Skip to content
Asiadailies
Asiadailies

Daily update from Asia

  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Vietnam
  • Australia
Asiadailies

Daily update from Asia

Investasi Aset Digital Jadi “Safe Haven”  Di Tengah Gejolak Depresiasi Rupiah

Investasi Aset Digital Jadi “Safe Haven” Di Tengah Gejolak Depresiasi Rupiah

Tim Editor, 14/10/202512/08/2026

Jakarta, 14 Oktober 2025 – Dalam beberapa pekan terakhir, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat kian melemah, bahkan turun hingga 0,18% pada hari ini. Fenomena ini, kemudian disusul kenaikan volume trading perdagangan aset kripto berbasis $USDT hingga 281.148% pada platform Bittime. Tandakan kekhawatiran terhadap prospek ekonomi global dan arus modal yang beralih ke investasi aset digital.

Sebelumnya, ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Tiongkok kembali mengguncang pasar keuangan global dan menekan stabilitas nilai tukar berbagai mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.

Menariknya, di tengah ketidakpastian tersebut, semakin banyak investor Indonesia beralih ke aset-aset digital sebagai salah satu cara mempertahankan dan mengembangkan nilai aset mereka. Bittime, salah satu platform crypto exchange terdepan dan diawasi di Indonesia, mencatatkan kenaikan signifikan terhadap total trading volume aset-aset kripto seperti $USDT yang naik 281.148%, disusul $XPL dan $ASTER pada platform nya. 

Lonjakan ini menandakan bahwa masyarakat Indonesia kini melihat aset kripto, seperti $USDT, $ASTER, dan $XPL bukan sekedar diversifikasi jangka pendek, tetapi juga sarana investasi cerdas untuk melawan pelemahan mata uang fiat. Menekankan kondisi di mana masyarakat semakin sadar akan pentingnya strategi perlindungan nilai (hedging) dan diversifikasi investasi di luar instrumen konvensional.

Menurut Ryan Lymn, CEO Bittime Indonesia, fenomena ini mencerminkan perubahan perilaku keuangan masyarakat yang semakin matang. Di mana, saat Rupiah tertekan, investor mulai mencari tempat aman, tidak hanya untuk “mengamankan” tapi juga mengembangkan nilai aset mereka. Kehadiran $USDT sebagai aset diversifikasi yang terdesentralisasi menawarkan kemudahan akses bagi investor karena dapat diakses kapanpun dan di manapun.

“Investasi yang aman tidak hanya soal memilih aset, tetapi juga soal memilih platform yang terpercaya. Bittime sebagai platform berizin dan diawasi hadir sebagai mitra investasi digital yang memberikan keamanan, likuiditas, dan potensi pertumbuhan aset yang berkelanjutan,” tambahnya.

Bittime memandang bahwa pelemahan nilai tukar dan ketegangan geopolitik justru dapat menjadi momentum penting untuk membangun kesadaran investasi di Indonesia. Di tengah perubahan ekonomi global, memiliki aset digital yang kuat, aman, dan produktif menjadi bagian penting dari strategi keuangan modern.

Selaras dengan ini, Bittime menegaskan posisinya sebagai all-in-one crypto hub di Indonesia yang menyediakan diversifikasi aset yang lengkap bagi pengguna. Dengan menghadirkan dua mode pengelolaan keuangan yang dirancang untuk menjaga dan menumbuhkan nilai aset pengguna, yakni Auto-Earn untuk menghasilkan pendapatan pasif otomatis dari saldo kripto yang tersimpan, serta Financial Pledge untuk mendapatkan imbal hasil aktif melalui strategi pengelolaan terukur.

Dua fitur tersebut memungkinkan pengguna untuk dapat menyesuaikan strategi investasi sesuai profil risiko dan tujuan mereka, baik itu menjaga kestabilan nilai di tengah fluktuasi pasar, maupun mengejar pertumbuhan aset dengan potensi imbal hasil tinggi.

Apalagi, Bittime menawarkan imbal hasil (APY) staking hingga 10%, menjadikannya salah satu platform dengan tingkat imbal hasil paling kompetitif di Indonesia. Hal ini, dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin melindungi daya beli dan mengembangkan nilai aset melalui pendekatan investasi aset digital.

Namun, tentu literasi investasi juga menjadi fondasi utama dalam menghadapi gejolak ekonomi global. Investasi bukan hanya tentang mencari keuntungan, tetapi tentang melindungi nilai aset yang sudah dimiliki.

Tentu, perlu dipahami bahwa investasi aset kripto mengandung risiko yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Oleh karena itu, sangat penting mengetahui tingkat toleransi risiko, serta strategi dan metode investasi yang sesuai bagi masing-masing investor.

Indonesia

Post navigation

Previous post
Next post

Recent Posts

  • 2026 Investment Trends: AI, Stocks, Gold and Digital Assets
  • Historic vote completes Australia’s VAD journey – but NT law falls short
  • Bittime: Regulasi dan Inovasi Perlu Berjalan Seimbang untuk Perkuat Ekosistem Kripto
  • Peringati Tiga Tahun Beroperasi, LRT Jabodebek Tanam 123 Pohon dan Gelar Donor Darah
  • Danantara Indonesia Tinjau Integrasi Tiga Pilar Layanan Jasa Marga untuk Tingkatkan Customer Experience

Recent Comments

  1. Karma Focken on BRI Branch Office Otista dan BRINS Serahkan Simbolis Klaim Asuransi kepada Nasabah Terdampak Kebakaran
  2. A WordPress Commenter on Hello world!

Archives

  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023

Categories

  • Australia
  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Uncategorized
  • Vietnam
©2026 Asiadailies | WordPress Theme by SuperbThemes