Skip to content
Asiadailies
Asiadailies

Daily update from Asia

  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Vietnam
  • Australia
Asiadailies

Daily update from Asia

Penasaran Lihat Maggot, Booth MINERALive MIND ID Jadi Inspirasi Ekonomi Sirkular di INVIROTECH 2026

Tim Editor, 14/06/2026

JAKARTA — Area booth MIND ID MINERALive dipadati pengunjung selama gelaran INVIROTECH 2026 di Jakarta Convention Center, Sabtu (13/6/2026).

Di bawah instalasi langit-langit berbentuk awan yang menaungi seluruh area booth, puluhan orang berkerumun. Sebagian mengabadikan momen dengan ponsel, sebagian lain mengantre untuk melihat lebih dekat setiap showcasing pengelolaan sampah terintegrasi yang ditampilkan oleh MIND ID.

Bukan tanpa alasan, booth MINERALive menghadirkan sesuatu yang jarang ditemui pengunjung pameran pada umumnya, yakni pengolahan sampah organik berbasis maggot yang bisa dilihat dan dipelajari langsung, demonstrasi pengelolaan sampah plastik, hingga teknologi 3D printer yang mengubah limbah nonorganik menjadi produk kreatif bernilai.

Di tengah keramaian itu, Dwi Agus berdiri mengamati dengan saksama. Sebagai Praktisi Bank Sampah Induk di bilangan Bekasi, ia datang bukan sekadar untuk melihat-lihat.

“Jadi lumayan inspiratif bagi saya, supaya Bank Sampah kami bisa meraih seperti ini,” ujar Dwi Agus, Sabtu (13/6/2026).

Ia mengaku, sebagian dari apa yang ditampilkan di booth ini sebenarnya sudah mulai diterapkan di komunitasnya, terutama pengolahan sampah organik menggunakan maggot.

Dia menyampaikan, untuk sampah plastik, pengelolaan di tempatnya masih sebatas pemilahan sebelum diserahkan kepada offtaker. Melihat bagaimana MIND ID mengintegrasikan seluruh proses dalam satu rangkaian, ia mulai membayangkan potensi pengembangan yang lebih besar untuk Bank Sampah yang ia kelola.

“Kalau ada 10 ribu warga yang rutin menabung sampah, dan hasilnya masuk ke koperasi, maka ekonomi sirkular bisa berjalan. Sampah selesai dari sumbernya dan menjadi pendapatan bagi warga,” tambahnya.

Tidak jauh dari sana, seorang pengunjung lain tampak antusias memperhatikan layar yang menampilkan visualisasi proses daur ulang. Bulan, mahasiswi dari salah satu universitas negeri di Malang, mengaku banyak hal baru yang ia pelajari hari itu.

“Saya banyak belajar soal pengolahan sampah di booth MIND ID. Ternyata perusahaan tambang juga banyak memiliki program yang bertanggung jawab atas kelestarian lingkungan,” katanya.

Bagi Bulan, pengalaman di booth ini mengubah cara pandangnya tentang bagaimana menjaga lingkungan dapat dimulai dari hal paling sederhana, bahkan dari rumah sendiri.

“Melestarikan lingkungan bisa dilakukan mulai dari rumah sendiri dengan menyortir sampah sesuai jenisnya. Dengan langkah kecil kita bisa menjaga kelestarian alam,” ujarnya.

Suasana di booth memang dirancang untuk mengajak pengunjung tidak hanya melihat, tetapi juga merasakan langsung prosesnya. Di area pertama, sampah organik yang dikumpulkan dari pengunjung selama tiga hari penyelenggaraan diolah secara nyata menggunakan maggot, dan hasilnya, mulai dari volume sampah yang terurai hingga pupuk organik yang dihasilkan, ditampilkan secara terbuka melalui layar digital yang terus menampilkan angka berjalan.

Di area lain, sebuah plastic crusher menjadi pusat perhatian. Pengunjung yang membawa sampah plastik dapat langsung menyetorkannya ke mesin tersebut, sebuah representasi nyata dari program bank sampah yang telah berjalan di berbagai wilayah operasional Grup MIND ID.

Tidak jauh dari situ, sebuah teknologi 3D printer bekerja perlahan, mengubah material daur ulang menjadi produk kerajinan yang dipajang di rak-rak sekitarnya bukti bahwa limbah anorganik bisa bertransformasi menjadi sesuatu yang punya nilai ekonomi.

Yang membuat booth ini terasa berbeda adalah instalasi besar di bagian atas gugusan awan dengan gradasi dari gelap menuju putih terang, dihiasi lampu biru yang berkedip lembut menyerupai kilatan.

Instalasi bertema “awan mendung dan awan cerah” ini bukan sekadar dekorasi. Ia menjadi simbol visual dari perjalanan dekarbonisasi yang ingin ditunjukkan MIND ID.

Hingga sore menjelang, antrean pengunjung di booth ini tak surut. Bagi banyak orang yang datang, apa yang mereka bawa pulang bukan hanya foto atau suvenir menarik seperti pupuk dan merchandise khas pertambangan. Lebih dari itu, mereka membawa pulang cara pandang baru tentang bagaimana sesuatu yang dianggap sisa, bisa menjadi awal dari sesuatu yang bernilai dan bermanfaat bagi masa depan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Indonesia

Post navigation

Previous post
Next post

Recent Posts

  • Cebuana Lhuillier, NDRRMC Champion Community Resilience with Nationwide Disaster Preparedness Day
  • Tuntaskan 4 Proyek ECRL Malaysia, PLN NPC Perkuat Rekam Jejak EPC Global
  • Cara Belajar Cyber Security Mudah dari Nol
  • Presiden Prabowo Didampingi Kapolri dan Kapolda NTT Kunjungi Pengungsian Nagekeo, Cek Dapur Lapangan dan Penyediaan Air Bersih
  • Semarak HUT ke-81 RI, Adapundi Turut Meriahkan Panjat Pinang Kalimalang 2026

Recent Comments

  1. Karma Focken on BRI Branch Office Otista dan BRINS Serahkan Simbolis Klaim Asuransi kepada Nasabah Terdampak Kebakaran
  2. A WordPress Commenter on Hello world!

Archives

  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023

Categories

  • Australia
  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Uncategorized
  • Vietnam
©2026 Asiadailies | WordPress Theme by SuperbThemes