Skip to content
Asiadailies
Asiadailies

Daily update from Asia

  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Vietnam
  • Australia
Asiadailies

Daily update from Asia

Pentingnya Menjaga Eksistensi Industri Mineral, Ini Buktinya

Pentingnya Menjaga Eksistensi Industri Mineral, Ini Buktinya

Tim Editor, 16/04/2026

JAKARTA – Industri pertambangan tak hanya berkutat pada kegiatan ekstraktif, melainkan juga melibatkan banyak pihak untuk menciptakan nilai tambah dari komoditas sumber daya alam. Peran tersebut mencakup proses hilirisasi hingga pemanfaatan hasil tambang bagi kebutuhan manusia secara luas.

Sebagian besar perusahaan tambang di Indonesia saat ini, seperti yang berada di bawah kendali negara melalui Holding Industri Pertambangan MIND ID. Kehadiran MIND ID menjadi representasi peran negara dalam mengelola kekayaan alam nasional agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar. Di bawah naungannya, terdapat sejumlah perusahaan dengan beragam komoditas strategis.

Aneka Tambang Tbk (ANTM) misalnya, bergerak di bidang eksplorasi hingga pemasaran nikel, emas, perak, dan bauksit. Bukit Asam Tbk (PTBA) fokus pada pertambangan batu bara mulai dari eksplorasi hingga pengolahan.

Freeport Indonesia (PTFI) mengelola tambang tembaga, emas, dan perak di Papua dari hulu hingga pengolahan. Sementara itu, Inalum berfokus pada peleburan serta hilirisasi aluminium sebagai bagian dari penguatan industri logam nasional.

Timah (TINS) menjalankan bisnis pertambangan timah dari eksplorasi hingga pengolahan logam. Adapun Vale Indonesia (INCO) bergerak di sektor pertambangan dan pengolahan nikel.

Meski demikian, sejumlah perusahaan tambang juga dimiliki oleh pihak swasta yang turut berperan dalam ekosistem industri ini. Industri nikel Indonesia juga didominasi oleh konsorsium dan perusahaan asal China yang menguasai sekitar 75% kapasitas peleburan.

Perusahaan-perusahaan tersebut terkonsentrasi di kawasan industri besar seperti Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) dan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP).

IMIP merupakan perusahaan patungan antara Tsingshan Steel Holding dari China dan PT Bintang Delapan Mineral dari Indonesia. Sementara IWIP dioperasikan melalui PT Weda Bay Nickel dengan komposisi saham yang melibatkan Tsingshan Group, Eramet dari Prancis, serta Antam dengan porsi minoritas.

Di sektor batu bara, kepemilikan perusahaan cenderung tersebar di tangan konglomerat lokal dengan jaringan bisnis yang luas. Nama-nama besar tersebut telah lama dikenal dengan gurita bisnisnya di industri batu bara nasional.

Sebut saja, PT Bumi Resources Tbk berada di bawah kendali Grup Bakrie. Lalu, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dikendalikan oleh Garibaldi Thohir usai spin off dari induk usahanya, Alamtri Resources Indonesia (ADRO).

Tak Ketinggalan, PT Bayan Resources Tbk dipimpin oleh Low Tuck Kwong yang dikenal sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia. Sementara Sinar Mas Mining dimiliki keluarga Widjaja.

Pengamat Ekonomi Energi Universitas Padjadjaran Yayan Satyakti menilai Indonesia masih cenderung sudah sangat baik pada sektor hulu karena dinilai lebih mudah dan murah secara investasi.

Menurutnya, model ini membuat Indonesia cukup menjual sumber daya mentah tanpa perlu pengolahan lanjutan yang kompleks. Namun dia berpendapat, Indonesia memiliki potensi pengembangan industri pertambangan yang bernilai tambah lebih baik.

“Sebetulnya Indonesia itu memiliki harapan bahwa kita tidak hanya mengembangkan dari sisi upstream ya ataupun hulu,” pungkas Yayan.

Yayan pun mencontohkan bagaimana China melakukan pemanfaatan terhadap sumber daya alamnya. Negeri Tirai Bambu melakukan pengembangan yang mencakup sektor industri strategis seperti pertahanan, teknologi, hingga energi terbarukan termasuk kendaraan listrik.

Yayan juga menyoroti bahwa pemanfaatan mineral dan mineral kritis di Indonesia masih dapat dikembangkan lebih lanjut. Dengan begitu, potensi hilirisasi dan industri dapat lebih berdampak kepada perekonomian nasional.

Pada akhirnya, menjaga eksistensi industri mineral bukan sekadar mempertahankan aktivitas eksploitasi sumber daya alam, melainkan memastikan kekayaan alam Indonesia dikelola secara bijak, bernilai tambah tinggi, dan mampu menjadi fondasi kuat bagi kemandirian ekonomi serta kemajuan peradaban masa depan Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Indonesia

Post navigation

Previous post
Next post

Recent Posts

  • จากไอดอลสู่ First Face: โมเมนต์แฟชั่นของ Dylan เพิ่งเริ่มต้นเท่านั้น
  • DO LONG เปิดบทใหม่ของแฟชั่นเจ้าสาว กับ The Prime บนเวที Vietnam Wedding Week 2026
  • Luu Viet Anh ถ่ายทอดความทรงจำทางวัฒนธรรม สู่เรื่องราวแฟชั่นเจ้าสาวร่วมสมัยบนเวที Vietnam Wedding Week 2026
  • 3 มุมมองเติมเต็ม “The Love City” วันที่สองของ Vietnam Wedding Week 2026 กับเสน่ห์ ความเท่ของแฟชั่นบุรุษ และความโรแมนติกในแบบของตัวเอง
  • 4 ดีไซเนอร์ 4 โลกแห่งความสร้างสรรค์ เปิดวันแรกของ Vietnam Wedding Week 2026

Recent Comments

  1. Karma Focken on BRI Branch Office Otista dan BRINS Serahkan Simbolis Klaim Asuransi kepada Nasabah Terdampak Kebakaran
  2. A WordPress Commenter on Hello world!

Archives

  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023

Categories

  • Australia
  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Uncategorized
  • Vietnam
©2026 Asiadailies | WordPress Theme by SuperbThemes