Skip to content
Asiadailies
Asiadailies

Daily update from Asia

  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Vietnam
  • Australia
Asiadailies

Daily update from Asia

Harga Emas di Tengah Penundaan Tarif dan Fokus Kebijakan The Fed

Harga Emas di Tengah Penundaan Tarif dan Fokus Kebijakan The Fed

Tim Editor, 09/07/202512/08/2026

Harga emas (XAU/USD) menunjukkan tekanan jual menjelang pembukaan pasar Selasa (8/7) pagi, setelah kabar penundaan penerapan tarif impor timbal balik oleh pemerintahan Presiden AS Donald Trump. Awalnya dijadwalkan berlaku pada 9 Juli, tarif baru kini baru akan diterapkan pada 1 Agustus. Penundaan ini sementara meredam minat beli logam mulia, sekaligus meningkatkan daya tarik Dolar AS di tengah likuiditas yang menyusut sebelum libur perayaan Hari Kemerdekaan.

Dari sisi teknikal, analis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha mencatat bahwa meski harga sempat terkoreksi, sinyal bullish perlahan mulai muncul kembali. Pola candlestick terbaru memperlihatkan rangkaian higher low dan higher high, sementara Moving Average jangka pendek menunjukkan kecenderungan menanjak melewati garis MA jangka menengah. Menurut Andy, pergerakan ini menandakan bahwa tekanan beli sedang membangun landasan, kendati sentimen pasar tetap dikendalikan oleh ketidakpastian geopolitik dan kebijakan moneter global.

Proyeksi pergerakan harian menunjukkan bahwa apabila tekanan bearish berlanjut, XAU/USD bisa terdorong menuju level support di sekitar US$ 3.276 per troy ounce. Namun, andai harga gagal menembus batas bawah tersebut dan justru memantul, prospek rebound menuju US$ 3.343 terbuka lebar. Trader disarankan untuk menggunakan kedua level ini sebagai acuan titik masuk maupun keluar posisi, sembari mencermati indikator teknikal untuk konfirmasi sinyal.

Sementara itu, kebijakan perdagangan AS kembali menjadi sorotan pasar setelah Trump menandatangani perintah eksekutif yang menunda bea tambahan pada impor, memberi jeda bagi mitra dagang seperti Jepang, yang akan dikenakan tarif 25%, dan Korea Selatan sebesar 30%. Penundaan ini, meski tidak secara resmi disebut jeda 90 hari, memberikan kesempatan bagi negara-negara terkait untuk merundingkan ulang syarat dagang dan mengurangi risiko sengketa yang lebih luas.

Kondisi risk-on mulai terasa di aset-aset berisiko, menekan permintaan terhadap safe-haven seperti emas. Indeks Dolar AS (DXY) sempat terkoreksi dari puncak mingguan 97,66 ke kisaran 97,35, namun kembali menguat saat pelaku pasar memproses data ekonomi terbaru dan pernyataan dari pejabat Federal Reserve. Penguatan Dolar ini semakin menahan laju kenaikan emas, karena emas yang dihargai dalam Greenback menjadi relatif lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

Investor kini membidik publikasi risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) periode Juni yang akan keluar Rabu (9/7). Dokumen tersebut diyakini akan mengungkapkan argumen para pembuat kebijakan dalam memutuskan untuk mempertahankan suku bunga antara 4,25%–4,50%, atau membuka pintu bagi pelonggaran lebih lanjut. Selain itu, data Produksi Industri Jerman per Mei yang tumbuh 1,2% juga menambah optimisme pemulihan ekonomi Eropa, sekaligus menambah tekanan pada logam mulia dalam persaingan dengan aset-aset berimbal hasil.

Dengan memadukan gambaran teknikal yang menunjukkan potensi pembalikan harga, situasi perdagangan internasional yang dinamis, serta kebijakan moneter yang masih menunggu sinyal kuat, prediksi harga emas pada hari ini bergerak di rentang US$ 3.276 hingga US$ 3.343. Pelaku pasar dianjurkan untuk secara aktif memantau setiap rilis data dan perkembangan geopolitik, mengingat fluktuasi yang bisa meningkat seiring berjalannya pekan.

Indonesia

Post navigation

Previous post
Next post

Recent Posts

  • Area Sudirman Semanggi Raih Juara 1 Sportartcular BRI Region 6 Cabang Voli
  • VRITIMES Kenalkan Pendekatan PR Modern untuk SEO dan AI Search di Indonesia Retail Summit & Expo 2026
  • Transportasi Perkotaan untuk Masa Depan dan Lingkungan
  • Bitcoin Menuju US$100.000? BlackRock Dorong Lebih dari US$5 Miliar BTC Masuk ETF
  • Perkuat Ekosistem Keuangan Syariah, Prudential Syariah Dukung OJK dalam Expo Keuangan dan Seminar Syariah (EKSiS) 2026

Recent Comments

  1. Karma Focken on BRI Branch Office Otista dan BRINS Serahkan Simbolis Klaim Asuransi kepada Nasabah Terdampak Kebakaran
  2. A WordPress Commenter on Hello world!

Archives

  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023

Categories

  • Australia
  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Uncategorized
  • Vietnam
©2026 Asiadailies | WordPress Theme by SuperbThemes