Skip to content
Asiadailies
Asiadailies

Daily update from Asia

  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Vietnam
  • Australia
Asiadailies

Daily update from Asia

Mengapa Uang Masih Jadi Topik yang Sensitif untuk Dibicarakan?

Mengapa Uang Masih Jadi Topik yang Sensitif untuk Dibicarakan?

Tim Editor, 28/07/202512/08/2026

Kita sering mendengar istilah “uang itu sensitif”. Karena itulah cerita soal kondisi keuangan ke orang terdekat, seringkali takut dianggap mengeluh, pamer, atau tidak tahu harus mulai dari mana? Akhirnya banyak orang memilih diam. Di Indonesia dan banyak tempat lain, bicarakan uang masih dianggap tabu.

Padahal, menurut ahli perilaku seperti Wendy De La Rosa, diam-diam menyimpan masalah keuangan justru bikin situasinya makin rumit. Kita jadi merasa sendirian, bingung cari solusi, dan akhirnya terjebak dalam tekanan finansial yang tak kunjung selesai.

Ketika diam menjadi kebiasaan, kita makin jauh dari solusi. Di sinilah muncul pertanyaan “mengapa uang jadi topik yang begitu sensitif?”

Mengapa Uang Jadi Topik yang Sensitif?

Dalam banyak budaya, uang bukan sekadar alat tukar. Ia melekat dengan status, harga diri, bahkan perasaan sukses atau gagal. Di Indonesia, konteks ini makin kompleks karena beberapa hal, di antaranya: 

1. Budaya komunal dan jaga image

Kita tumbuh dalam masyarakat yang menjunjung tinggi keharmonisan dan citra baik. Akibatnya, banyak orang enggan jujur tentang kondisi keuangannya karena takut dianggap gagal atau mempermalukan keluarga. Ada beban psikologis tersendiri jika harus mengakui sedang kesulitan apalagi di depan orang tua, pasangan, atau lingkungan sosial.

2. Takut dimanfaatkan atau dianggap gagal

Kalau kamu terlihat punya uang, ada kekhawatiran bakal dimintai pinjaman (yang belum tentu kembali). Sebaliknya, kalau terbuka soal kesulitan, takut jadi bahan gunjingan atau dianggap “menyusahkan”. Akhirnya, banyak orang memilih diam, dan ini justru memperparah situasi.

3. Pantangan sosial yang masih kuat

Pernah dengar ungkapan, “jangan ngomongin uang di depan makanan”? Atau, “tidak baik bicarakan uang terus-terusan”? Meskipun terdengar sederhana, kepercayaan seperti ini ikut menguatkan bahwa uang adalah topik yang “kotor” atau pantas dibicarakan hanya dalam ruang tertutup. Padahal, keuangan adalah bagian dari hidup yang sangat nyata dan penting.

4. Ekspektasi keluarga dan peran generasi

Banyak anak muda merasa tertekan karena standar hidup yang harus dipenuhi. Ada tuntutan untuk “sukses” secepat mungkin, bantu keluarga, dan tetap terlihat mapan. Ini membuat banyak generasi muda menutup-nutupi masalah finansial agar tidak dianggap gagal oleh keluarga atau lingkungan. 

Semua tekanan ini membuat banyak orang bingung harus mulai dari mana untuk memperbaiki kondisi keuangannya. Padahal, setelah berani terbuka, ada langkah-langkah konkret yang bisa diambil.

Dari Tabu ke Aksi Nyata Memilih Instrumen Keuangan yang Sesuai

Setelah berani mulai terbuka, langkah selanjutnya adalah menyusun strategi finansial yang realistis dan sesuai dengan kebutuhan pribadi. Namun, ini pun bisa jadi tantangan kalau belum terbiasa. Salah satu kunci yang sering terlewat? Memilih instrumen keuangan atau bank yang benar-benar bisa mendukung tujuan kita.

Misalnya, kamu ingin menyisihkan dana secara rutin untuk kebutuhan jangka pendek. Produk seperti tabungan berjangka atau deposito bisa jadi pilihan karena sifatnya yang “mengunci uang” dan membuat kamu tidak gampang tergoda untuk membelanjakan dana tersebut.

