Skip to content
Asiadailies
Asiadailies

Daily update from Asia

  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Vietnam
  • Australia
Asiadailies

Daily update from Asia

Krakatau Steel Dorong Penguatan Kebijakan Negara Demi Kedaulatan Industri Baja Nasional

Krakatau Steel Dorong Penguatan Kebijakan Negara Demi Kedaulatan Industri Baja Nasional

Tim Editor, 17/12/202517/12/2025

Industri baja global tengah menjadi sorotan dunia. Perdebatan nasionalisasi ArcelorMittal yang mengemuka di Prancis menjadi sinyal kuat bahwa industri baja dunia kini berada pada titik krusial. Langkah Prancis mempertimbangkan nasionalisasi produsen baja terbesar mereka bukanlah isu lokal, melainkan cerminan gejolak global akibat banjir impor berharga murah, terutama dari Tiongkok, dan ketidakseimbangan struktur pasar dunia.

Analisis dari Steel & Mining Insights yang ditulis Pengamat Industri Baja dan Pertambangan, Widodo Setiadharmaji, menegaskan bahwa persoalan tersebut bukanlah masalah lokal Prancis semata, melainkan bagian dari distorsi global yang melanda banyak negara.

“Tekanan yang dihadapi Prancis tidak dapat dilepaskan dari struktur pasar global yang semakin didistorsi oleh selisih biaya dan kebijakan antarnegara,” tulis pengamat industri baja dan pertambangan, Widodo Setiadharmaji, pada laman resminya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa industri baja modern tidak dapat berdiri sendiri tanpa dukungan negara. Bahkan Prancis dengan notabene negara maju dan berteknologi tinggi, terdorong mempertimbangkan nasionalisasi untuk menjaga keberlangsungan industrinya.

Tekanan Global Menguat

Pada laman resminya, Widodo Setiadharmaji menunjukkan bahwa Prancis kini memasuki perdebatan nasionalisasi karena pabrik-pabrik baja mereka tidak mampu bersaing dengan limpahan ekspor murah Tiongkok yang memproduksi lebih dari satu miliar ton baja per tahun, atau lebih dari separuh produksi global.

Kondisi Eropa yang menghadapi penurunan permintaan, tingginya beban energi, serta kewajiban pajak karbon yang tidak berlaku di Asia, memperburuk daya saing produsen lokal. Dalam situasi tersebut, ArcelorMittal menegaskan bahwa nasionalisasi tidak akan menyelesaikan masalah struktural tanpa intervensi kebijakan perdagangan yang kuat di tingkat Eropa.

Fenomena ini menggambarkan bahwa ketidakseimbangan global bukan sekadar isu korporasi, melainkan isu negara.

“Jika industri baja nasional dibiarkan menghadapi distorsi global secara sendirian, maka keberlanjutan pabrik-pabrik baja dalam negeri akan semakin rapuh dan rentan terhadap tekanan pasar yang tidak seimbang,” tambah Widodo Setiadharmaji.

Pembelajaran Prancis Relevan untuk Indonesia

Sebagai BUMN strategis yang menjadi penjaga ketahanan industri nasional, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (IDX: KRAS) menilai dinamika yang terjadi di Eropa tersebut penting untuk menjadi pembelajaran bagi Indonesia. Tekanan global yang memicu deindustrialisasi di negara maju dapat berulang di Indonesia apabila negara tidak hadir melalui kebijakan yang kuat, adaptif, dan berpihak pada industri domestik.

Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Akbar Djohan, menegaskan bahwa apa yang terjadi di Prancis merupakan refleksi dari tantangan yang juga dihadapi Indonesia.

“Kami terus mendorong kehadiran negara dalam membangun ekosistem industri yang adil, kompetitif, dan berkelanjutan demi menjaga ketahanan industri nasional, karena kami percaya bahwa keberlangsungan industri baja nasional tidak hanya ditentukan oleh efisiensi Perusahaan, tetapi juga oleh arsitektur kebijakan negara” jelas Akbar Djohan yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA).

