Skip to content
Asiadailies
Asiadailies

Daily update from Asia

  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Vietnam
  • Australia
Asiadailies

Daily update from Asia

Tren Bullish Emas Menguat, Target Kenaikan Dekati Rekor Tertinggi

Tren Bullish Emas Menguat, Target Kenaikan Dekati Rekor Tertinggi

Tim Editor, 15/01/2026

Harga emas global kembali memperlihatkan daya tahannya di tengah dinamika pasar yang penuh ketidakpastian. Pada perdagangan terbaru, XAU/USD berhasil melanjutkan penguatan dan bertahan di area sekitar $4.615 per troy ounce, mencatat kenaikan sekitar 0,65 persen. Pergerakan positif ini terjadi seiring melemahnya Dolar AS dan meningkatnya minat investor terhadap instrumen lindung nilai, meskipun tekanan dari sisi data inflasi Amerika Serikat masih membayangi arah kebijakan suku bunga The Fed.

Dari sudut pandang teknikal, analisĀ Dupoin Futures, Andy Nugraha menilai struktur pergerakan emas saat ini berada dalam fase yang sangat solid. Pola candlestick yang terbentuk, dikombinasikan dengan indikator Moving Average, menunjukkan bahwa tren bullish emas semakin matang. Harga mampu bergerak stabil di atas area rata-rata pergerakan penting, sebuah sinyal bahwa pembeli masih mendominasi pasar.

Jika momentum ini terus terjaga, Andy memperkirakan emas memiliki ruang untuk melanjutkan reli ke zona $4.650 sebagai target kenaikan terdekat. Namun demikian, ia juga menekankan pentingnya mewaspadai potensi koreksi, mengingat harga saat ini berada tidak jauh dari level tertingginya. Jika terjadi tekanan jual, area $4.565 diperkirakan akan menjadi titik tumpu utama yang dapat menahan penurunan lebih lanjut.

Dorongan utama kenaikan emas saat ini datang dari faktor geopolitik yang kembali memanas. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran menjadi perhatian pasar setelah Presiden Donald Trump mengeluarkan pernyataan keras terkait situasi di Iran. Langkah AS yang memindahkan personel militer dan pembatalan pertemuan diplomatik menambah kekhawatiran akan potensi eskalasi konflik. Dalam kondisi seperti ini, emas kembali berperan sebagai aset aman yang banyak diburu investor untuk melindungi nilai portofolio mereka dari risiko yang sulit diprediksi.

Isu lain yang turut mempengaruhi sentimen pasar adalah kekhawatiran terhadap independensi Federal Reserve. Ketua Fed Jerome Powell mengonfirmasi bahwa institusinya menerima surat panggilan dari Departemen Kehakiman terkait proyek renovasi besar-besaran kantor pusat Fed. Situasi ini memicu spekulasi bahwa tekanan politik terhadap bank sentral dapat meningkat, yang pada akhirnya menimbulkan ketidakpastian arah kebijakan moneter. Ketika kredibilitas dan independensi bank sentral dipertanyakan, emas biasanya diuntungkan karena dianggap sebagai aset yang bebas dari risiko kebijakan.

Di sisi makroekonomi, data AS memberikan gambaran yang tidak sepenuhnya satu arah. Penurunan tingkat pengangguran ke 4,4 persen, kenaikan harga produsen, serta lonjakan penjualan ritel menunjukkan bahwa ekonomi AS masih relatif tangguh. Kondisi ini dapat membuat The Fed mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, yang secara teori menekan emas. Namun pada praktiknya, pelemahan Dolar AS dan penurunan imbal hasil obligasi justru memberikan dukungan besar bagi logam mulia. Indeks Dolar yang turun ke sekitar 99 dan imbal hasil obligasi 10 tahun yang melemah ke kisaran 4,14 persen membuat emas menjadi lebih kompetitif dibandingkan aset berbunga.

Dengan latar belakang tersebut, Andy Nugraha menilai prospek emas masih berada di jalur positif. Selama tekanan terhadap Dolar AS berlanjut dan ketidakpastian global tetap tinggi, emas berpotensi mempertahankan tren naiknya. Bahkan, peluang untuk kembali menguji rekor harga tertinggi masih terbuka lebar dalam waktu dekat, menjadikan logam mulia ini tetap menarik bagi investor yang mencari perlindungan sekaligus peluang keuntungan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Indonesia

Post navigation

Previous post
Next post

Recent Posts

  • Telkom AI Connect Dorong Talenta Tak Sekadar Ikuti Tren, tapi Kuasai Problem Solving dengan AI
  • Pekan Halal Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Ekosistem Halal, Pendidikan, dan Gaya Hidup dalam Satu Ruang
  • Usaha Ikutan Bazar, Seberapa Efektif untuk Menambah Penjualan?
  • Bittime Dorong Kebiasaan Investasi di Hari Gajian Lewat PayDay GainDay
  • FLOQ and ASTER Signed MoU at Indonesia Blockchain Week 2026 to Expand Web3 Access in Indonesia

Recent Comments

  1. Karma Focken on BRI Branch Office Otista dan BRINS Serahkan Simbolis Klaim Asuransi kepada Nasabah Terdampak Kebakaran
  2. A WordPress Commenter on Hello world!

Archives

  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023

Categories

  • Australia
  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Uncategorized
  • Vietnam
©2026 Asiadailies | WordPress Theme by SuperbThemes