K), PhD, FISQua, CHAE., mengingatkan pembawa sifat thalassemia umumnya terlihat sehat sehingga kerap tidak menyadari kondisinya.

“Orangnya tidak kelihatan sakit, tidak berada di rumah sakit, tetapi sebetulnya dia membawa sifat thalassemia,” ujarnya.

Ia merujuk angka pembawa sifat di Banyumas yang dalam pemaparan sebelumnya disebut sekitar 8%. Dengan angka tersebut, menurutnya, di antara kelompok mahasiswa dalam jumlah besar sangat mungkin terdapat orang yang sebenarnya membawa sifat thalassemia tetapi tidak menyadarinya.

Kondisi tersebut membuat pemeriksaan menjadi penting. Menurut Tonang, seseorang tidak semestinya menunggu sampai menjelang pernikahan untuk mulai mencari tahu status pembawa sifat thalassemia.

“Maka itulah sebaiknya kita lakukan. Kalau mau menikah, atau sekarang sudah bersiap, untuk persiapan mari kita cek. Maksudnya, mengecek pembawa sifat thalassemianya,” ulas Tonang.

Finance & Sustainability Director PT Prodia Widyahusada Tbk, Marina Eka Amalia, mengatakan peningkatan kesadaran kesehatan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi. Keterlibatan mahasiswa dinilai penting karena kesadaran menjaga kesehatan perlu mulai dibangun sejak usia muda.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat bersama-sama mendorong generasi muda untuk semakin mengenal, memahami, dan menjaga kondisi kesehatannya sejak dini,” ujarnya.

Menurut Marina, kesadaran menjaga kesehatan semestinya dibangun sebelum muncul keluhan. Pengetahuan yang diperoleh mahasiswa juga diharapkan dapat diteruskan kepada keluarga dan lingkungan sekitar.

“Prodia ingin membantu generasi muda membangun kesadaran bahwa menjaga kesehatan dapat dimulai sejak dini. Pengetahuan ini juga diharapkan tidak berhenti pada individu masing-masing, tetapi dapat dibagikan kepada keluarga, sahabat, dan lingkungan sekitar,” lanjut Marina.

Rektor UMP, Prof. Dr. Jebul Suroso, mengatakan skrining tersebut memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mengetahui kondisi dan risiko kesehatannya lebih awal. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari perhatian kampus terhadap kesehatan mahasiswa.

“Bukan hanya menyiapkan calon profesional, tetapi UMP juga menyiapkan kehidupan kalian yang lebih sehat dan melahirkan generasi yang juga sehat,” kata dia.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, dr. Esti Novia, berharap 1.000 mahasiswa peserta tidak hanya memperoleh manfaat dari skrining, tetapi juga menjadi penyebar informasi mengenai pentingnya memahami thalassemia. “Saya ingin melihat seribu mahasiswa ini sebagai seribu orang yang membawa pulang pengetahuan dan kesadaran tentang thalassemia,” ujarnya.

Program edukasi dan skrining thalassemia Prodia telah berjalan sejak 2010. Tahun ini, Prodia menggandeng UMP dengan melibatkan 1.000 mahasiswa sebagai bagian dari program CSR yang berfokus pada edukasi, pencegahan, dan peningkatan kesadaran kesehatan masyarakat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Indonesia

Post navigation

Previous post
Next post

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA


Recent Posts

  • Celebrating a Decade of Innovation: TradingPRO’s Journey and Community-First Campaigns
  • SUCOFINDO Dorong Kepatuhan dan Kesiapsiagaan Industri Kimia Kalimantan Timur melalui Sosialisasi dan Coaching Clinic P2KDBK
  • Payday Jadi Momen Self-Reward, Bayar Lebih Hemat Pakai QRIS neobank
  • Malaysian YouTuber Changyong Named 2026 Tainan Tourism Ambassador, Showcasing the Historic City’s Culinary and Cultural Charm
  • Paylabs Hadirkan Soundbox on App di FEKDI x IFSE 2026, Perkuat Keamanan Transaksi QRIS

Recent Comments

  1. Norvin Tinambacan on Carziqo Expands Autonomous Delivery Operations With A-DS Series Rollout in Phoenix
  2. Karma Focken on BRI Branch Office Otista dan BRINS Serahkan Simbolis Klaim Asuransi kepada Nasabah Terdampak Kebakaran
  3. A WordPress Commenter on Hello world!

Archives

  • September 2026
  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023

Categories

  • Australia
  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Uncategorized
  • Vietnam
©2026 Asiadailies | WordPress Theme by SuperbThemes