Skip to content
Asiadailies
Asiadailies

Daily update from Asia

  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Vietnam
  • Australia
Asiadailies

Daily update from Asia

Strategi Marketing Properti Canggih: Bagaimana Azhari Husni Membangun Jaringan Emak-Emak Jual Properti

Strategi Marketing Properti Canggih: Bagaimana Azhari Husni Membangun Jaringan Emak-Emak Jual Properti

Tim Editor, 23/07/202512/08/2026

Di tengah persaingan dunia properti yang makin padat, satu pendekatan unik ini justru mencuri perhatian: mengubah media sosial dan jaringan emak-emak menjadi mesin penjualan real estate.
Adalah Azhari Husni, developer properti aktif di Jabodetabek, yang berhasil membuktikan bahwa strategi pemasaran tak lagi harus mahal, rumit, atau bergantung pada tim sales berjas dan ruangan ber-AC. Melalui sistem yang ia bangun, Azhari menjadikan para ibu rumah tangga sebagai kekuatan pemasaran baru melalui sistem marketing berbasis afiliator.

Krisis, Kerugian, dan Lahirnya Model Distribusi Alternatif

Berawal dari tahun 2016, saat perusahaannya merugi karena mengambil alih proyek mangkrak, Azhari sadar bahwa pendekatan penjualan konvensional punya batas. Di era digital dan ekonomi tak menentu, ia butuh sistem distribusi yang: 1) Fleksibel secara waktu dan tempat, 2) Tidak membebani perusahaan dengan fixed cost, 3) Mampu menjangkau pasar mikro yang tersembunyi

Dari situlah lahir ide: membuka kanal distribusi properti yang bisa dijalankan siapa pun, bahkan dari rumah, bahkan tanpa latar belakang properti. Ketika kemudian opsi distribusi ini dibuka, justru peminat terbanyak datang dari kalangan ibu rumah tangga.

Emak-Emak Sebagai Channel, Bukan Sekadar Mitra

Alih-alih memosisikan ibu rumah tangga sebagai “alternatif terakhir,” Azhari melihat mereka sebagai saluran distribusi utama yang sangat kuat. Mereka aktif di grup WhatsApp, punya jaringan organik, dan terbiasa dengan komunikasi interpersonal yang hangat dan meyakinkan.

Ia pun membangun sistem berbasis affiliate-style marketing untuk properti:

1) Semua materi marketing disiapkan (caption, gambar, video)

2) Dibagikan lewat satu kanal Telegram

4) Tim pusat menangani semua follow-up dan closing

5) Komisi langsung cair ke mitra setelah transaksi selesai

Dengan sistem ini, para ibu rumah tangga cukup menjadi penyambung informasi yang otentik dan hasilnya ternyata sangat memuaskan; banyak dari mereka menjual 2–3 unit properti per bulan.

Ekosistem Edukasi dan Peningkatan Kapabilitas

Tidak berhenti di distribusi konten, Azhari menambahkan lapisan edukasi untuk memperkuat sistem: Kelas Meta Ads dan TikTok Ads, Strategi konten naratif, Copywriting dan cara bangun trust online.

Sebagian besar mitra, seperti, Ima yang awalnya hanya broadcast di WhatsApp, kini sudah paham dasar-dasar digital marketing dan memperluas pasar mereka ke komunitas online.

Dengan ini, Azhari tidak hanya menciptakan jaringan penjualan, tapi ekosistem belajar yang berkembang dari waktu ke waktu.

Adaptif, Berbasis Komunitas, dan Efisien

Yang membuat sistem ini kuat bukan hanya efisiensinya, tetapi juga fleksibilitasnya. Azhari tidak mendikte metode penjualan. Ada yang tetap offline, ada yang full online, dan ada yang mengandalkan rekomendasi dari komunitas lokal seperti pengajian atau arisan.

Ia menciptakan kerangka kerja yang adaptif terhadap behavior sosial, bukan sekadar mengejar angka klik.

Hasilnya? Bahkan mitra di luar kota seperti Tulungagung dan Tasikmalaya pun bisa closing berkali-kali. Salah satu di antaranya bahkan sudah mampu membeli rumah sendiri dari hasil komisi properti.

Marketing Tanpa Gedung, Tapi Punya Jangkauan Nasional

Model ini membalik logika pemasaran lama: bukan dari atas ke bawah, tapi dari komunitas ke market. Bukan dengan billboard, tapi dengan trust. Bukan dengan showroom megah, tapi dengan cerita nyata di status WA.

Bagi Azhari, keberhasilan sistem ini bukan soal siapa yang menjual, tapi bagaimana sistem memungkinkan siapa saja menjual.

Marketing properti bukan harus elite, tapi harus tepat guna.

Dan hari ini, para ibu rumah tangga membuktikan bahwa jika dibekali alat dan arah yang jelas, mereka bisa jadi channel distribusi paling powerful di industri ini—bukan karena murah, tapi karena punya nilai percaya yang tinggi.

Indonesia

Post navigation

Previous post
Next post

Recent Posts

  • Zeinab Harake Parks Brings Fun to Kadayawan 2026 as Casino Plus Draws Nearly 2,000 Revelers to Davao Whisky Park
  • Idesia by P.A. Properties Hankyu Hanshin wins three major titles at the 14th PropertyGuru Philippines Property Awards
  • Grand Indonesia – PURANA 17 “Renjana Perca” Ditutup Anggun dengan Peluncuran PURANA KIDS SS27: Hadirkan Perpaduan Motif Purana x Afganial dan Regal Bloom
  • Philippine Poultry Show & ILDEX Philippines 2026 Spotlights Growth Opportunities in the Philippine Livestock and Poultry Market
  • GTBA, Metrobank, ONEKLIK Team Up for Travel Sale Expo 2026

Recent Comments

  1. Karma Focken on BRI Branch Office Otista dan BRINS Serahkan Simbolis Klaim Asuransi kepada Nasabah Terdampak Kebakaran
  2. A WordPress Commenter on Hello world!

Archives

  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023

Categories

  • Australia
  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Uncategorized
  • Vietnam
©2026 Asiadailies | WordPress Theme by SuperbThemes