Skip to content
Asiadailies
Asiadailies

Daily update from Asia

  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Vietnam
  • Australia
Asiadailies

Daily update from Asia

XAUUSD Berpotensi Bangkit, Dupoin Futures Waspadai Data NFP AS

XAUUSD Berpotensi Bangkit, Dupoin Futures Waspadai Data NFP AS

Tim Editor, 02/11/2026

Harga emas dunia berpeluang mengalami pemulihan pada perdagangan hari Senin (2/11/26) setelah melewati fase penurunan dan membentuk titik terendah baru. Analisis Dupoin Futures menunjukkan adanya potensi rebound dalam jangka pendek, meskipun pergerakan XAUUSD masih menghadapi tantangan dari ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat yang ketat. Selain itu, arah dolar AS dan rilis data ekonomi penting pekan ini akan menjadi faktor yang dapat memengaruhi pergerakan harga logam mulia.

Geraldo Kofit, analis Dupoin Futures, menjelaskan bahwa pergerakan emas pada timeframe empat jam (H4) memperlihatkan peluang pembentukan tren kenaikan sekunder setelah harga mengalami penurunan ke area US$3.890–US$3.869. Dalam pergerakan tersebut, XAUUSD telah membentuk swing low baru yang dapat menjadi titik awal bagi upaya pemulihan harga.

Peluang kenaikan juga terlihat dari indikator Stochastic yang telah memasuki area oversold atau jenuh jual. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan jual sebelumnya telah membawa harga ke wilayah yang berpotensi memicu reaksi beli. Meski demikian, Dupoin Futures mengingatkan bahwa sinyal jenuh jual tidak selalu berarti harga akan langsung berbalik arah. Konfirmasi dari pergerakan harga tetap diperlukan untuk memastikan apakah momentum pemulihan mulai menguat.

Dalam skenario teknikal yang disusun Dupoin Futures, harga emas berpeluang bergerak menuju resistance terdekat di US$3.976–US$4.002. Area tersebut menjadi sasaran kenaikan yang perlu diperhatikan setelah XAUUSD menyelesaikan fase pelemahan sebelumnya. Jika tekanan beli meningkat dan harga mampu bergerak naik secara konsisten, peluang pengujian terhadap zona resistance tersebut akan semakin terbuka.

Namun, potensi rebound emas masih dibayangi oleh sentimen fundamental yang cenderung membatasi penguatan. Berdasarkan rangkuman Reuters, pasar masih mempertimbangkan kemungkinan Federal Reserve (The Fed) kembali menaikkan suku bunga pada Desember. Ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi dapat meningkatkan daya tarik dolar AS dan mengurangi minat terhadap emas, mengingat logam mulia tidak memberikan imbal hasil bunga.

Selain prospek kebijakan The Fed, tekanan di pasar saham teknologi juga memengaruhi pergerakan emas. Penurunan saham teknologi sempat mendorong investor melepas sejumlah aset untuk memenuhi kebutuhan likuiditas. Dalam situasi tersebut, emas juga dapat mengalami tekanan jual ketika pelaku pasar membutuhkan dana atau melakukan penyesuaian portofolio.

Menurut analisis Dupoin Futures, perhatian pasar selanjutnya akan tertuju pada data ekonomi Amerika Serikat, terutama laporan Institute for Supply Management (ISM) dan Non-Farm Payrolls (NFP). Kedua indikator tersebut dapat memberikan gambaran mengenai kondisi aktivitas ekonomi dan pasar tenaga kerja AS, yang turut menjadi pertimbangan The Fed dalam menentukan arah kebijakan suku bunga.

Apabila data ekonomi menunjukkan pelemahan, ekspektasi kenaikan suku bunga berpotensi berkurang sehingga memberikan ruang bagi emas untuk kembali menguat. Sebaliknya, data yang lebih kuat dapat mempertahankan pandangan hawkish dan memperkuat dolar AS, sehingga membatasi peluang pemulihan XAUUSD.

Dengan mempertimbangkan faktor teknikal dan fundamental tersebut, Dupoin Futures menilai bahwa peluang rebound emas masih terbuka setelah terbentuknya swing low baru dan munculnya sinyal Stochastic oversold. Resistance US$3.976–US$4.002 menjadi area penting untuk mengukur kekuatan kenaikan berikutnya. Meski demikian, perkembangan data ekonomi AS, arah dolar, dan ekspektasi suku bunga tetap perlu dicermati karena berpotensi menentukan keberlanjutan pemulihan harga emas.

Analisis Dupoin Futures ini merupakan skenario pasar, bukan kepastian arah harga maupun rekomendasi transaksi. Perdagangan berjangka memiliki risiko kerugian yang signifikan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Indonesia

Post navigation

Previous post
Next post

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA


Recent Posts

  • Salurkan Kredit untuk Pedagang Sayur 24 Jam di Pasar Lontar Kramat Jaya, Bukti Nyata Dukungan BRI terhadap UMKM
  • Kaya Aset Belum Tentu Kaya Kas: Pelajaran Likuiditas dari Barang Mewah
  • Pertamina SMEXPO Regional Bekasi 2026 Hadirkan 50 UMKM dan Luncurkan Katalog Digital PFpreneur, Perluas Akses Pasar Produk Lokal
  • Peringati Hari Sumpah Pemuda, Linknet Tanam Ribuan Pohon Bersama Mahasiswa USU
  • Harga Minyak WTI Berpotensi Terkoreksi, Resistance US$104,84 Jadi Perhatian

Recent Comments

  1. Norvin Tinambacan on Carziqo Expands Autonomous Delivery Operations With A-DS Series Rollout in Phoenix
  2. Karma Focken on BRI Branch Office Otista dan BRINS Serahkan Simbolis Klaim Asuransi kepada Nasabah Terdampak Kebakaran
  3. A WordPress Commenter on Hello world!

Archives

  • November 2026
  • October 2026
  • September 2026
  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023

Categories

  • Australia
  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Uncategorized
  • Vietnam
©2026 Asiadailies | WordPress Theme by SuperbThemes