Skip to content
Asiadailies
Asiadailies

Daily update from Asia

  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Vietnam
  • Australia
Asiadailies

Daily update from Asia

Emas Bangkit Kuat Pasca Koreksi, Peluang Kenaikan Masih Terbuka di Tengah Gejolak Global

Emas Bangkit Kuat Pasca Koreksi, Peluang Kenaikan Masih Terbuka di Tengah Gejolak Global

Tim Editor, 04/02/2026

Harga emas dunia kembali menunjukkan performa impresif pada perdagangan hari ini, menandai fase pemulihan yang signifikan setelah tekanan jual tajam yang terjadi pekan lalu. Logam mulia dengan simbol XAU/USD tersebut tercatat melonjak lebih dari 5% pada Selasa, didorong oleh masuknya kembali minat beli setelah harga terkoreksi dari level tertinggi sepanjang masa di kisaran $5.600. Pada perdagangan terkini, emas bergerak stabil di area $4.980–$4.985, mencerminkan keberhasilan pasar mempertahankan momentum pemulihan usai sempat menyentuh level terendah hampir empat minggu di sekitar $4.402.

Analis Dupoin Futures, Andy Nugraha, menilai bahwa pergerakan emas saat ini menunjukkan penguatan tren naik secara teknikal. Berdasarkan pengamatan terhadap formasi candlestick dan indikator Moving Average, struktur harga XAU/USD mengindikasikan dominasi buyer yang semakin solid. Kembalinya harga emas ke atas area support kunci menjadi sinyal penting bahwa koreksi sebelumnya bersifat sementara dan tidak mengubah arah tren utama. Dalam proyeksinya, Andy Nugraha menyebutkan bahwa apabila tekanan bullish mampu dipertahankan, harga emas berpeluang melanjutkan penguatan menuju level $5.239. Meski demikian, risiko koreksi tetap perlu diperhatikan, terutama jika harga gagal melanjutkan kenaikan, dengan potensi penurunan jangka pendek mengarah ke area $4.899.

Dari sisi fundamental, sentimen global kembali memainkan peran krusial dalam menopang harga emas. Pada sesi awal perdagangan Asia hari Rabu, XAU/USD diperdagangkan di zona positif seiring meningkatnya permintaan terhadap aset safe-haven. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi salah satu faktor utama, menyusul laporan bahwa militer Amerika Serikat menembak jatuh drone Iran yang mendekati kapal induk USS Abraham Lincoln di Laut Arab. Insiden ini terjadi di tengah situasi politik yang memanas, di mana Presiden AS Donald Trump disebut tengah mempertimbangkan langkah militer terhadap Iran.

Kondisi tersebut memperkuat daya tarik emas sebagai instrumen lindung nilai, terutama ketika ketidakpastian geopolitik berpotensi meningkat sewaktu-waktu. Pasar juga terus mencermati perkembangan diplomatik antara AS dan Iran. Permintaan Iran agar pembicaraan dilakukan di Oman serta dibatasi pada isu nuklir menambah kompleksitas negosiasi. Meski demikian, muncul sinyal meredanya ketegangan setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan kesiapan untuk melakukan dialog yang adil dengan Amerika Serikat, seiring rencana pengiriman utusan senior kedua negara untuk pembicaraan lanjutan.

Di sisi lain, faktor kebijakan moneter Amerika Serikat menjadi penyeimbang bagi laju kenaikan emas. Penunjukan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve dipersepsikan pasar sebagai langkah hawkish, yang berpotensi mempertahankan suku bunga pada level tinggi lebih lama. Kondisi ini cenderung membatasi ruang kenaikan emas, mengingat suku bunga tinggi mengurangi daya tarik aset tanpa imbal hasil seperti emas. Meski demikian, berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar masih memperkirakan peluang penurunan suku bunga pada pertemuan Juni mendatang berada di kisaran 66%, yang dapat kembali memberikan dukungan bagi harga emas jika terealisasi.

Selain faktor geopolitik dan moneter, sentimen pasar juga dipengaruhi oleh perkembangan hubungan dagang global. Kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat dan India, yang mencakup penurunan tarif serta peningkatan komitmen pembelian produk AS, turut menciptakan dinamika baru dalam pasar keuangan global.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures memandang bahwa prospek pergerakan emas dalam jangka pendek masih cenderung positif. Kombinasi sinyal teknikal yang menguat dan ketidakpastian global menjadikan emas tetap atraktif bagi investor. Namun, pelaku pasar diimbau untuk tetap waspada terhadap volatilitas, mengingat perubahan sentimen geopolitik dan arah kebijakan The Fed akan sangat menentukan pergerakan harga emas ke depan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Indonesia

Post navigation

Previous post
Next post

Recent Posts

  • Amid Historic Flooding, ASSIST and Corporate Partners Push Forward on Watershed and Wetland Conservation Across Luzon
  • Keyfield Announces USD24.7 Million Acquisition Of Inai Kenanga, One Of Asia’s Mega Trailing Suction Hopper Dredgers
  • Philippine Poultry Show & ILDEX Philippines 2026 Spotlights Growth Opportunities in the Philippine Livestock and Poultry Market
  • เบื้องหลังยักษ์ใหญ่ 38 ล้านเครื่องต่อปี TCL เผยโฉม Smart Factory โรงงาน AI ผลิตตลอด 24/7 ตอกย้ำคุณภาพระดับโลกที่ลูกค้ามั่นใจ
  • Baguio Students Build Skyscrapers Out of Spaghetti in Latest STEM Discovery Program

Recent Comments

  1. Karma Focken on BRI Branch Office Otista dan BRINS Serahkan Simbolis Klaim Asuransi kepada Nasabah Terdampak Kebakaran
  2. A WordPress Commenter on Hello world!

Archives

  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023

Categories

  • Australia
  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Uncategorized
  • Vietnam
©2026 Asiadailies | WordPress Theme by SuperbThemes