Banjir impor berharga murah juga terjadi di Indonesia dan berdampak langsung pada utilisasi pabrik, kemampuan ekspansi, dan keberlanjutan perusahaan baja nasional. Sehingga, Perseroan menilai bahwa kolaborasi antara Pemerintah, BUMN, dan industri menjadi kunci untuk menghindari tekanan deindustrialisasi seperti yang dialami negara-negara Eropa.

Mewujudkan Kemandirian Industri Nasional

Untuk meraih Asta Cita yang dicanangkan oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, kemandirian industri menjadi fondasi utama bagi Indonesia untuk memastikan ketahanan ekonomi jangka panjang. Kemandirian ini tidak hanya berarti mampu memproduksi kebutuhan strategis dalam negeri, tetapi juga memastikan rantai pasok nasional tidak bergantung pada fluktuasi pasar global maupun dominasi negara lain.

Dengan membangun industri baja nasional yang kuat, efisien, dan berdaya saing, termasuk melalui penguatan peran Krakatau Steel sebagai BUMN strategis, Indonesia dapat mengendalikan sendiri kapasitas produksi untuk sektor-sektor vital seperti infrastruktur, energi, pertahanan, dan manufaktur.

Kemandirian industri menjadi simbol bahwa bangsa ini tidak hanya mampu memenuhi kebutuhannya sendiri, tetapi juga siap menghadapi dinamika geopolitik dan ekonomi global yang semakin tidak menentu. Melalui dukungan kebijakan yang konsisten, penguatan ekosistem industri, serta komitmen terhadap penggunaan produk dalam negeri, Indonesia dapat mewujudkan cita-cita untuk berdiri di atas kaki sendiri berdikari dalam bidang industrialisasi.

Tentang Krakatau Steel Tbk

Sekilas tentang PT Krakatau Steel (Persero) Tbk PT Krakatau Steel (Persero) Tbk merupakan perusahaan manufaktur baja terintegrasi yang didirikan pada 31 Agustus 1970. Selain bergerak di sektor industri baja, Krakatau Steel dan Group mengembangkan bisnis kawasan industri terpadu, kepelabuhanan, logistik, penyediaan air industri, penyediaan energi melalui pembangkit listrik (power plant), serta beberapa ventura bersama dengan perusahaan Korea dan Jepang. Krakatau Steel saat ini berkomitmen kuat untuk melakukan transformasi melalui semangat “Revolutionary Movements: Committed to Transform” yang bertujuan meningkatkan kinerja perusahaan, membangun kepercayaan dan transparansi dengan para pemangku kepentingan, serta menarik investor. Transformasi ini mencakup berbagai aspek, termasuk perbaikan Human Capital, pengembangan bisnis hilir, dan penguatan bisnis infrastruktur.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Indonesia

Post navigation

Previous post
Next post

Recent Posts

  • Semarak Merah Putih Kemerdekaan BRI Region 6, Warga Pasar Malaka Rorotan Antusias Ikuti Lomba 17-an
  • GKR Bendara : Ngopi Bareng PUTRI DIY Jadi Road to JCWF 2026
  • Timah Properti Perkuat Ekosistem Hunian Bernilai Tinggi dan Terjangkau
  • Warga Pasar Malaka Rorotan Antusias Meriahkan Semarak Merah Putih BRI Region 6
  • Cebuana Lhuillier MoneyXchange Empowers Filipinos to Make Better Financial Decisions

Recent Comments

  1. Karma Focken on BRI Branch Office Otista dan BRINS Serahkan Simbolis Klaim Asuransi kepada Nasabah Terdampak Kebakaran
  2. A WordPress Commenter on Hello world!

Archives

  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023

Categories

  • Australia
  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Uncategorized
  • Vietnam
©2026 Asiadailies | WordPress Theme by SuperbThemes