Skip to content
Asiadailies
Asiadailies

Daily update from Asia

  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Vietnam
  • Australia
Asiadailies

Daily update from Asia

Menakar Masa Depan Baja Nasional: Level Playing Field dan Data Objektif Jadi Kunci Hadapi Dominasi Impor

Menakar Masa Depan Baja Nasional: Level Playing Field dan Data Objektif Jadi Kunci Hadapi Dominasi Impor

Tim Editor, 27/03/2026

Jakarta, 27 Maret 2026 – Perdagangan baja global memasuki fase baru yang semakin ditentukan oleh kebijakan negara melalui tarif, kuota impor, hingga instrumen pengamanan perdagangan. Kondisi ini menuntut penguatan kebijakan perdagangan nasional agar industri baja domestik tetap kompetitif di tengah tekanan global yang meningkat.

Direktur Utama PT
Krakatau Steel (Persero) Tbk Dr. Akbar Djohan, menegaskan pentingnya
konsistensi kebijakan perdagangan untuk menjaga keberlanjutan industri baja
nasional.

“Perdagangan
baja global saat ini semakin ditentukan oleh kebijakan negara. Karena itu,
penguatan instrumen pengamanan perdagangan dan konsistensi kebijakan impor
menjadi penting agar industri baja nasional dapat tumbuh secara berkelanjutan,”
ujar Dr. Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesian Iron & Steel Industry
Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia
(ALFI/ILFA).  

Pasar Baja Global Semakin
Tertutup
 

Pengamat
Industri Baja dan Pertambangan Widodo Setiadharmaji, Steel & Mining Insights
menilai bahwa lanskap perdagangan baja global kini semakin bergeser dari
mekanisme pasar terbuka menuju sistem yang dikendalikan oleh kebijakan negara.
Berbagai negara mulai mengombinasikan instrumen tarif, Tariff Rate Quota (TRQ),
serta kebijakan pengamanan perdagangan untuk membatasi akses pasar baja impor.

Selain
tarif dan kuota, instrumen anti-dumping dan countervailing duties juga semakin
sering digunakan untuk mengendalikan tekanan kelebihan kapasitas produksi
global. Di sisi lain, Uni Eropa memperkenalkan Carbon Border Adjustment
Mechanism (CBAM)
yang menambah beban biaya bagi impor baja melalui
mekanisme sertifikat karbon.

Menurut
Widodo, kombinasi kebijakan tersebut membuat pasar-pasar utama dunia semakin
tertutup secara simultan. Akibatnya, kelebihan pasokan global cenderung mencari
pasar alternatif yang relatif lebih terbuka. 

Risiko Tekanan Impor di Pasar
Domestik

Dalam
situasi tersebut, Indonesia berpotensi menjadi tujuan realokasi perdagangan
baja global. Ketika akses pasar di Amerika Utara dan Eropa semakin ketat,
produk baja dari negara produsen besar dapat mengalir ke pasar yang lebih
terbuka, termasuk Asia Tenggara.

Tekanan
tersebut tidak selalu muncul dalam bentuk lonjakan impor yang mendadak, tetapi
dapat terjadi melalui tekanan harga yang persisten dan persaingan pasar yang
semakin ketat di dalam negeri.

Adapun upaya penguatan industri baja nasional sejalan
dengan agenda pembangunan ekonomi nasional dan Asta Cita Presiden RI, Prabowo
Subianto, khususnya
dalam mendorong kemandirian industri strategis dan memperkuat daya saing sektor
manufaktur.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Indonesia

Post navigation

Previous post
Next post

Recent Posts

  • Gerak Cepat, PTPN Group melalui PTPN IV Regional 2 Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Puting Beliung
  • KAI Daop 2 Bandung Hadirkan Stasiun Bandung yang Makin Modern, Nyaman, dan Terintegrasi
  • No Room for Nonchalance in Fil-Am Visual Artist Chels Munger’s First Solo Exhibition, “Glass Houses”
  • Bank Mandiri Taspen dan KIW Perkuat Sinergi Lewat Penandatanganan MoU
  • Hadir di ICCA 2026, VRITIMES Tunjukkan Peran Siaran Pers Digital dalam Membangun Kepercayaan Konsumen

Recent Comments

  1. Norvin Tinambacan on Carziqo Expands Autonomous Delivery Operations With A-DS Series Rollout in Phoenix
  2. Karma Focken on BRI Branch Office Otista dan BRINS Serahkan Simbolis Klaim Asuransi kepada Nasabah Terdampak Kebakaran
  3. A WordPress Commenter on Hello world!

Archives

  • September 2026
  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023

Categories

  • Australia
  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Uncategorized
  • Vietnam
©2026 Asiadailies | WordPress Theme by SuperbThemes