Skip to content
Asiadailies
Asiadailies

Daily update from Asia

  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Vietnam
  • Australia
Asiadailies

Daily update from Asia

Emas Masih di Jalur Penguatan, Kombinasi Sentimen Safe-Haven dan Sinyal Teknikal Buka Peluang Menuju .220

Emas Masih di Jalur Penguatan, Kombinasi Sentimen Safe-Haven dan Sinyal Teknikal Buka Peluang Menuju $5.220

Tim Editor, 23/02/2026

Harga emas dunia menunjukkan kecenderungan melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini, didorong oleh kombinasi sentimen fundamental dan sinyal teknikal yang mendukung tren kenaikan. Berdasarkan analisis harian oleh Andy Nugraha selaku analis Dupoin Futures mengungkapkan bahwa lonjakan harga emas yang terjadi baru-baru ini dipicu oleh perlambatan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat dan meningkatnya tekanan inflasi. Data terbaru dari Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi Inti (Core PCE), yang merupakan indikator inflasi utama Federal Reserve, menunjukkan bahwa inflasi telah melampaui level 3%, memperkuat daya tarik emas sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi. Pada akhir pekan lalu, harga emas tercatat menguat lebih dari 1% dan diperdagangkan di sekitar $5.065 per troy ounce setelah sebelumnya sempat menyentuh level terendah harian di kisaran $4.981, menandakan adanya rebound yang cukup kuat.

Memasuki sesi perdagangan Asia pada awal pekan, harga emas masih mempertahankan momentum positif dengan bergerak mendekati level $5.095. Kenaikan ini didukung oleh meningkatnya ketidakpastian global, terutama setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memberlakukan tarif impor baru yang memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi konflik perdagangan internasional. Kebijakan tersebut meningkatkan minat investor terhadap aset safe-haven seperti emas, yang secara historis cenderung diminati saat kondisi ekonomi dan geopolitik tidak stabil. Selain itu, ketegangan geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran juga turut memperkuat permintaan emas, meskipun adanya peluang negosiasi antara kedua negara sedikit menahan laju kenaikan agar tidak terlalu tajam.

Dari sisi ekonomi makro, perlambatan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat menjadi salah satu faktor utama yang mendukung penguatan harga emas. Produk Domestik Bruto (PDB) AS pada kuartal keempat tahun 2025 tercatat hanya tumbuh 1,4% secara tahunan, jauh lebih rendah dibandingkan pertumbuhan kuartal sebelumnya yang mencapai 4,4% dan juga di bawah ekspektasi pasar. Kondisi ini mengindikasikan bahwa aktivitas ekonomi mulai mengalami perlambatan, yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan moneter Federal Reserve ke depan. Di sisi lain, inflasi yang masih menunjukkan peningkatan membuat bank sentral berada dalam posisi yang cukup kompleks, karena kebutuhan untuk menekan inflasi harus diseimbangkan dengan upaya menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi. Situasi ini menciptakan ketidakpastian yang pada akhirnya memberikan dukungan tambahan bagi harga emas.

Menurut Andy Nugraha, kondisi fundamental yang ada saat ini masih memberikan peluang bagi emas untuk mempertahankan tren positifnya. Selain faktor fundamental, indikator teknikal juga menunjukkan sinyal yang sejalan dengan potensi penguatan lebih lanjut. Pola candlestick yang terbentuk mengindikasikan dominasi tekanan beli, sementara indikator Moving Average memperlihatkan bahwa tren naik masih solid dan belum menunjukkan tanda-tanda pembalikan arah. Selama harga emas mampu bertahan di atas level support penting, peluang untuk melanjutkan kenaikan masih terbuka lebar.

Untuk proyeksi pergerakan jangka pendek, Dupoin Futures memperkirakan bahwa jika momentum bullish tetap terjaga, harga emas berpotensi naik menuju level resistance berikutnya di sekitar $5.220 per troy ounce. Level ini menjadi target penting yang dapat diuji dalam waktu dekat apabila sentimen positif terus mendominasi pasar. Namun demikian, risiko koreksi tetap perlu diwaspadai, terutama jika terjadi aksi ambil untung atau perubahan sentimen pasar. Jika harga mengalami tekanan dan gagal melanjutkan kenaikan, maka level support terdekat yang perlu diperhatikan berada di kisaran $5.004, yang berpotensi menjadi area penopang harga.

Secara keseluruhan, prospek harga emas dalam jangka pendek masih menunjukkan kecenderungan bullish, didukung oleh kombinasi faktor ekonomi global, inflasi yang meningkat, serta ketidakpastian geopolitik yang belum mereda. Emas tetap menjadi pilihan utama bagi investor yang mencari perlindungan nilai di tengah kondisi pasar yang tidak menentu. Meski demikian, pergerakan harga emas tetap akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan data ekonomi Amerika Serikat serta arah kebijakan Federal Reserve, sehingga pelaku pasar disarankan untuk tetap memantau dinamika tersebut guna mengantisipasi potensi perubahan tren di masa mendatang.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Indonesia

Post navigation

Previous post
Next post

Recent Posts

  • TRIBE Bali Legian Hadir di Pesisir Bali yang Dinamis dengan Konsep “Social Served Daily“
  • Mobilitas Wisata Makin Beragam, LRT Jabodebek Hadirkan Konektivitas melalui Integrasi Antarmoda
  • Kolaborasi Amagra Bersama Aminoto Kosin dan Irvnat Lewat Butterflies, Sebuah Perjalanan Emosi dalam Debut Album Terbaru
  • BRI Insurance dan Bank Bengkulu Perkuat Sinergi Strategis melalui Perlindungan Aset BPD Bengkulu
  • Do Long Opens a New Bridal Chapter with The Prime at Vietnam Wedding Week 2026

Recent Comments

  1. Karma Focken on BRI Branch Office Otista dan BRINS Serahkan Simbolis Klaim Asuransi kepada Nasabah Terdampak Kebakaran
  2. A WordPress Commenter on Hello world!

Archives

  • September 2026
  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023

Categories

  • Australia
  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Uncategorized
  • Vietnam
©2026 Asiadailies | WordPress Theme by SuperbThemes