Skip to content
Asiadailies
Asiadailies

Daily update from Asia

  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Vietnam
  • Australia
Asiadailies

Daily update from Asia

Dubes India Resmikan Disso Asia 2025: Menuju Kemandirian Farmasi Melalui Kolaborasi Ilmiah

Dubes India Resmikan Disso Asia 2025: Menuju Kemandirian Farmasi Melalui Kolaborasi Ilmiah

Tim Editor, 30/07/202512/08/2026

Jakarta, 30 Juli 2025 — Disso Asia 2025 yang digelar di kantor pusat Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI), Jakarta, Indonesia, Selasa (29/7), menjadi tonggak penting dalam memperkuat kerja sama ilmiah dan strategis antara India dan Indonesia di bidang farmasi. Diinisiasi oleh Society for Pharmaceutical Dissolution Science (SPDS) dan didukung oleh FIP, simposium internasional ini membawa misi besar: memperkuat kapasitas Indonesia menuju kemandirian farmasi — dengan India sebagai mitra utama.

India: Mitra Strategis di Tengah Ketergantungan

Lebih dari 94% bahan baku obat di Indonesia masih diimpor, dan sebagian besar di antaranya berasal dari India. Hal ini menjadikan India bukan sekadar mitra dagang, tetapi juga mitra strategis dalam membangun ekosistem farmasi yang berdaya saing dan berdaulat. Kehadiran regulator utama dari kedua negara serta jajaran industri dan akademisi menandai keseriusan kedua belah pihak dalam melangkah ke arah kolaborasi yang lebih mendalam.

Image

Dalam sambutannya, Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, menegaskan komitmen India dalam mendukung transformasi farmasi Indonesia. “Saya yakin, jika ada satu negara yang paling siap menjadi mitra Indonesia dalam perjalanan menuju kemandirian farmasi, itu adalah India,” tegasnya. Ia juga menyatakan kesiapan India untuk berbagi teknologi, ilmu pengetahuan, dan investasi dengan Indonesia — mencerminkan komitmen tingkat tinggi dari pemerintah India.

Ilmu sebagai Titik Awal Kolaborasi

Image

Tidak seperti banyak kerja sama yang berangkat dari motif bisnis, kolaborasi India–Indonesia dalam forum ini dimulai dari pendekatan ilmiah. Hal ini ditegaskan oleh Dr. Rajeev Raghuvanshi, Drugs Controller General of India (DCGI), yang datang langsung dari New Delhi. Dalam paparannya, ia menyampaikan: “Ilmu pengetahuan adalah argumen paling meyakinkan. Forum ini adalah forum ilmiah, dan kami hadir untuk membangun kapasitas regulasi serta memperkuat rasa saling percaya.”

Dr. Raghuvanshi juga menegaskan kesiapan pemerintah India dalam mendukung Indonesia melalui pelatihan teknis, penguatan sistem regulasi, dan mekanisme evaluasi bersama untuk mempercepat proses registrasi produk farmasi.

Kehadiran yang Membawa Komitmen

Image

Simposium ini turut dihadiri oleh Prof. Dr. Taruna Ikrar, Kepala BPOM RI, yang menyampaikan pidato kunci yang penuh visi dan semangat. Ia menyatakan bahwa forum ini merupakan langkah awal yang krusial untuk mewujudkan target penurunan ketergantungan impor bahan baku farmasi dari 94% menjadi di bawah 50%. “Kami percaya bahwa India, dengan kekuatan industrinya, dapat menjadi mitra yang membawa dampak nyata dalam perjalanan menuju kemandirian ini,” tegasnya.

Dukungan Nyata dari Kedutaan Besar India

Selain dukungan di bidang regulasi dan sains, Kedutaan Besar India juga membuka peluang pendidikan lanjutan dan pertukaran pelajar di bidang farmasi dan ilmu kesehatan. Menjawab pertanyaan dari peserta simposium, Dubes Chakravorty menyatakan: “Kami menawarkan program doktoral, beasiswa, dan pelatihan jangka pendek. Silakan hubungi kami — kami siap memfasilitasi dan mendukung secara langsung.”

Masa Depan Kolaborasi: Dari MoU hingga Aksi Nyata

Image

Dalam sesi penutupnya, Prof. Ikrar menyampaikan bahwa Indonesia dan India tengah menyusun nota kesepahaman (MoU) yang akan mencakup harmonisasi monografi, kolaborasi dalam pengembangan standar referensi nasional, serta pelatihan bersama bagi regulator dan industri farmasi. Tujuannya jelas: mempercepat proses sertifikasi dan meningkatkan efisiensi dalam pengembangan serta distribusi obat di Indonesia.

Disso Asia 2025 bukan hanya konferensi ilmiah — ia menjadi panggung diplomasi farmasi, tempat Indonesia dan India membangun sinergi demi ketahanan kesehatan kawasan. Kedutaan Besar India menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra aktif dalam perjalanan ini, memastikan bahwa kolaborasi antara kedua negara bukan sekadar wacana, melainkan aksi nyata yang berdampak bagi masyarakat luas.

Indonesia

Post navigation

Previous post
Next post

Recent Posts

  • Gratitude Inc Opens MyGlit Recruitment Operating System to External Hiring Teams Across the Philippines, India and Malaysia
  • Zeinab Harake Parks Brings Fun to Kadayawan 2026 as Casino Plus Draws Nearly 2,000 Revelers to Davao Whisky Park
  • Idesia by P.A. Properties Hankyu Hanshin wins three major titles at the 14th PropertyGuru Philippines Property Awards
  • Grand Indonesia – PURANA 17 “Renjana Perca” Ditutup Anggun dengan Peluncuran PURANA KIDS SS27: Hadirkan Perpaduan Motif Purana x Afganial dan Regal Bloom
  • Philippine Poultry Show & ILDEX Philippines 2026 Spotlights Growth Opportunities in the Philippine Livestock and Poultry Market

Recent Comments

  1. Karma Focken on BRI Branch Office Otista dan BRINS Serahkan Simbolis Klaim Asuransi kepada Nasabah Terdampak Kebakaran
  2. A WordPress Commenter on Hello world!

Archives

  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023

Categories

  • Australia
  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Uncategorized
  • Vietnam
©2026 Asiadailies | WordPress Theme by SuperbThemes