Skip to content
Asiadailies
Asiadailies

Daily update from Asia

  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Vietnam
  • Australia
Asiadailies

Daily update from Asia

Harga Minyak WTI Tertekan Prospek Gencatan Senjata, Ini Analisis Dupoin Futures

Harga Minyak WTI Tertekan Prospek Gencatan Senjata, Ini Analisis Dupoin Futures

Tim Editor, 12/10/2026

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berpotensi melanjutkan pelemahan setelah gagal menembus area resistance US$90,14. Berdasarkan analisis teknikal Dupoin Futures, kegagalan tersebut diikuti pembentukan Swing High baru yang mengindikasikan meningkatnya tekanan jual setelah harga mengalami penguatan dalam tren sekunder.

Geraldo Kofit, analis Dupoin Futures, melihat kondisi teknikal tersebut membuka peluang terjadinya koreksi harga minyak. Dalam grafik harian, WTI berpotensi membentuk pola ABC Correction, yaitu pola koreksi yang dapat muncul setelah pergerakan harga mengalami kenaikan sebelumnya. Apabila tekanan bearish berlanjut, harga minyak berpeluang menguji area support US$86,82 hingga US$84,34.

Menurut analisis Dupoin Futures, level resistance US$90,14 menjadi area penting yang perlu diperhatikan untuk menilai kekuatan pergerakan harga selanjutnya. Kegagalan menembus resistance tersebut menunjukkan bahwa momentum kenaikan belum cukup kuat untuk membawa harga bergerak lebih tinggi. Selama harga masih berada di bawah area resistance, risiko koreksi tetap perlu diwaspadai.

Dari sisi fundamental, harga minyak WTI turut dipengaruhi perkembangan hubungan Rusia dan Ukraina. Harapan tercapainya gencatan senjata di sektor energi memunculkan kemungkinan meningkatnya pasokan minyak dan energi ke pasar. Jika risiko gangguan pasokan berkurang, ekspektasi ketersediaan energi yang lebih besar dapat menekan harga minyak mentah.

Pada perdagangan Senin, 12 Oktober 2026, harga WTI dilaporkan berada di sekitar US$90,55 per barel setelah mengalami penurunan. Meski demikian, perkembangan terkait gencatan senjata masih perlu dicermati karena pengumuman dan pelaksanaannya belum sepenuhnya memberikan kepastian. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar tetap memperhitungkan kemungkinan perubahan sentimen dalam waktu singkat.

Dupoin Futures juga menyoroti risiko geopolitik di Timur Tengah yang dapat membatasi penurunan harga minyak. Konflik regional dan laporan serangan terhadap kapal tanker di sekitar Selat Hormuz menimbulkan kekhawatiran terhadap kelancaran distribusi energi. Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis bagi perdagangan minyak global, sehingga gangguan di kawasan tersebut berpotensi meningkatkan kekhawatiran pasokan dan memicu kenaikan harga.

Situasi ini membuat pergerakan WTI menghadapi dua sentimen yang berlawanan. Di satu sisi, prospek gencatan senjata Rusia-Ukraina berpotensi mengurangi kekhawatiran pasokan dan memperkuat tekanan bearish. Di sisi lain, risiko gangguan distribusi minyak di Timur Tengah dapat menjadi faktor pendukung harga dan mendorong pemulihan apabila situasi memburuk.

Dalam analisis Dupoin Futures, skenario penurunan menuju US$86,82–US$84,34 perlu diperhatikan selama tekanan jual masih mendominasi dan harga belum mampu melewati resistance US$90,14. Namun, perkembangan geopolitik yang meningkatkan risiko pasokan dapat mengubah arah pergerakan harga dan melemahkan skenario koreksi tersebut.

Oleh sebab itu, Dupoin Futures menilai pemantauan level teknikal dan berita fundamental tetap penting dalam membaca prospek minyak WTI. Pelaku pasar perlu mencermati perkembangan Rusia-Ukraina, situasi di Timur Tengah, serta kondisi distribusi energi global karena kombinasi faktor tersebut dapat meningkatkan volatilitas harga minyak.

Analisis ini merupakan gambaran skenario pasar berdasarkan kondisi teknikal dan fundamental, bukan kepastian arah harga. Keputusan perdagangan tetap perlu mempertimbangkan risiko, volatilitas, serta perubahan informasi yang dapat memengaruhi pasar minyak mentah.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Indonesia

Post navigation

Previous post
Next post

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA


Recent Posts

  • Sanct Social’s Episode 6 puts a Malaysian daughter in the story, and shows what her mother sees when she calls
  • Friends on Sanct Social are added by meeting in person: Episode 6 follows one day in Jakarta with friends from Singapore and Malaysia
  • Harga Minyak WTI Tertekan Prospek Gencatan Senjata, Ini Analisis Dupoin Futures
  • Metranet Perkuat Ekosistem Digital Koperasi di Kabupaten Bogor melalui KoperasiGO
  • Prediksi XAUUSD Hari Ini, Dupoin Futures Pantau Sinyal Pembalikan Tren Emas

Recent Comments

  1. Norvin Tinambacan on Carziqo Expands Autonomous Delivery Operations With A-DS Series Rollout in Phoenix
  2. Karma Focken on BRI Branch Office Otista dan BRINS Serahkan Simbolis Klaim Asuransi kepada Nasabah Terdampak Kebakaran
  3. A WordPress Commenter on Hello world!

Archives

  • October 2026
  • September 2026
  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023

Categories

  • Australia
  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Uncategorized
  • Vietnam
©2026 Asiadailies | WordPress Theme by SuperbThemes