Skip to content
Asiadailies
Asiadailies

Daily update from Asia

  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Vietnam
  • Australia
Asiadailies

Daily update from Asia

Hilirisasi Mineral Jadi Pilar Penguatan Ekonomi Nasional

Hilirisasi Mineral Jadi Pilar Penguatan Ekonomi Nasional

Tim Editor, 01/10/2026

JAKARTA — Selama bertahun-tahun, kekayaan mineral Indonesia lebih banyak diekspor dalam bentuk bahan mentah dengan nilai tambah terbatas. Pola tersebut membuat manfaat ekonomi yang dihasilkan belum optimal dalam mendukung penguatan struktur perekonomian nasional.

Melalui kebijakan hilirisasi, pemerintah mendorong pengolahan mineral di dalam negeri agar nilai tambah dapat dinikmati secara lebih luas. Kebijakan ini mulai menunjukkan hasil dengan meningkatnya peran sektor pertambangan tidak hanya sebagai penghasil komoditas, tetapi juga sebagai pemasok bahan baku strategis bagi industri manufaktur nasional.

Peran sektor pertambangan terhadap ekonomi nasional pun terus menunjukkan kontribusi yang signifikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor pertambangan dan penggalian menjadi salah satu kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada triwulan II 2026 dengan nilai mencapai Rp229,9 triliun atau setara 8,87 persen.

Transformasi tersebut tidak terlepas dari kebijakan pelarangan ekspor mineral mentah yang mendorong pelaku usaha untuk membangun fasilitas pengolahan di dalam negeri. Dengan demikian, komoditas tambang tidak lagi berhenti sebagai bahan mentah, melainkan berkembang menjadi produk antara yang memiliki nilai tambah lebih tinggi dan menjadi input penting bagi industri hilir.

Ketua Research Group on Energy Security for Sustainable Development Universitas Indonesia (RESSED UI) Ali Ahmudi menilai pengelolaan sumber daya alam, termasuk melalui hilirisasi, harus mampu memberikan manfaat ekonomi yang optimal bagi negara sebagaimana amanat Pasal 33 UUD 1945.

“Sebesar-besarnya manfaat dari kegiatan ekonomi yang memanfaatkan sumber daya alam, termasuk pertambangan, harus memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan, termasuk terhadap pemasukan negara, baik melalui pajak, bagi hasil, maupun mekanisme lainnya,” ujar Ali.

Dalam konteks tersebut, hilirisasi menjadi instrumen penting untuk memastikan peningkatan nilai tambah benar-benar berujung pada kontribusi ekonomi yang lebih besar. Proses ini menciptakan rantai nilai industri yang lebih panjang, memperluas aktivitas ekonomi, serta memperkuat ketahanan industri nasional.

Sebagai bagian dari ekosistem tersebut, Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID, menjalankan pengelolaan mineral secara terintegrasi bersama anggota holdingnya. Sepanjang 2025, MIND ID mencatat Generated Economic Value sebesar Rp185,16 triliun dan Distributed Economic Value sebesar Rp180,30 triliun yang disalurkan kepada negara, pekerja, mitra usaha, investor, dan masyarakat.

Kontribusi tersebut mencerminkan bagaimana pengelolaan sumber daya mineral yang terintegrasi mampu menciptakan nilai ekonomi yang mengalir ke berbagai sektor, sekaligus memperkuat peran industri pertambangan dalam mendukung perekonomian nasional.

Salah satu contoh konkret terlihat pada pengembangan ekosistem bauksit menjadi alumina dan aluminium. Melalui proses hilirisasi, komoditas bauksit yang sebelumnya memiliki nilai relatif rendah sekitar US$40 per metrik ton, dapat diolah menjadi aluminium dengan nilai mencapai sekitar US$3.400 per ton.

Produk aluminium tersebut memiliki peran strategis sebagai bahan baku utama bagi berbagai sektor industri, mulai dari konstruksi, transportasi, kelistrikan, hingga energi baru terbarukan seperti panel surya. Ketersediaan aluminium di dalam negeri tidak hanya meningkatkan stabilitas pasokan, tetapi juga membuka peluang efisiensi biaya serta memperkuat daya saing industri manufaktur nasional.

Ali menilai keberhasilan hilirisasi tidak hanya diukur dari peningkatan penerimaan negara, tetapi juga dari kemampuannya menciptakan basis industri baru serta memperluas dampak ekonomi bagi masyarakat.

Dengan arah kebijakan tersebut, sektor pertambangan diharapkan tidak lagi bergantung pada aktivitas ekstraksi semata yang dipengaruhi permintaan global, melainkan berkembang menjadi pilar penting industrialisasi nasional. Konsistensi dalam mendorong hilirisasi menjadi kunci agar kekayaan mineral Indonesia dapat terus memberikan nilai tambah dan kontribusi berkelanjutan bagi perekonomian.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Indonesia

Post navigation

Previous post
Next post

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA


Recent Posts

  • Jaring Antusiasme Menuju TEI 2026, Buyer dari 113 Negara dan 1.500 Exhibitor Siap Berpartisipasi
  • BRI Finance Hadir di Solo Run Fest 2026, Kenalkan Layanan Pembiayaan Kepada Masyarakat
  • PT Tracon Industri Tegaskan Komitmen Zero Fatality & Zero Waste, Kembali Dipercaya Dukung Turn Around Pabrik I Pusri Palembang
  • KALOG Express Beri Diskon Sebulan Penuh untuk Pengiriman ke Bandar Lampung
  • Hilirisasi Mineral Jadi Pilar Penguatan Ekonomi Nasional

Recent Comments

  1. Norvin Tinambacan on Carziqo Expands Autonomous Delivery Operations With A-DS Series Rollout in Phoenix
  2. Karma Focken on BRI Branch Office Otista dan BRINS Serahkan Simbolis Klaim Asuransi kepada Nasabah Terdampak Kebakaran
  3. A WordPress Commenter on Hello world!

Archives

  • October 2026
  • September 2026
  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023

Categories

  • Australia
  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Uncategorized
  • Vietnam
©2026 Asiadailies | WordPress Theme by SuperbThemes