Skip to content
Asiadailies
Asiadailies

Daily update from Asia

  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Vietnam
  • Australia
Asiadailies

Daily update from Asia

Jaringan Irigasi Air Tanah Kementerian PU Telah Mengubah Wajah Pertanian Gunungkidul, Panen Tiga Kali Setahun Jadi Kenyataan

Jaringan Irigasi Air Tanah Kementerian PU Telah Mengubah Wajah Pertanian Gunungkidul, Panen Tiga Kali Setahun Jadi Kenyataan

Tim Editor, 06/10/202512/08/2026

Gunungkidul, 6 Oktober 2025 – Kehadiran Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Dukuh Bulak Blimbing, Kelurahan Karangrejek, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, telah membawa perubahan besar bagi para petani setempat. Sistem irigasi modern yang bersumber dari air tanah ini kini menjadi tumpuan baru dalam menjaga produktivitas lahan pertanian petani di wilayah karst Gunungkidul, yang biasanya sangat bergantung pada air hujan.

Keberhasilan program JIAT di Gunungkidul
ditopang oleh infrastruktur yang andal. Keberadaannya pun telah memberikan manfaat bagi
peningkatan luas tambah tanam (LTT) hingga 32 hektar. Hal ini dimungkinkan
berkat tersedianya sistem pompa air tanah dengan sumur dalam yang mencapai
kedalaman 100 meter. Selain itu, infrastruktur pendukung seperti jaringan
distribusi sepanjang 4,67 kilometer, serta rumah genset dan panel pompa,
berfungsi untuk menjaga suplai air tetap stabil sepanjang tahun dengan debit
produksi mencapai 30 liter per detik.

Image

Siswo
Mulyono, seorang petani dari Dukuh Bulak Blimbing RT 13, dengan antusias
menuturkan bahwa sejak pompa air tanah mulai beroperasi, lahan sawah di desanya
menjadi jauh lebih produktif dari sebelumnya.

“Airnya
lancar, cukup untuk empat hektare sawah di blok kami. Sekarang kami bisa tanam
tiga kali setahun—padi dan palawija seperti jagung atau kacang setelah panen
padi. Kadang kalau masih sempat, lanjut lagi dengan sayuran,” ujar Siswo sambil
tersenyum.

Lanjut
Siswo, sistem irigasi berbasis pompa ini jauh lebih efektif dibandingkan metode
lama yang hanya bisa pasrah menunggu musim hujan. Dengan biaya operasional
sekitar Rp80.000 per jam, air dapat disalurkan secara merata ke seluruh lahan
tanpa terikat musim. “Kalau dulu kami sebut ‘pupuk Jawa’, artinya andalan kami
cuma hujan. Sekarang tidak lagi. Panen jadi pasti,” katanya.

Kisah
senada juga disampaikan oleh Atmo Wijoyo, petani yang juga merupakan anggota
Perkumpulan Petani Pemakai Air Tanah (P3AT) Desa Blimbing. Menurut Atmo, pompa
air tanah telah menjadi penyelamat bagi para petani di wilayahnya yang rawan
kekeringan. “Kalau gak ada sumur bor, bisa gagal panen,” ungkap Atmo.

Image

Atmo
menambahkan, berkat pasokan air dari JIAT, para petani kini memiliki
fleksibilitas untuk menanam padi, bawang, dan cabai secara bergantian sepanjang
tahun, sehingga meningkatkan pendapatan mereka. “Bawang itu 60 hari sudah bisa
panen. Masih ada untung, bisa buat sekolahkan anak,” ujar Atmo penuh semangat.

Kehadiran
JIAT Blimbing terbukti tidak hanya meningkatkan kepastian panen, tetapi juga
berhasil menekan biaya irigasi pribadi dan memperluas peluang tanam bagi
petani.

Dalam
sebuah temu wicara antara petani dengan Menteri PU, Dody Hanggodo, pada hari
Minggu (5/10/2025), sejumlah petani menceritakan bahwa produktivitas gabah
mereka meningkat signifikan hingga 20–30 persen per musim tanam. Lebih dari
itu, lahan yang dulunya sering kekeringan kini mudah diolah menjadi lahan
hortikultura yang bernilai ekonomi tinggi.

Kepada
petani, Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan bahwa pembangunan JIAT merupakan
bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional
melalui pemanfaatan sumber daya air tanah yang berkelanjutan. “Harapannya
program ini bukan hanya meningkatkan hasil panen, tapi juga menumbuhkan ekonomi
pedesaan dan memperkuat ketahanan pangan bangsa,” kata Menteri Dody.

Kementerian
PU melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air akan terus memperluas
pembangunan JIAT di berbagai daerah potensial di seluruh Indonesia, khususnya
di wilayah-wilayah dengan keterbatasan sumber air permukaan. Diharapkan,
program JIAT dapat memberikan manfaat yang lebih luas untuk membuka peluang
tanam pada sektor pertanian, meningkatkan kesejahteraan petani, dan pada
akhirnya memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

Program kerja ini
merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak” dalam menjalankan
ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.

#SigapMembangunNegeriUntukRakyat

#SetahunBerdampak

Indonesia

Post navigation

Previous post
Next post

Recent Posts

  • OKINAWA HARBORVIEW HOTEL completes full-scale renovation to deliver a modern Okinawan experience
  • Berapa Tahun Idealnya untuk Menabung Emas? Ini Cara Menentukannya
  • XRPPower Expands Digital Asset Accessibility Through Mobile and Intelligent Technology
  • Zuo Hao Shi Tambah Kanal Resmi di Situs Web, Perkuat Jaringan Distribusi Obat Pegal Linu Berizin BPOM
  • Rayakan HUT ke-38, PT Jasamarga Tollroad Maintenance Berbagi Kebahagiaan dengan 50 Anak Yatim Piatu

Recent Comments

  1. Karma Focken on BRI Branch Office Otista dan BRINS Serahkan Simbolis Klaim Asuransi kepada Nasabah Terdampak Kebakaran
  2. A WordPress Commenter on Hello world!

Archives

  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023

Categories

  • Australia
  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Uncategorized
  • Vietnam
©2026 Asiadailies | WordPress Theme by SuperbThemes