Skip to content
Asiadailies
Asiadailies

Daily update from Asia

  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Vietnam
  • Australia
Asiadailies

Daily update from Asia

Narasi Perpetual DEX Menguat, Token Derivatif Mulai Jadi Incaran Trader Global

Narasi Perpetual DEX Menguat, Token Derivatif Mulai Jadi Incaran Trader Global

Tim Editor, 11/10/202512/08/2026

Dunia kripto kembali diramaikan oleh narasi baru yang kian menguat: Perpetual DEX. Setelah tren meme coin dan proyek AI sempat mendominasi, kini giliran sektor derivatif terdesentralisasi yang menjadi perhatian.

Lonjakan volume, inovasi teknologi, hingga arus modal baru dari investor institusional memperlihatkan bahwa ekosistem Perpetual DEX bukan lagi sekadar eksperimen DeFi, melainkan fondasi baru dalam perdagangan aset digital.

Menurut data yang dihimpun dari berbagai agregator DeFi, volume perdagangan perpetual DEX telah menembus US$1 triliun di September, meningkat hampir 50 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Pertumbuhan ini dipicu oleh semakin tingginya minat trader global terhadap platform non-kustodial yang transparan dan efisien.

Apa Itu Perpetual DEX dan Mengapa Mulai Ramai Dibicarakan?

Perpetual DEX adalah bursa derivatif terdesentralisasi yang memungkinkan pengguna memperdagangkan kontrak berjangka tanpa tanggal kedaluwarsa. Berbeda dari bursa terpusat (CEX), seluruh proses berlangsung di blockchain melalui smart contract, sehingga pengguna tetap memiliki kontrol penuh atas aset mereka.

Model ini dinilai sebagai alternatif yang lebih aman dan terbuka dibandingkan bursa tradisional. Dengan sistem funding rate dan mekanisme leverage yang transparan, trader bisa membuka posisi long maupun short tanpa risiko penutupan otomatis akibat tanggal jatuh tempo.

Tren ini pun didorong oleh berbagai inovasi. Mulai dari integrasi order book on-chain hingga penerapan zk-rollup yang membuat transaksi lebih cepat dan hemat gas fee.

Token Perpetual DEX yang Sedang Jadi Sorotan

Seiring meningkatnya adopsi, sejumlah token platform perpetual DEX kini menunjukkan performa mengesankan dan menjadi sorotan di komunitas kripto. 

Pemimpin pasar seperti Hyperliquid (HYPE) terus mempertahankan dominasinya dengan kapitalisasi pasar lebih dari US$13 miliar, sementara MYX Finance (MYX) mencatat lonjakan hingga 66 persen dalam tujuh hari terakhir berkat peningkatan fitur dan pertumbuhan TVL yang pesat.

Di sisi lain, Aster DEX (ASTER) menarik perhatian karena fokus pada interoperabilitas lintas-chain dengan valuasi mendekati US$3 miliar.

Proyek lain seperti Jupiter Exchange (JUP) di ekosistem Solana dan dYdX Protocol (DYDX) yang terus berinovasi dalam mekanisme governance juga memperkuat posisi sektor ini sebagai pilar utama DeFi.

Menariknya, proyek Lighter semakin mendapat sorotan meski token resminya belum diluncurkan. TVL yang meningkat hingga 2.000 kali lipat dalam enam bulan terakhir, serta potensi airdrop token perpetual DEX baru, menjadikannya proyek yang patut dipantau oleh para investor.

Perubahan Arah dari CEX ke DEX

Lonjakan minat terhadap Perpetual DEX tidak lepas dari perubahan preferensi trader global.

Sejak munculnya berbagai kasus keamanan di bursa terpusat, komunitas kripto semakin menekankan pentingnya transparansi, kontrol mandiri, dan desentralisasi.

Perpetual DEX hadir menjawab kebutuhan itu dengan memungkinkan transaksi langsung antar pengguna tanpa perantara, sekaligus menjaga privasi data on-chain.

Langkah Aman untuk Trader Pemula

Meski peluangnya besar, sektor derivatif terdesentralisasi juga menyimpan risiko tinggi. Trader pemula disarankan untuk memahami cara kerja margin, leverage, dan funding rate sebelum terjun ke dalamnya.

Platform seperti Bittime menyediakan ekosistem yang lebih ramah bagi pengguna baru mulai dari panduan edukasi, fitur spot trading, hingga pembelajaran bertahap sebelum mencoba produk derivatif yang lebih kompleks. 

Dengan regulasi resmi dari Bappebti, Bittime menjadi salah satu pintu masuk aman untuk memahami dinamika pasar kripto Indonesia dan global.

Perlu diingat bahwa investasi kripto memiliki risiko yang perlu dipahami, seperti fluktuasi harga, potensi kerugian modal, serta perubahan regulasi dan teknologi. Maka dari itu, penting bagi setiap investor untuk mengenali batas toleransi risiko dan menentukan strategi investasi yang sesuai dengan tujuan finansialnya.

Indonesia

Post navigation

Previous post
Next post

Recent Posts

  • iFortePay Hadirkan Infrastruktur Pembayaran Digital di Pekan Halal Indonesia 2026, Dorong Transaksi UMKM Lebih Cepat dan Tepercaya
  • Dari Keluarga, untuk Generasi Esok PT Pelindo Sinergi Lokaseva Perluas Program Pelita di Jakarta
  • 2026 High-Performing Local Government Appreciation Batch II Regional Java–Bali: Indonesia Ministry of Home Affairs Grants Performance Incentives and Promotes Inter-Regional Solidarity
  • Perlukah Menyiapkan Dana Darurat Sejak Usia 20-an?
  • Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Batch II Regional Jawa–Bali: Mendorong Pemerintah Daerah Terus Berinovasi dan Memperluas Praktik Baik

Recent Comments

  1. Karma Focken on BRI Branch Office Otista dan BRINS Serahkan Simbolis Klaim Asuransi kepada Nasabah Terdampak Kebakaran
  2. A WordPress Commenter on Hello world!

Archives

  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023

Categories

  • Australia
  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Uncategorized
  • Vietnam
©2026 Asiadailies | WordPress Theme by SuperbThemes