Skip to content
Asiadailies
Asiadailies

Daily update from Asia

  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Vietnam
  • Australia
Asiadailies

Daily update from Asia

Harga Emas Naik ke Rekor Tertinggi Baru, Sentimen Global Dorong Reli Berlanjut

Harga Emas Naik ke Rekor Tertinggi Baru, Sentimen Global Dorong Reli Berlanjut

Tim Editor, 16/10/202512/08/2026

Harga emas (XAU/USD) terus menunjukkan penguatan impresif setelah mencatat kenaikan selama empat hari berturut-turut dan menembus rekor baru di $4.218 per troy ons pada perdagangan Rabu (15/10). Lonjakan harga ini mencerminkan meningkatnya permintaan terhadap aset safe-haven di tengah ketegangan geopolitik, perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok, serta ekspektasi pasar terhadap kebijakan pelonggaran moneter Federal Reserve (The Fed).

Menurut Andy Nugraha, Analis Dupoin Futures Indonesia, tren teknikal emas masih sepenuhnya dikuasai pembeli. “Struktur candlestick dan indikator Moving Average memperlihatkan sinyal penguatan yang konsisten. Jika momentum bullish ini berlanjut, XAU/USD berpotensi menguji area $4.275, sementara area $4.177 menjadi batas bawah yang harus dijaga agar tren kenaikan tetap valid,” jelas Andy.

Perdagangan emas pada awal sesi Asia, Kamis (16/10), dibuka dengan penguatan tipis di sekitar $4.210, mendekati level tertinggi sepanjang masa. Sentimen pasar masih didominasi oleh optimisme terhadap pemangkasan suku bunga The Fed yang kini semakin dekat. Dalam pidatonya, Ketua The Fed Jerome Powell menekankan bahwa perlambatan signifikan dalam perekrutan tenaga kerja dapat menjadi risiko bagi ekonomi AS, membuka peluang bagi bank sentral untuk memangkas suku bunga utama sebanyak dua kali lagi pada tahun ini.

Data LSEG menunjukkan pasar memperkirakan probabilitas 98% untuk pemangkasan 25 basis poin (bp) pada pertemuan bulan Oktober, serta pemangkasan kedua di Desember. Suku bunga yang lebih rendah secara historis mendukung harga emas karena menurunkan imbal hasil dolar AS dan meningkatkan minat terhadap aset tanpa yield seperti logam mulia.

Sementara itu, ketegangan dagang antara AS dan Tiongkok kembali memanas. Washington dan Beijing dikabarkan akan mengenakan biaya pelabuhan tambahan terhadap kapal-kapal yang mengangkut kargo antar kedua negara mulai 14 Oktober. Kebijakan ini dikhawatirkan akan meningkatkan biaya logistik dan memperlambat arus perdagangan global. Ketidakpastian tersebut mendorong investor untuk beralih ke aset aman, memperkuat reli emas di pasar global.

“Setiap kali hubungan dagang AS–Tiongkok memanas, harga emas cenderung melonjak karena investor mencari perlindungan dari risiko makroekonomi,” ujar Andy Nugraha. “Kondisi saat ini memperkuat posisi emas sebagai instrumen hedge di tengah gejolak ekonomi dunia.”

Di sisi lain, pasar juga menantikan serangkaian pernyataan pejabat The Fed seperti Michael Barr, Stephen Miran, Christopher Waller, dan Michelle Bowman yang dijadwalkan berbicara pada Kamis ini. Pernyataan mereka akan menjadi acuan baru untuk membaca arah kebijakan moneter AS ke depan. Namun, jika pernyataan tersebut bernada hawkish, dolar AS berpotensi menguat sementara dan memberikan tekanan korektif pada harga emas.

Selain itu, The Fed juga dijadwalkan akan menerima pembaruan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada 24 Oktober. Data inflasi ini akan menjadi indikator utama yang menentukan apakah bank sentral akan tetap melanjutkan sikap dovish-nya atau berbalik arah ke kebijakan yang lebih ketat.

Saat ini, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun ke 4,048%, sementara imbal hasil riil yang sering bergerak berlawanan arah dengan harga emas melemah ke 1,708%. Kondisi ini memperkuat sinyal bahwa permintaan terhadap aset berisiko rendah masih tinggi di tengah ketidakpastian global.

Secara keseluruhan, tren emas jangka pendek masih positif dengan potensi kenaikan lanjutan selama harga bertahan di atas area $4.177. Level $4.275 menjadi target berikutnya, seiring ekspektasi pemangkasan suku bunga dan meningkatnya tensi geopolitik. Namun, Andy Nugraha menegaskan pentingnya kehati-hatian. “Volatilitas tinggi bisa memicu koreksi tajam kapan saja. Trader harus menjaga manajemen risiko yang disiplin dan tidak terpancing euforia pasar,” tegasnya.

Dengan kombinasi katalis global yang kuat mulai dari perang dagang, potensi pemangkasan suku bunga, hingga pelemahan dolar AS emas masih berpeluang melanjutkan reli ke level tertinggi berikutnya. Namun, pasar diperkirakan tetap fluktuatif menjelang pernyataan pejabat The Fed dan rilis data inflasi akhir bulan ini.

Indonesia

Post navigation

Previous post
Next post

Recent Posts

  • Kedutaan Besar India Gelar Sesi Interaktif Bersama Indiaspora, Jelajahi Koneksi Baru dengan Diaspora India di Indonesia
  • Tren Side Income Makin Populer, Futures Trading Jadi Salah Satu Pilihan di Era Digital
  • Kenali Anjing Labrador dari Karakter, Sifat, Sampai Cara Merawatnya
  • Merdeka Sehat untuk Semua, PT PSL Berikan Pemeriksaan Kesehatan bagi 200 Lansia dan Anak di Jakarta Utara
  • Asia CEO Community Malaysia Enters a New Chapter

Recent Comments

  1. Karma Focken on BRI Branch Office Otista dan BRINS Serahkan Simbolis Klaim Asuransi kepada Nasabah Terdampak Kebakaran
  2. A WordPress Commenter on Hello world!

Archives

  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023

Categories

  • Australia
  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Uncategorized
  • Vietnam
©2026 Asiadailies | WordPress Theme by SuperbThemes