Skip to content
Asiadailies
Asiadailies

Daily update from Asia

  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Vietnam
  • Australia
Asiadailies

Daily update from Asia

Harga Emas Pekan Ini Diprediksi Rebound, Namun Tekanan Dolar AS Masih Jadi Tantangan

Harga Emas Pekan Ini Diprediksi Rebound, Namun Tekanan Dolar AS Masih Jadi Tantangan

Tim Editor, 29/05/2026

Pergerakan harga emas dunia pada pekan terakhir di bulan Mei diperkirakan masih akan bergerak dinamis dengan peluang penguatan sementara setelah tekanan jual yang cukup besar mulai mereda. Berdasarkan analisis Dupoin Futures yang disampaikan analisnya, Geraldo Kofit, pasangan XAU/USD saat ini mulai menunjukkan tanda-tanda rebound meskipun tren utama pasar masih perlu dicermati dengan hati-hati.

Dalam analisis teknikal pada timeframe daily, harga emas sebelumnya sempat mengalami penurunan tajam sebelum akhirnya berhasil membentuk area support kuat di level 4.368. Area tersebut dinilai menjadi titik penting karena mulai memunculkan respons beli dari pelaku pasar setelah tekanan bearish mendominasi perdagangan dalam beberapa waktu terakhir.

Menurut Geraldo Kofit, terbentuknya support tersebut menunjukkan bahwa pasar mulai menemukan area penahan penurunan harga. Kondisi ini membuka peluang bagi emas untuk mengalami kenaikan sementara atau secondary trend setelah sebelumnya berada dalam tekanan jual cukup agresif.

Sinyal penguatan juga terlihat dari munculnya pola candlestick bullish engulfing pada timeframe H4. Dalam analisis teknikal, pola tersebut sering dianggap sebagai salah satu tanda awal pembalikan arah harga dari bearish menuju bullish.

Pola bullish engulfing terbentuk ketika tekanan beli berhasil menguasai pasar setelah sebelumnya harga bergerak turun. Hal ini menunjukkan mulai munculnya optimisme pelaku pasar terhadap potensi kenaikan harga emas dalam jangka pendek.

Selain itu, indikator stochastic juga masih bergerak naik dan belum menunjukkan tanda pelemahan yang berarti. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa momentum kenaikan masih cukup terjaga sehingga peluang penguatan emas masih terbuka dalam beberapa hari ke depan.

Dalam proyeksi jangka pendek, area resistance yang menjadi perhatian pasar berada di level 4.616. Area tersebut dinilai cukup penting karena berdekatan dengan level Fibonacci Retracement 61,8 persen dari penurunan sebelumnya yang sering menjadi titik target rebound harga.

Jika momentum beli terus bertahan, maka harga emas berpotensi bergerak naik menuju area resistance tersebut. Namun, investor tetap perlu memperhatikan potensi tekanan jual yang sewaktu-waktu bisa kembali muncul.

Di sisi fundamental, harga emas masih menghadapi sejumlah tantangan yang dapat membatasi ruang kenaikan. Salah satu faktor utama yang masih menekan emas adalah kuatnya dolar Amerika Serikat dan tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury Yield.

Kondisi tersebut membuat investor lebih memilih instrumen investasi berbasis dolar AS yang dianggap memberikan imbal hasil lebih menarik dibandingkan emas. Sebagai aset non-yielding atau tidak memberikan bunga tetap, emas biasanya kurang diminati ketika suku bunga dan yield obligasi berada di level tinggi.

Selain itu, pasar juga masih memperkirakan Federal Reserve belum akan terburu-buru menurunkan suku bunga. Selama data ekonomi Amerika Serikat, terutama inflasi dan tenaga kerja, masih menunjukkan kondisi yang solid, maka peluang suku bunga tinggi bertahan lebih lama akan semakin besar.

Ekspektasi tersebut terus menjadi sentimen negatif bagi pergerakan harga emas dalam beberapa waktu terakhir. Penguatan dolar AS yang dipicu oleh kebijakan suku bunga tinggi juga membuat harga emas menjadi relatif lebih mahal bagi investor global.

Di sisi lain, kondisi pasar global yang relatif stabil turut mengurangi permintaan terhadap aset safe haven seperti emas. Banyak investor saat ini lebih memilih aset berisiko seperti saham karena dianggap memiliki peluang keuntungan yang lebih besar.

Meski begitu, peluang rebound harga emas masih tetap terbuka selama tekanan jual tidak kembali mendominasi pasar secara agresif. Pelaku pasar juga masih menunggu berbagai data ekonomi penting yang dapat memengaruhi arah kebijakan Federal Reserve ke depan.

Secara keseluruhan, harga emas pekan ini diperkirakan masih memiliki peluang bergerak naik dalam jangka pendek setelah berhasil membentuk support kuat dan didukung sinyal teknikal bullish. Namun, tekanan dari kuatnya dolar AS serta kebijakan suku bunga tinggi Amerika Serikat masih menjadi faktor utama yang perlu diperhatikan investor.

Karena itu, area resistance 4.616 menjadi level penting yang akan dipantau pasar dalam beberapa hari ke depan. Jika berhasil ditembus, peluang penguatan lanjutan bisa semakin terbuka. Sebaliknya, jika gagal bertahan, emas berpotensi kembali bergerak melemah mengikuti tren utamanya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Indonesia

Post navigation

Previous post
Next post

Recent Posts

  • Menguatkan Semangat Kemanusiaan, NHM Menerjunkan Tim ERT Bantu Warga Terdampak Gempa M7,7 di Manggarai NTT
  • Spasium Ungkap Alasan Banyak Sculpture Arsitektural Gagal Diwujudkan
  • Sambut HUT ke-81 RI, BRI BO Pantai Indah Kapuk Semarakkan Kantor dengan Dekorasi Nuansa Merah Putih
  • Perkenalkan Layanan KA YIA PSO, KAI Bandara Kembali Hadirkan “Teman Istimewa” Bersama Difabelzone
  • Harga Emas Masih Volatil, Dupoin Futures Soroti Risiko Koreksi XAU/USD

Recent Comments

  1. Karma Focken on BRI Branch Office Otista dan BRINS Serahkan Simbolis Klaim Asuransi kepada Nasabah Terdampak Kebakaran
  2. A WordPress Commenter on Hello world!

Archives

  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023

Categories

  • Australia
  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Uncategorized
  • Vietnam
©2026 Asiadailies | WordPress Theme by SuperbThemes