Skip to content
Asiadailies
Asiadailies

Daily update from Asia

  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Vietnam
  • Australia
Asiadailies

Daily update from Asia

Holding Perkebunan Nusantara Siaga Hadapi Kemarau, PalmCo Perkuat Deteksi Dini Karhutla dan Strategi Agronomi

Holding Perkebunan Nusantara Siaga Hadapi Kemarau, PalmCo Perkuat Deteksi Dini Karhutla dan Strategi Agronomi

Tim Editor, 02/04/2026

JAKARTA — PTPN IV PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi musim kemarau tahun 2026, seiring meningkatnya kewaspadaan terhadap anomali iklim yang kerap dikaitkan dengan fenomena El Nino.

Wacana kemarau ekstrem yang belakangan populer dengan sebutan “El Nino Godzilla” memicu perhatian berbagai pihak, termasuk pelaku industri perkebunan. Meski istilah tersebut tidak dikenal secara ilmiah, potensi kekeringan tetap menjadi perhatian serius, khususnya bagi sektor kelapa sawit yang sangat bergantung pada keseimbangan curah hujan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menegaskan bahwa istilah tersebut tidak dikenal dalam kajian klimatologi. Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menyampaikan bahwa klasifikasi El Nino secara resmi terbagi menjadi lemah, moderat, dan kuat.

“Saat ini prediksi kami menunjukkan peluang 50–60 persen terjadinya El Nino lemah hingga moderat setelah semester kedua,” ujarnya.

Menyikapi hal tersebut, PTPN IV PalmCo menetapkan status siaga dengan pendekatan mitigasi yang dilakukan secara dini dan terukur. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan bahwa perusahaan memilih langkah konservatif dalam menghadapi potensi risiko iklim. “Kami tidak ingin mengambil risiko. Kesiapsiagaan tetap kami jalankan seolah menghadapi skenario terburuk,” kata Jatmiko, Selasa (31/3/2026), di Jakarta.

Salah satu fokus utama adalah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yang menjadi risiko signifikan saat kemarau panjang, terutama di wilayah operasional Sumatera dan Kalimantan. Pendekatan penanganan yang sebelumnya bersifat responsif kini diperkuat menjadi preventif berbasis teknologi.

Perusahaan mengandalkan sistem berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) ARFINA (Artificial Intelligence Fire Monitoring Integrated Ground Checking Nusantara) untuk memantau potensi kebakaran secara real time. “Sistem ini membantu kami mendeteksi titik panas lebih awal, sehingga penanganan bisa dilakukan sebelum api meluas,” ujarnya.

Meski demikian, Jatmiko menekankan bahwa pemanfaatan teknologi harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia di lapangan. Setiap peringatan dari sistem akan langsung ditindaklanjuti oleh tim siaga di wilayah operasional.

Selain penguatan sistem deteksi dini, perusahaan juga memperkuat infrastruktur pendukung, seperti pembangunan embung dan sekat kanal di area rawan kekeringan. Upaya ini turut dilengkapi dengan kolaborasi bersama aparat TNI dan Polri dalam patroli serta aksi tanggap darurat karhutla.

Di sisi lain, potensi kemarau juga berdampak langsung terhadap produktivitas tanaman. Jatmiko menjelaskan bahwa kekeringan berkepanjangan dapat memicu berbagai risiko, mulai dari gangguan pertumbuhan hingga penurunan hasil produksi.

“Kemarau panjang membawa efek domino, seperti potensi ledakan hama, kekeringan tanah, hingga penurunan rendemen. Ini harus diantisipasi secara menyeluruh,” katanya.

Perhatian khusus diberikan pada tanaman belum menghasilkan (TBM), yang dinilai lebih rentan terhadap stres air karena sistem perakarannya belum optimal. Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini berpotensi memengaruhi keberhasilan investasi jangka panjang perusahaan.

Selain itu, perubahan kondisi lingkungan akibat kekeringan juga dapat meningkatkan populasi hama, seperti hewan pengerat dan serangga, yang mencari sumber makanan baru di area perkebunan.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, perusahaan menerapkan strategi agronomi adaptif, termasuk pengelolaan kelembapan tanah serta tata kelola air yang lebih efisien.

“Fokus kami adalah menjaga kondisi tanaman tetap optimal, terutama tanaman muda, serta memastikan siklus produksi tidak terganggu di tengah tekanan iklim,” ujar Jatmiko.

Melalui berbagai langkah tersebut, PT Perkebunan Nusantara III (Persero) menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas operasional sekaligus meminimalkan dampak lingkungan dan sosial yang kerap menyertai musim kemarau panjang.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Indonesia

Post navigation

Previous post
Next post

Recent Posts

  • Petugas LRT Jabodebek Gagalkan Upaya Pencurian Kabel Grounding di Stasiun Cawang
  • How Much Is Your Land Really Worth? A Philippine Tool Now Estimates It From BIR Values and Market Data
  • XRPPower Advances AI-Powered Digital Asset Services With a Focus on Smarter User Experience
  • VRITIMES เข้าร่วมงาน Cyber Revolution Summit Thailand 2026 ยกระดับการสื่อสารดิจิทัลสำหรับอุตสาหกรรมไซเบอร์เซคเคียวริตี้
  • City lockboxes to get the axe

Recent Comments

  1. Karma Focken on BRI Branch Office Otista dan BRINS Serahkan Simbolis Klaim Asuransi kepada Nasabah Terdampak Kebakaran
  2. A WordPress Commenter on Hello world!

Archives

  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023

Categories

  • Australia
  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Uncategorized
  • Vietnam
©2026 Asiadailies | WordPress Theme by SuperbThemes