Skip to content
Asiadailies
Asiadailies

Daily update from Asia

  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Vietnam
  • Australia
Asiadailies

Daily update from Asia

Emas  Masih Bullish, Pasar Waspadai Potensi Koreksi Jelang Keputusan The Fed

Emas Masih Bullish, Pasar Waspadai Potensi Koreksi Jelang Keputusan The Fed

Tim Editor, 10/10/202512/08/2026

Harga emas (XAUUSD) global terus mempertahankan momentum kenaikannya di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik dunia. Tren bullish logam mulia ini didorong oleh meningkatnya permintaan aset safe-haven, ekspektasi pelonggaran moneter oleh Federal Reserve (The Fed), serta kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi global. Namun, meski tren penguatan masih kuat, para pelaku pasar diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi koreksi jangka pendek.

Menurut Andy Nugraha, Analis Dupoin Futures Indonesia,  , pergerakan teknikal emas (XAU/USD) masih menunjukkan kecenderungan naik yang solid. “Kombinasi candlestick dan Moving Average memperlihatkan tekanan beli yang masih dominan. Selama harga bertahan di atas area support penting, peluang kenaikan menuju $4.100 per troy ons masih terbuka,” ujar Andy.
Namun ia juga menambahkan, “Jika harga mengalami pembalikan arah dan menembus level kunci di $3.714, koreksi menuju area $3.628 berpotensi terjadi dalam jangka pendek.”

Fenomena ‘emas fever’ kini mulai terlihat di pasar Asia, terutama di Tiongkok, di mana investor ritel menghadapi dilema antara membeli di harga tinggi atau menunggu koreksi. Meningkatnya minat ritel menunjukkan keyakinan pasar terhadap potensi penguatan lanjutan, meskipun sebagian pelaku pasar menilai harga saat ini sudah terlalu tinggi untuk entry baru tanpa risiko yang signifikan.

Dari sisi fundamental, faktor utama yang menopang reli emas adalah meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed. Beberapa pejabat The Fed mengisyaratkan bahwa pelonggaran moneter mungkin diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah tanda-tanda perlambatan pertumbuhan. Penurunan suku bunga akan menekan nilai dolar AS serta menurunkan imbal hasil obligasi, dua kondisi yang secara historis memperkuat harga emas.

Selain kebijakan moneter, ketegangan geopolitik global juga turut menjadi katalis penting bagi reli harga emas. Konflik berkepanjangan di Timur Tengah serta perang antara Rusia dan Ukraina mendorong arus modal menuju aset safe-haven. Di sisi lain, kondisi politik dan fiskal di AS yang tidak menentu—terutama potensi penutupan pemerintah (shutdown)—menambah kekhawatiran pasar dan memperkuat permintaan terhadap logam mulia ini.

Bank sentral di berbagai negara juga memperlihatkan peningkatan akumulasi emas sebagai bagian dari diversifikasi cadangan devisa mereka. Langkah ini menjadi sinyal bahwa emas kembali dianggap sebagai instrumen lindung nilai utama terhadap risiko inflasi dan ketidakpastian kebijakan fiskal global.

Meski demikian, volatilitas tetap tinggi. Jika data ekonomi AS—seperti inflasi dan pasar tenaga kerja—menunjukkan hasil yang lebih kuat dari perkiraan, The Fed dapat menunda pemangkasan suku bunga. Dalam skenario tersebut, dolar AS kemungkinan akan menguat kembali dan menekan harga emas di pasar global.

Secara teknikal, XAU/USD saat ini berada dalam fase konsolidasi ringan setelah reli yang cukup panjang. Level $3.714 masih menjadi batas psikologis penting bagi arah pergerakan jangka pendek. Selama harga bertahan di atas level tersebut, tren bullish tetap dominan dengan potensi menguji resistensi di $4.100. Namun jika terjadi penurunan di bawahnya, koreksi cepat menuju $3.628 bisa terjadi sebagai bagian dari pergerakan sehat sebelum potensi rebound baru.

Menurut Andy Nugraha, disiplin menjadi kunci utama dalam kondisi pasar seperti saat ini. “Trader perlu memperhatikan keseimbangan antara potensi upside dan risiko koreksi. Momentum masih berpihak pada buyer, tapi fase euforia ini harus diimbangi dengan strategi manajemen risiko yang ketat,” tegasnya.

Dengan kombinasi ekspektasi penurunan suku bunga, ketegangan geopolitik, dan meningkatnya minat investor global, harga emas masih berpotensi melanjutkan tren naiknya. Namun, para pelaku pasar sebaiknya tidak terlena—karena di balik reli kuat, potensi koreksi teknikal bisa muncul kapan saja sebagai bentuk penyesuaian pasar sebelum reli berikutnya dimulai.

Indonesia

Post navigation

Previous post
Next post

Recent Posts

  • Kenali Anjing Labrador dari Karakter, Sifat, Sampai Cara Merawatnya
  • Merdeka Sehat untuk Semua, PT PSL Berikan Pemeriksaan Kesehatan bagi 200 Lansia dan Anak di Jakarta Utara
  • Asia CEO Community Malaysia Enters a New Chapter
  • จากไอดอลสู่ First Face: โมเมนต์แฟชั่นของ Dylan เพิ่งเริ่มต้นเท่านั้น
  • DO LONG เปิดบทใหม่ของแฟชั่นเจ้าสาว กับ The Prime บนเวที Vietnam Wedding Week 2026

Recent Comments

  1. Karma Focken on BRI Branch Office Otista dan BRINS Serahkan Simbolis Klaim Asuransi kepada Nasabah Terdampak Kebakaran
  2. A WordPress Commenter on Hello world!

Archives

  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023

Categories

  • Australia
  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Uncategorized
  • Vietnam
©2026 Asiadailies | WordPress Theme by SuperbThemes