Skip to content
Asiadailies
Asiadailies

Daily update from Asia

  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Vietnam
  • Australia
Asiadailies

Daily update from Asia

Tigo Bawa Produksi Short Drama ke Level Baru: 100 Episode Bisa Dibuat dalam 1 Hari

Tigo Bawa Produksi Short Drama ke Level Baru: 100 Episode Bisa Dibuat dalam 1 Hari

Tim Editor, 21/08/202621/08/2026

Tigo resmi meluncurkan layanan “100 Episode Short Drama dalam 1 Hari” di Indonesia pada Agustus 2026 untuk membantu brand, UMKM, content entrepreneur, dan kreator individu memproduksi short drama dengan lebih cepat, terstruktur, dan dalam skala besar. Layanan ini hadir karena produksi short drama tradisional biasanya membutuhkan banyak tenaga profesional, waktu, serta biaya yang cukup besar. Melalui sistem berbasis artificial intelligence, Tigo mengintegrasikan proses pembuatan naskah, desain karakter, pembuatan adegan, visual video, voice-over, subtitle, hingga post-production dalam satu workflow. Dengan sistem produksi yang telah distandardisasi, Tigo menargetkan kapasitas hingga 100 episode dalam satu hari, sekaligus memungkinkan pengguna menguji lebih banyak ide cerita, karakter, dan genre untuk menyesuaikan konten dengan respons audiens di platform seperti TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts.

Platform produksi konten berbasis AI, Tigo, resmi meluncurkan layanan baru “100 Episode Short Drama dalam 1 Hari”. Layanan ini memanfaatkan artificial intelligence untuk membantu mempercepat proses produksi short drama, mulai dari pembuatan naskah, desain karakter, pembuatan adegan, visual video, voice-over, subtitle, hingga post-production.

Peluncuran ini menjadi bagian dari upaya Tigo membangun sistem produksi short drama yang lebih terstruktur dan dapat digunakan dalam skala besar.

Dalam produksi tradisional, pembuatan short drama biasanya melibatkan banyak tenaga profesional, seperti penulis naskah, sutradara, aktor, tim kamera, lighting, editor, hingga pengisi suara. Selain membutuhkan banyak sumber daya, proses tersebut juga membutuhkan waktu dan biaya produksi yang relatif besar.

Bagi UMKM, content entrepreneur, dan kreator individu, kondisi tersebut sering menjadi hambatan untuk menghasilkan konten secara konsisten.

Melalui workflow berbasis AI, Tigo mencoba menyederhanakan berbagai proses tersebut dalam satu sistem produksi. Berdasarkan genre, target audiens, dan kebutuhan platform, AI dapat membantu menyusun struktur cerita, hubungan antar-karakter, konflik utama, serta alur setiap episode.

Teknologi yang sama juga digunakan untuk membuat karakter dan berbagai latar cerita, mulai dari rumah, sekolah, kantor, perkotaan, hingga dunia futuristik. Setelah itu, visual dapat dikembangkan menjadi video dan dilengkapi dengan dialog, voice-over, subtitle, serta proses editing.

Dengan sistem produksi yang telah distandardisasi, Tigo menargetkan kapasitas produksi hingga 100 episode short drama dalam satu hari.

Menurut perusahaan, konsep tersebut bukan hanya bertujuan menghasilkan konten dalam jumlah besar. Produksi yang lebih cepat juga memungkinkan kreator dan brand melakukan pengujian terhadap berbagai ide cerita, karakter, dan genre untuk mengetahui jenis konten yang mendapatkan respons terbaik dari audiens.

Model produksi seperti ini dinilai semakin relevan di tengah berkembangnya platform short-form video seperti TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts. Di platform tersebut, konsistensi produksi menjadi salah satu faktor penting untuk mempertahankan perhatian audiens.

Tigo menyatakan layanan ini tidak hanya ditujukan untuk perusahaan film dan rumah produksi. Brand dapat memasukkan produk dan cerita merek ke dalam serial short drama, sehingga promosi dapat dikemas melalui storytelling dan tidak hanya berupa iklan langsung.

Bisnis lokal di sektor kuliner, kecantikan, pariwisata, dan pendidikan juga dapat memanfaatkan format short drama untuk membuat konten pemasaran. Sementara itu, kreator individu dapat menggunakan teknologi AI untuk mengembangkan karakter, cerita, serta intellectual property mereka sendiri.

Indonesia dinilai memiliki potensi besar untuk perkembangan AI short drama karena tingginya aktivitas masyarakat di media sosial dan semakin populernya video pendek, live streaming, e-commerce, serta konten berbasis cerita.

“Dulu, memproduksi 100 episode short drama berarti membutuhkan biaya untuk aktor, lokasi, sinematografi, sutradara, dan post-production dalam jumlah besar. AI sedang mendefinisikan ulang proses tersebut. Kami berharap ke depannya, seorang kreator biasa, sebuah usaha kecil, bahkan satu orang saja dapat memiliki kemampuan produksi yang sebelumnya hanya dimiliki perusahaan konten profesional,” ujar perwakilan Tigo.

Ke depan, Tigo akan terus mengembangkan konsistensi karakter AI, voice-over multibahasa, template short drama, product placement untuk brand, serta kemampuan produksi konten dalam skala besar. Dengan pengembangan tersebut, Tigo ingin membuat produksi short drama lebih mudah diakses oleh brand, UMKM, maupun kreator independen.

Tentang Tigo Ai

TIGO AI adalah platform pemasaran digital terintegrasi berbasis AI yang didirikan pada 2022 dan berfokus pada pengembangan ekosistem periklanan digital terdesentralisasi di Indonesia. Didukung investasi dari konsorsium Singapura, TIGO AI menggabungkan teknologi kreatif AIGC yang disesuaikan dengan bahasa dan budaya Indonesia, jaringan lebih dari satu juta kreator, serta sistem pelacakan data konversi end-to-end. Melalui konsep Marketing as a Service (MaaS), platform ini menghubungkan brand, kreator, dan konsumen dalam satu ekosistem untuk membantu pelaku usaha menjalankan pemasaran yang lebih efisien, terukur, dan berorientasi pada pertumbuhan bisnis.

Industri: Internet & AI Marketing Technology
Didirikan: 2022
Fokus: AI Marketing • AIGC • Creator Network • Digital Advertising • MaaS Wilayah Utama: Indonesia & Asia Tenggara

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Indonesia

Post navigation

Previous post
Next post

Recent Posts

  • Beyond Investment: Why Kuala Lumpur Is Becoming a City to Live, Learn, Build and Belong
  • MEDIA ALERT: RECAP OF TODAY’S HIGHLIGHTS — PURANA 17: RENJANA PERCA, Friday, August 21, 2026
  • Rapid test breakthrough could transform iron treatment worldwide
  • PTPP Raih Proyek Lanjutan Revitalisasi Terminal 1A Bandara Soekarno-Hatta Senilai Rp1,19 Triliun
  • KAI Daop 2 Bandung Bergerak Cepat Lengkapi Baut dan Perbaiki Papan Jembatan Cirahong Untuk Keselamatan

Recent Comments

  1. Karma Focken on BRI Branch Office Otista dan BRINS Serahkan Simbolis Klaim Asuransi kepada Nasabah Terdampak Kebakaran
  2. A WordPress Commenter on Hello world!

Archives

  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023

Categories

  • Australia
  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Uncategorized
  • Vietnam
©2026 Asiadailies | WordPress Theme by SuperbThemes