Skip to content
Asiadailies
Asiadailies

Daily update from Asia

  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Vietnam
  • Australia
Asiadailies

Daily update from Asia

Kontribusi Kita pada Emisi Kata

Kontribusi Kita pada Emisi Kata

Tim Editor, 29/09/202512/08/2026

Oleh Dr. Criscentia Jessica Setiadi
(Dosen Creative Digital English, BINUS University)

Hingar
bingar dan hiruk pikuk media sosial sudah menjadi “makanan” kita sehari-hari.
Algoritme berkualitas menaikkan kuantitas penggunaan platform-platform itu,
meskipun demikian tidaklah tepat untuk “menyalahkan” algoritme sepenuhnya.
Sebuah artikel yang ditulis Charles Brooke, seorang kolumnis untuk
Guardian.com, pada 2013 melekat dalam benak saya selama ini. Ia menulis tentang
keputusannya untuk beristirahat sejenak dari penggunaan Internet karena Ia
tidak mau berkontribusi pada “Emisi Kata”. Brooke melihat reaksi manusia yang
cepat tanggap dan tanpa pikir panjang terhadap topik-topik terkini sebagai
sebuah fenomena Emisi Kata, contohnya: “jika peramal cuaca memberikan informasi
yang salah pada acara BBC jam 8.45 pagi, siangnya dapat kita temukan 86 kolom
penuh amarah, 95 blog putus asa, setengah juta kicauan masam, dan sebuah meme
lucu hasil Photoshop.” Kata ‘emisi’ itu sendiri yang artinya ‘hasil pembuangan’
menyiratkan kehampaan makna dari reaksi-reaksi tersebut. Emisi yang berlebihan
menghasilkan limbah, jadi dalam hal ini Emisi Kata dapat berujung pada polusi
informasi. Pertanyaannya, apakah kita berkontribusi pada Emisi Kata?

Media
baru tidak lagi memiliki saringan timbang ukur yang dimiliki oleh media
traditional. Kesempatan untuk memproduksi, mendistribusi, dan mengonsumsi
konten digital secara bebas menciptakan publik yang produktif (Artieri, 2012).
Meskipun 12 tahun sudah berlalu sejak pengalaman Brooke menjedakan diri dari
Internet, saat ini manusia masih berperilaku serupa dengan contoh yang Ia
paparkan, hanya saja dengan mode yang berbeda. Pada dasarnya, kebutuhan manusia
untuk berkomunikasi akan selalu diwadahi oleh perkembangan teknologi.
Ironisnya, tulisan ini juga dapat termasuk sebagai wujud emisi jika kontribusi
kata-kata saya hanya dirasa pembaca sebagai luapan sesaat dan tanpa arah.
Kembali ke pertanyaan sebelumnya, dengan menggunakan konsep Emisi, manusia
dianggap seperti “membuang” kata-kata dan bukan “menghasilkan”. Dengan
demikian, Pekerjaan Rumah kita adalah untuk mengubah Emisi (emission)
menjadi Komisi (commission), sebuah intensi yang lebih terarah sehingga
kontribusi kita dalam berkata-kata adalah wujud komunikasi dari manusia yang
produktif and kreatif.

Indonesia

Post navigation

Previous post
Next post

Recent Posts

  • City lockboxes to get the axe
  • Pelindo Dukung Produk Kereta Nasional Menembus Pasar Selandia Baru
  • Lebih dari 76 ribu Pengguna Jasa KA Gunakan KA Jarak Jauh dari Daop 2 Bandung Selama Libur Panjang Maulid Nabi Muhammad SAW
  • Sambut HUT ke-81 RI, BRI BO Cempaka Mas Semarakkan Kantor dengan Dekorasi Nuansa Merah Putih
  • Sukses Digelar, Sportartcular BRI Region 6 Cabang Padel Hadirkan Semangat Sportivitas dan Kebersamaan

Recent Comments

  1. Karma Focken on BRI Branch Office Otista dan BRINS Serahkan Simbolis Klaim Asuransi kepada Nasabah Terdampak Kebakaran
  2. A WordPress Commenter on Hello world!

Archives

  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023

Categories

  • Australia
  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Uncategorized
  • Vietnam
©2026 Asiadailies | WordPress Theme by SuperbThemes