Skip to content
Asiadailies
Asiadailies

Daily update from Asia

  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Vietnam
  • Australia
Asiadailies

Daily update from Asia

Penggunaan AI Tembus 45 Miliar Sesi per Bulan, Cara Konsumen Cari Informasi Mulai Berubah

Penggunaan AI Tembus 45 Miliar Sesi per Bulan, Cara Konsumen Cari Informasi Mulai Berubah

Tim Editor, 09/07/2026

Penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk mencari dan mengakses informasi terus meningkat. Perkembangan ini mulai mengubah cara konsumen menemukan jawaban, dari yang sebelumnya mengandalkan pencarian melalui berbagai situs web, menjadi langsung berinteraksi dengan sistem AI yang mampu merangkum informasi secara instan.

Perubahan tersebut terlihat dari riset terbaru Graphite yang menunjukkan bahwa volume sesi penggunaan AI secara global kini telah mencapai sekitar 56 persen dari ukuran aktivitas mesin pencari dunia. Dari jumlah tersebut, sekitar 28 persen secara langsung berkaitan dengan kebutuhan pencarian informasi, sementara ChatGPT sendiri diperkirakan telah mewakili sekitar 20 persen aktivitas pencarian berbasis pertanyaan secara global.

Data yang sama juga menunjukkan bahwa penggunaan AI telah mencapai sekitar 45 miliar sesi per bulan, dengan mayoritas aktivitas dilakukan melalui perangkat mobile. Kondisi ini mencerminkan semakin besarnya peran AI dalam kehidupan digital sehari-hari, termasuk dalam proses pencarian dan konsumsi informasi.

Seiring dengan meningkatnya adopsi AI, perilaku pengguna internet pun mulai berubah. Jika sebelumnya pengguna terbiasa membuka banyak halaman untuk membandingkan informasi dari berbagai sumber, kini mereka semakin mengandalkan jawaban yang telah dirangkum dan disajikan secara langsung oleh sistem AI.

Perubahan ini turut memengaruhi cara brand membangun visibilitas digital. Ketika pengguna memperoleh jawaban langsung dari AI, keberadaan sebuah brand tidak lagi hanya ditentukan oleh posisinya di mesin pencari atau jumlah kunjungan ke website.

Menurut Avonetiq, perusahaan yang berfokus pada penguatan otoritas dan visibilitas brand di era AI, fenomena tersebut menandai pergeseran penting dalam lanskap digital. Visibilitas kini semakin ditentukan oleh kemampuan sebuah brand untuk dikenali, dipahami, dan dipercaya oleh sistem AI saat menghasilkan jawaban bagi pengguna.

“Ketika AI menjadi titik awal dalam pencarian informasi, brand tidak lagi hanya bersaing untuk mendapatkan klik. Mereka harus memastikan informasi tentang bisnisnya cukup jelas, konsisten, dan kredibel sehingga layak dijadikan referensi oleh sistem AI,” ujar Alexandro Wibowo, Partner Avonetiq.

Berbeda dengan mesin pencari tradisional yang menampilkan daftar tautan, sistem AI bekerja dengan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber, mengevaluasi relevansinya, lalu menyusun jawaban yang dianggap paling membantu bagi pengguna. Dalam proses tersebut, kualitas dan konsistensi jejak digital menjadi faktor yang semakin penting.

Karena itu, banyak perusahaan mulai mengevaluasi kembali strategi visibilitas digital mereka. Tidak cukup hanya memiliki website atau menghasilkan konten dalam jumlah besar, tetapi juga memastikan informasi mengenai brand tersedia secara konsisten di berbagai kanal dan dapat divalidasi oleh sumber-sumber terpercaya.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Avonetiq mengembangkan AVO AI, platform yang membantu perusahaan memahami bagaimana brand mereka dipersepsikan oleh berbagai sistem AI, mengidentifikasi kesenjangan informasi, serta menemukan peluang untuk meningkatkan visibilitas dan otoritas digital.

Melalui analisis berbasis AI, platform ini membantu perusahaan memantau representasi brand dalam berbagai sistem AI, mengidentifikasi kesenjangan informasi, serta memberikan rekomendasi untuk memperkuat otoritas digital agar lebih mudah dikenali dan dipercaya.

“Banyak perusahaan masih mengukur visibilitas digital dari traffic dan peringkat pencarian. Padahal, di era AI, pertanyaan yang lebih penting adalah apakah brand kita muncul ketika pengguna meminta rekomendasi atau mencari informasi melalui AI. Karena itu, fokusnya tidak lagi sekadar get found, tetapi get chosen, yaitu menjadi jawaban yang dipilih ketika AI membantu pengguna mengambil keputusan,” tambah Alexandro.

Dengan penggunaan AI yang terus meningkat dalam aktivitas pencarian, perusahaan didorong untuk memahami perubahan perilaku konsumen yang sedang berlangsung. Tantangan ke depan bukan lagi sekadar bagaimana ditemukan di internet, tetapi bagaimana memastikan brand tetap relevan ketika AI semakin berperan sebagai sumber jawaban utama bagi pengguna.

Informasi lebih lanjut mengenai AVO AI dapat diakses melalui getavo.ai.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Indonesia

Post navigation

Previous post
Next post

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA


Recent Posts

  • Keistimewa Hari Kebangsaan: Gabungan Cita Rasa Malaysia bersama Produk Premium Latvia dan Greece
  • Selesaikan Project FS 10 ECRL Malaysia, PLN NPC Lengkapi Keberhasilan Proyek Global Pertama
  • Dwi Andi Rohmatika (DA) Rampungkan Training Finance for Non Finance Manager, Perkuat Kapasitas 37 Profesional di PT Gawih Jaya dengan Sistem Terintegrasi AI
  • Telkom AI Center Malang Dukung Pengembangan Skill Digital melalui Vibe Design with Canva AI
  • Sosialisasi Pertama MediaMIND 2026, Informasi Kontribusi Pertambangan Perlu Ditingkatkan

Recent Comments

  1. Karma Focken on BRI Branch Office Otista dan BRINS Serahkan Simbolis Klaim Asuransi kepada Nasabah Terdampak Kebakaran
  2. A WordPress Commenter on Hello world!

Archives

  • September 2026
  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023

Categories

  • Australia
  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Uncategorized
  • Vietnam
©2026 Asiadailies | WordPress Theme by SuperbThemes