Namun, kalau tujuanmu adalah untuk jangka panjang, seperti dana pensiun atau rumah, kamu bisa mulai mempertimbangkan reksa dana, emas, atau bahkan investasi jangka panjang lainnya. Nah, di sinilah pentingnya memilih lembaga keuangan yang transparan, punya edukasi yang memadai, dan tentunya aman secara legal.

Menemukan Platform Finansial yang Mendukung

Rekomendasi bank dengan layanan digital atau platform keuangan bukan cuma tempat menyimpan uang. Platform ini juga bisa jadi mitra dalam perjalanan finansialmu. Dari banyaknya daftar bank dengan layanan digital,  pastikan kamu memilih rekomendasi bank dengan layanan digital dengan beberapa kriteria berikut ini:

1. Menyediakan fitur edukasi finansial seperti kalkulator investasi, tips budgeting, atau perencana keuangan digital.

2. Transparan dalam biaya dan bunga agar kamu tahu betul risiko dan potensi yang diambil.

3. Fleksibel dan relevan dengan kebutuhan anak muda, termasuk yang mendukung metode pembayaran digital seperti QRIS, untuk transaksi harian yang lebih praktis dan terkontrol.

Karena saat uang tak lagi jadi rahasia yang menakutkan, kita bisa saling belajar, saling dukung, dan tumbuh bersama. Inilah yang kita butuhkan saat ini, membangun kebiasaan keuangan yang sehat dengan langkah kecil yang konsisten.

Salah satu cara paling sederhana dan berdampak adalah menabung dengan tujuan yang jelas. Namun tentu saja, agar prosesnya terasa lebih terarah, penting untuk memilih produk tabungan yang sesuai kebutuhan. Bukan cuma soal tempat menyimpan uang, namun juga bagaimana tabungan itu bisa bantu kamu berkembang.

Bank Neo Commerce melalui aplikasi neobank menghadirkan Tabungan NOW, yang dirancang agar proses menabung jadi lebih praktis dan terasa hasilnya. Produk ini cocok untuk kamu yang ingin membangun kebiasaan finansial sehat tanpa ribet. Kamu bisa mulai kapan saja dan dari nominal berapa pun.

Keunggulan lain dari Tabungan NOW adalah bunga kompetitif sebesar 4,25% per tahun yang cair setiap hari. Artinya, kamu bisa melihat tabunganmu bertumbuh secara real-time, bukan sekadar angka statis di layar. Ini bisa jadi motivasi tambahan untuk terus menabung secara konsisten.

Download aplikasi neobank di PlayStore atau App Store dan persiapan biaya menikah dan berumah tangga di Tabungan NOW sekarang. 

Cek info lebih lanjut dan terbaru di link Tabungan NOW.

***

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) & Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Indonesia

Post navigation

Previous post
Next post

Recent Posts

  • Dukung Pendidikan Anak Tenaga Kerja Operasional, PT Jasamarga Tollroad Maintenance Salurkan Bantuan Peralatan Sekolah Sambut HUT ke-38
  • Bescost Printing Expands Multi-Branch Signage Services for Retail and Franchise Businesses
  • Dukung Pendidikan dan Semangat Belajar Anak, PT Jasamarga Tollroad Maintenance Salurkan Bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Sambut HUT ke-38 di Tiga Sekolah Dasar Negeri Wanakerta
  • Khách sạn Okinawa Harborview hoàn tất cải tạo toàn diện, mang đến trải nghiệm “Okinawa hiện đại”
  • โรงแรมโอกินาว่า ฮาร์เบอร์วิว ปรับโฉมครั้งใหญ่ทั้งโรงแรมเสร็จสมบูรณ์ พร้อมนำเสนอประสบการณ์ “โอกินาว่าในมิติร่วมสมัย”

Recent Comments

  1. Karma Focken on BRI Branch Office Otista dan BRINS Serahkan Simbolis Klaim Asuransi kepada Nasabah Terdampak Kebakaran
  2. A WordPress Commenter on Hello world!

Archives

  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023

Categories

  • Australia
  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Uncategorized
  • Vietnam
©2026 Asiadailies | WordPress Theme by SuperbThemes