Skip to content
Asiadailies
Asiadailies

Daily update from Asia

  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Vietnam
  • Australia
Asiadailies

Daily update from Asia

Panen Perdana Sawit PalmCo Tembus 2,5 Tahun, TM1 Bisa 18 Ton?

Panen Perdana Sawit PalmCo Tembus 2,5 Tahun, TM1 Bisa 18 Ton?

Tim Editor, 13/07/202512/08/2026

Holding Perkebunan PTPN III (Persero) melalui Sub Holding PTPN IV PalmCo mencatat capaian mengejutkan dalam panen perdana sawit pasca replanting di Kebun Terantam, Regional III Riau. Di usia tanam baru 2,5 tahun yang sejatinya masih tergolong belum menghasilkan (TBM), tanaman kelapa sawit di bawah pengelolaan PalmCo telah mampu menyentuh angka produktivitas 6,5 hingga 7 ton per hektare. Angka ini hampir dua kali lipat dari rerata nasional untuk umur tanam yang sama, yang umumnya berada di kisaran 3 hingga 4 ton per hektare.

Panen perdana ini dilakukan di area seluas 615,74 hektare yang berada di Afdeling 7 dan 8 Kebun Terantam. Areal ini merupakan bagian dari siklus tanam kedua di kebun tersebut, yang sebelumnya telah memasuki fase tanaman tua sebagai bagian dari strategi peningkatan produktivitas. Bahkan, jika tren ini bertahan, bukan tidak mungkin saat memasuki usia TM 1 tahun depan, kebun ini mampu mencetak produksi hingga 18 ton per hektare. Dalam kondisi optimal, proyeksi produksinya bahkan bisa menyentuh angka 33 hingga 35 ton per hektare.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa yang hadir langsung di lokasi panen menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, performa ini adalah buah dari konsistensi dan strategi tanam yang terukur.

“Ini adalah cara kita menjawab risiko terbesar di PTPN Group yakni menjaga kualitas investasi tanam. Hasilnya tidak hanya optimal, tapi bahkan bisa kita dorong hingga maksimal,” ujar Jatmiko.

PalmCo sendiri telah mereplanting lebih dari 19 ribu hektare sejak integrasi PTPN, sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing. Selama lima tahun terakhir, pola replanting yang diterapkan terus menunjukkan tren produktivitas yang meningkat.

Contohnya, untuk tanaman tahun tanam 2020, PalmCo mencatat rata-rata produktivitas TBM 3 sebesar 7,2 ton per hektare,jauh di atas potensi standar nasional versi PPKS yang hanya 4 ton per hektare. Saat tanaman tersebut masuk usia TM1, hasil panennya tercatat mencapai 14,5 ton per hektare, melebihi standar PPKS yang berada di angka 12 ton.

“Ini bukan hanya soal unggul dari sisi produktivitas, tapi juga soal konsistensi di berbagai wilayah operasional,” imbuh Jatmiko.

Ia merujuk pada sejumlah kebun yang mencatat produktivitas jauh di atas standar nasional. Misalnya, Kebun Sarang Giting di Regional I, untuk tahun tanam 2020 mencatat 21,5 ton per hektare melampaui standar PPKS 12 ton. Kebun Sisumut (tahun tanam 2019) mencetak 25,8 ton per hektare dibandingkan standar PPKS 15 ton. Bahkan, Kebun Tanah Putih di Regional III berhasil menembus 28,9 ton per hektare untuk tahun tanam 2018 hampir 10 ton lebih tinggi dari standar usia serupa.

Dalam kesempatan tersebut, Jatmiko juga memperkenalkan inovasi baru yang kini menjadi standar di Palmco, yaitu sistem Agro View. Teknologi ini memanfaatkan drone untuk memantau kondisi tanaman secara visual dan real-time, membantu Planters dan General Manager Palmco mengambil keputusan cepat berbasis data.

“Drone ini saya operasikan langsung di sini. Kita bisa lihat kondisi tanaman dari udara, deteksi homogenitas, bahkan potensi serangan hama. Ini sekarang sudah jadi alat kerja wajib GM PalmCo,” terang Jatmiko sambil mendemonstrasikan perangkat yang digunakannya.

Penggunaan teknologi ini merupakan bagian dari sistem pengawasan internal berbasis self-assessment yang kini dijalankan secara berkala dan divalidasi oleh pihak eksternal. Agro View menjadi alat verifikasi penting untuk memastikan akurasi antara laporan dan kondisi lapangan.

Menutup rangkaian kegiatan, Jatmiko menegaskan bahwa capaian tinggi bukan alasan untuk lengah. Inovasi dan perbaikan harus terus menjadi budaya kerja di PalmCo.

“Jangan cepat puas. Terus lakukan inovasi, terus berubah, terus perbaiki. Jangan pernah menyerah, jangan pernah kasih kendor,” pungkasnya.

Indonesia

Post navigation

Previous post
Next post

Recent Posts

  • Sambut HUT ke-70, SUCOFINDO dan ABPEDNAS Resmikan Sumur Air Bersih di Kepulauan Riau
  • XRPPower Expands AI Infrastructure for Digital Asset Services
  • Semarak Merah Putih BRI Region 6 Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Masyarakat Pasar Malaka Rorotan
  • Semarak Merah Putih Kemerdekaan BRI Region 6 Meriahkan Pasar Malaka Rorotan, Dibuka dengan Simbolis Penumbukan Padi
  • How Robotaxi Services Could Change Urban Transportation

Recent Comments

  1. Karma Focken on BRI Branch Office Otista dan BRINS Serahkan Simbolis Klaim Asuransi kepada Nasabah Terdampak Kebakaran
  2. A WordPress Commenter on Hello world!

Archives

  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023

Categories

  • Australia
  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Uncategorized
  • Vietnam
©2026 Asiadailies | WordPress Theme by SuperbThemes