Skip to content
Asiadailies
Asiadailies

Daily update from Asia

  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Vietnam
  • Australia
Asiadailies

Daily update from Asia

Diskusi Panel ISF 2025 tentang Pertanian Soroti Kolaborasi sebagai Jalan Menuju Ketahanan Pangan

Diskusi Panel ISF 2025 tentang Pertanian Soroti Kolaborasi sebagai Jalan Menuju Ketahanan Pangan

Tim Editor, 11/10/202512/08/2026

Jakarta 10 Oktober 2025 — Dalam rangkaian Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2025, para pemimpin dan pakar dari sektor agribisnis dan keberlanjutan berkumpul untuk membahas bagaimana inovasi dan kolaborasi dapat mendorong transformasi sektor pertanian demi memastikan ketahanan pangan bagi generasi mendatang dalam sesi panel diskusi berjudul “Feeding the Future: Sustainable Innovation to Boost Agriculture Productivity”. Sesi ini dimoderatori oleh Sachin Gopalan, CEO dan pendiri Indonesia Economic Forum, dengan pembicara Anita Neville dari Sinar Mas Agro Resources and Technology (SMART), Peter Bakker dari World Business Council for Sustainable Development (WBCSD), Djap Tet Fa dari Astra Agro Lestari, dan Rahmad Pribadi dari Pupuk Indonesia.

Kolaborasi sebagai Fondasi Ketahanan Pangan

Image

Dalam pembukaannya, Sachin Gopalan menyoroti perubahan wajah pertanian, di mana generasi muda semakin enggan terjun ke dunia pertanian. Ia menegaskan pentingnya inovasi dan teknologi untuk menjadikan sektor ini lebih efisien, berkelanjutan, dan menarik bagi generasi penerus.

Djap Tet Fa menekankan pentingnya kemitraan antara sektor publik dan swasta dalam menjaga ketahanan pangan jangka panjang. “Ketahanan pangan tidak bisa dicapai oleh satu sektor saja. Pemerintah, swasta, dan masyarakat harus berkolaborasi,” ujarnya. Ia menjelaskan berbagai inisiatif Astra Agro Lestari seperti peremajaan perkebunan, pengembangan pupuk hayati, serta dukungan bagi petani kecil melalui pelatihan, pembiayaan, dan akses teknologi. “Tidak boleh ada yang tertinggal,” tambahnya.

Menguatkan Petani Kecil melalui Pertumbuhan Inklusif

Anita Neville memperkuat pandangan tersebut dengan menyoroti bahwa petani kecil berkontribusi sekitar 40 persen terhadap produksi kelapa sawit di Indonesia. “Perusahaan besar seperti kami memiliki tanggung jawab untuk mendampingi pelaku usaha yang lebih kecil. Melalui model inclusive closed loop, kami membantu petani kecil menerapkan praktik berkelanjutan, mengakses benih unggul, dan meningkatkan produktivitas,” jelasnya. Ia juga menekankan pentingnya aksi kolektif serta kebijakan yang mendorong inovasi dan investasi berkelanjutan.

Meningkatkan Produktivitas dan Ketahanan terhadap Perubahan Iklim

Image

Peter Bakker memberikan perspektif global dengan merujuk pada temuan terbaru laporan EAT-Lancet, yang menyoroti tiga prioritas utama sektor pertanian: pertanian regeneratif, transformasi digital, dan ketahanan terhadap dampak iklim. “Perubahan iklim bukan lagi isu konseptual. Dampaknya sudah nyata, dan inovasi harus difokuskan tidak hanya pada produktivitas, tetapi juga ketahanan,” ujarnya.

Sementara itu, Rahmad Pribadi menegaskan peran penting pupuk dalam meningkatkan produktivitas pertanian, yang menyumbang lebih dari 60 persen terhadap hasil panen. Ia menjelaskan bagaimana teknologi pertanian presisi berbasis satelit membantu mengoptimalkan penggunaan pupuk sekaligus mengurangi limbah. “Keberlanjutan tidak hanya soal pertanian, tetapi juga ketahanan energi. Pertanian dapat berperan penting dalam mendukung transisi Indonesia menuju ekonomi rendah karbon,” jelasnya.

Investasi untuk Generasi Petani Berikutnya

Diskusi ditutup dengan pandangan mengenai cara memperluas skala inovasi dan memberdayakan generasi muda di sektor pertanian. Neville menyoroti bahwa sebagian besar program pemberdayaan masih menargetkan petani berusia di atas 45 tahun, sementara kelompok muda kurang terlibat. “Kita perlu memikirkan kembali cara mendukung mereka yang berusia 18 hingga 35 tahun dan memperlakukan mereka sebagai pelaku usaha kecil, bukan sekadar penerima manfaat,” ujarnya.

Menutup sesi, para panelis sepakat bahwa sepuluh tahun ke depan akan menjadi periode penting untuk memperkuat penelitian, memperluas penerapan pertanian regeneratif, memperbesar akses pembiayaan, dan mempercepat transformasi digital di sektor pertanian. Inovasi, kolaborasi, dan keberlanjutan dinilai sebagai kunci untuk mewujudkan masa depan pangan yang tangguh.

Indonesia

Post navigation

Previous post
Next post

Recent Posts

  • Kripto Makin Populer, OJK Ingatkan Investor Tak Sekadar Kejar Cuan
  • The 12th IndoEBTKE ConEx 2026: Dorong Eksekusi Proyek Strategis dan Percepatan Investasi Energi
  • Fundamental Kokoh, Laba Tembus Rp1,9 Triliun Pada Semester I 2026: Jasa Marga Kian Perkuat Ekosistem Jalan Tol Nasional
  • iFLYTEK Đẩy nhanh quá trình mở rộng AI của Trung Quốc tại Đông Nam Á với lần thứ ba liên tiếp tham dự Techsauce
  • iFLYTEK เร่งขยายการดำเนินงานด้าน AI ของจีนในเอเชียตะวันออกเฉียงใต้ ด้วยการเข้าร่วมงาน Techsauce ต่อเนื่องเป็นปีที่ 3

Recent Comments

  1. Karma Focken on BRI Branch Office Otista dan BRINS Serahkan Simbolis Klaim Asuransi kepada Nasabah Terdampak Kebakaran
  2. A WordPress Commenter on Hello world!

Archives

  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023

Categories

  • Australia
  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Uncategorized
  • Vietnam
©2026 Asiadailies | WordPress Theme by SuperbThemes