Skip to content
Asiadailies
Asiadailies

Daily update from Asia

  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Vietnam
  • Australia
Asiadailies

Daily update from Asia

Dua Smelter PTFI Kembali Operasi, Kapasitas Hilirisasi Tembaga Nasional Menguat

Dua Smelter PTFI Kembali Operasi, Kapasitas Hilirisasi Tembaga Nasional Menguat

Tim Editor, 07/10/2026

JAKARTA — Kembali beroperasinya dua fasilitas pengolahan tembaga milik PT Freeport Indonesia (PTFI) menjadi momentum penting dalam memperkuat hilirisasi mineral nasional. Operasional PT Smelting dan Smelter Manyar di Gresik, Jawa Timur, dinilai akan meningkatkan pengolahan konsentrat tembaga sekaligus memperkuat fondasi pengembangan industri turunan berbasis tembaga di dalam negeri.

Direktur Eksekutif Indonesia Mining & Energy Watch (IMEW), Ferdy Hasiman, menyambut positif kembali beroperasinya kedua fasilitas pengolahan tembaga milik PTFI tersebut.

“Ya tentu positif karena smelter tembaganya Freeport merupakan yang terbesar. Dengan begitu nanti pengolahan konsentratnya menjadi lebih optimal,” ujar Ferdy saat dihubungi.

Sekadar catatan, PT Smelting sebelumnya sempat dihentikan sementara sejak 8 Agustus 2026 untuk perbaikan fasilitas furnace, sementara Smelter Manyar kembali beroperasi setelah sebelumnya terdampak penghentian operasi pascainsiden di tambang Grasberg.

Berdasarkan laporan kuartal III 2026 Freeport-McMoRan (FCX), disebutkan kapasitas peleburan gabungan PTFI, termasuk PT Smelting, ditargetkan mampu menghasilkan hingga sekitar 800 ribu ton katoda tembaga per tahun.

Kapasitas tersebut menjadi salah satu penguatan penting dalam rantai nilai tembaga nasional, mulai dari pengolahan konsentrat hingga menghasilkan produk bernilai tambah.

Pemerintah melalui MIND ID yang saat ini menjadi pemegang saham Freeport Indonesia terus mendorong penguatan hilirisasi tembaga. Penguatan hilirisasi tembaga dari MIND ID tersebut juga menjadi bagian dari upaya untuk memastikan tembaga dari Indonesia tidak lagi sekadar diekspor dalam bentuk ore mentah, tetapi bahan baku industri atau produk hilir yang memberikan nilai ekonomi dan penerimaan negara yang lebih besar bagi Indonesia.

Peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan pemulihan operasional fasilitas pengolahan Freeport menunjukkan perkembangan yang positif. Smelter Manyar kembali menerima konsentrat pada Agustus dan mulai memproduksi katoda tembaga pada September, setelah sebelumnya pasokan konsentrat yang terbatas diprioritaskan untuk PT Smelting.

Yusuf berharap peningkatan kapasitas smelter terus berlangsung secara bertahap seiring dengan pemulihan produksi tambang Grasberg yang ditarget pada akhir 2027.

Ia menilai periode pemulihan tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem industri hilir tembaga nasional. Menurutnya, peningkatan kapasitas smelter perlu diikuti dengan pengembangan industri pengolahan lanjutan agar nilai tambah dari komoditas tembaga semakin besar berada di dalam negeri.

Kendati demikian, Yusuf tetap memberi catatan bahwa sekitar tiga perempat produksi katoda PT Smelting masih diekspor karena industri pengolahan katoda domestik belum cukup besar. Kondisi tersebut juga menunjukkan adanya peluang pengembangan industri turunan tembaga di Indonesia, yang nantinya akan diorkestrasi pemerintah melalui MIND ID.

“Persoalannya bukan sekadar ada atau tidak ada permintaan. Yang juga menentukan adalah harga, kepastian kontrak jangka panjang, spesifikasi produk, dan pola pasokan industri,” tutup Yusuf saat dihubungi.

Dia menekankan, Indonesia memiliki posisi strategis karena didukung cadangan tembaga yang besar. Namun, pengembangan industri hilir harus konsisten diarahkan pada produk bernilai tambah lebih tinggi seperti batang tembaga, kawat, kabel, hingga copper foil untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Indonesia

Post navigation

Previous post
Next post

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA


Recent Posts

  • Investasi Pertama di Usia 20-an: Hal yang Perlu Dipahami Sebelum Mulai
  • Partners in Purpose: Global Stockist Stories – Craftlab Menemukan Dunia Baru untuk Fuguku
  • Astaka Launches SOL HealthTech Brand, Aiming To Capitalise On Growing Demand For Indoor Air Quality Solutions Across Asia
  • Three lessons from Hangzhou, and one potential partnership to follow up: Sanct Social founder on China’s Global Digital Trade Expo
  • Three notes from Hangzhou: Sanct Social founder on how China backs its start-ups, one task per city, and a whole city out to see the moon

Recent Comments

  1. Norvin Tinambacan on Carziqo Expands Autonomous Delivery Operations With A-DS Series Rollout in Phoenix
  2. Karma Focken on BRI Branch Office Otista dan BRINS Serahkan Simbolis Klaim Asuransi kepada Nasabah Terdampak Kebakaran
  3. A WordPress Commenter on Hello world!

Archives

  • October 2026
  • September 2026
  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023

Categories

  • Australia
  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Uncategorized
  • Vietnam
©2026 Asiadailies | WordPress Theme by SuperbThemes