Skip to content
Asiadailies
Asiadailies

Daily update from Asia

  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Vietnam
  • Australia
Asiadailies

Daily update from Asia

Photogrammetry Drone: Mengubah Foto Udara Menjadi Peta dan Model 3D yang Akurat

Photogrammetry Drone: Mengubah Foto Udara Menjadi Peta dan Model 3D yang Akurat

Tim Editor, 16/09/2026

Photogrammetry drone menyusun model tiga dimensi dan orthomosaic dari ribuan foto udara. Hasilnya menjadi dasar pemetaan, perhitungan volume, dan pemantauan progres pada konstruksi, pertambangan, dan drone survey infrastruktur.

Photogrammetry adalah teknik mengubah foto menjadi ukuran. Dengan drone, kamera merekam permukaan dari udara dengan tumpang tindih foto yang tinggi, lalu perangkat lunak menyatukan titik-titik yang sama menjadi point cloud dan model tiga dimensi berskala. Produk akhirnya berupa orthomosaic, digital surface model, digital terrain model, dan model bertekstur yang siap dianalisis.

Akurasi ditentukan oleh beberapa faktor teknis. GSD atau ground sample distance menentukan detail per piksel, dan dipengaruhi ketinggian terbang serta resolusi sensor. Overlap juga penting. DJI menggunakan front overlap 75 persen dan side overlap 55 persen pada misi pemetaan Zenmuse P1. Semakin tinggi overlap, semakin rapat point cloud yang dihasilkan, dengan konsekuensi waktu terbang dan volume data yang lebih besar.

Pemilihan perangkat menyesuaikan kebutuhan. DJI Matrice 400 + DJI Zenmuse P1 memakai sensor full-frame 35,9 x 24 mm beresolusi 45 MP dan terdaftar sebagai payload resmi DJI Matrice 400, sehingga akurasi dan cakupannya dapat diverifikasi. Untuk area yang lebih ringkas, DJI Matrice 4E menggabungkan kamera dan RTK dalam satu unit. Untuk pemetaan berulang dan terjadwal, DJI Dock 3 dengan DJI Matrice 4D memungkinkan misi otomatis. Pada sisi pengolahan, DJI Terra memproses foto udara menjadi model 2D dan 3D, orthomosaic, serta peta kontur, sedangkan Terrasolid menangani klasifikasi point cloud saat data foto digabung dengan LiDAR.

Photogrammetry unggul pada tekstur dan orthomosaic yang detail, sementara LiDAR unggul di area bervegetasi karena menembus sela dedaunan. Keduanya sering dipakai berdampingan. Penerapannya luas, mulai dari pemantauan progres dan perhitungan volume di konstruksi dan pertambangan, hingga dokumentasi jalan dan jembatan pada solusi drone untuk survey dan pemetaan Halo Robotics.

Selengkapnya: https://halorobotics.com/photogrammetry-drone-cara-kerja-implementasi/

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Indonesia

Post navigation

Previous post
Next post

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA


Recent Posts

  • Gold Bars or Gold Dinar? Abdul Razak Gold House Breaks Down What Malaysian Investors Should Know
  • “School Trip: Joined a Group I’m Not Close To” ซีซัน 2 กำลังจะมา! ย้อนดู ซีซัน 1 แบบมาราธอน
  • Photogrammetry Drone: Mengubah Foto Udara Menjadi Peta dan Model 3D yang Akurat
  • Dupoin Futures Resmi Pindah Alamat Kantor
  • XAUUSD Berpeluang Menguat Hari Ini, Dupoin Futures Cermati Level 4.277

Recent Comments

  1. Karma Focken on BRI Branch Office Otista dan BRINS Serahkan Simbolis Klaim Asuransi kepada Nasabah Terdampak Kebakaran
  2. A WordPress Commenter on Hello world!

Archives

  • September 2026
  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023

Categories

  • Australia
  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Uncategorized
  • Vietnam
©2026 Asiadailies | WordPress Theme by SuperbThemes