Skip to content
Asiadailies
Asiadailies

Daily update from Asia

  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Vietnam
  • Australia
Asiadailies

Daily update from Asia

Bittime Soroti Pelemahan Harga Bitcoin di Tengah Tekanan Pasar Global

Bittime Soroti Pelemahan Harga Bitcoin di Tengah Tekanan Pasar Global

Tim Editor, 23/10/2026

Harga Bitcoin melemah ke kisaran US$81.600 pada 23 Oktober 2026 di tengah tekanan pasar global, ketidakpastian makroekonomi, dan perubahan arus dana ETF. Bittime menyoroti level support US$80.000 dan resistance US$85.000 sebagai referensi analisis pasar. Melalui Bittime Futures, pengguna dapat mengambil posisi long maupun short untuk merespons pergerakan harga, dengan tetap memahami risiko leverage, margin, dan likuidasi.

Harga Bitcoin kembali melemah di tengah meningkatnya kehati-hatian investor terhadap pasar global. Bittime, Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menilai pergerakan ini perlu dicermati bersama sentimen pasar saham, arus dana ETF, dan perkembangan makroekonomi. Melalui ekosistem 3-in-1 yang mencakup Spot, Staking, dan Futures, Bittime menyediakan beragam pilihan layanan aset digital sesuai kebutuhan pengguna.

Bitcoin Melemah, Area US$80.000 Jadi Perhatian

Berdasarkan data CoinMarketCap yang dihimpun pada pagi 23 Oktober 2026, Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$81.600, turun sekitar 2,3% dalam 24 jam. Harga sempat bergerak di rentang US$81.567 hingga US$84.840 dalam periode tersebut, mencerminkan tekanan jual yang masih membayangi pasar. Pelemahan ini terjadi setelah Bitcoin sempat naik mendekati US$85.000 pada 21 Oktober, sebelum kembali tertekan pada sesi berikutnya. 

Menurut laporan MarketWatch, penurunan saham teknologi dan meningkatnya sikap hati-hati investor turut menekan aset berisiko, termasuk Bitcoin. 

Dalam riset internal Bittime periode Oktober, analis Bittime mengidentifikasi US$80.000 sebagai area support bulanan dan US$85.000 sebagai area resistance untuk dicermati. Kedua level tersebut merupakan referensi analisis teknikal, bukan kepastian arah harga selanjutnya.

Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan, pelemahan Bitcoin menunjukkan bahwa sentimen pasar masih rentan terhadap perubahan kondisi ekonomi dan pergerakan aset global. 

“Investor perlu mencermati berbagai indikator untuk memahami konteks pergerakan harga, tanpa berasumsi bahwa tekanan saat ini akan berlanjut atau segera berbalik,” ujar Ryan.

Tekanan Pasar Global dan Faktor Makroekonomi

Pergerakan pasar saham, khususnya sektor teknologi, menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan ketika menilai sentimen terhadap aset berisiko. Ketidakpastian terkait valuasi perusahaan teknologi dan besarnya belanja infrastruktur kecerdasan buatan (AI) dapat memengaruhi keputusan investor dalam mengatur alokasi aset.

Selain itu, ekspektasi suku bunga Federal Reserve, imbal hasil US Treasury, dan kekuatan dolar AS berpotensi memengaruhi minat investor terhadap aset berisiko, termasuk kripto. 

Riset internal Bittime juga menyoroti inflasi AS sebesar 3,7% secara tahunan pada September 2026 serta kenaikan harga minyak Brent yang mencapai sekitar US$111 per barel pada 20 Oktober sebagai perkembangan yang perlu dipantau dalam konteks risiko inflasi dan kebijakan moneter.

Meski demikian, faktor-faktor tersebut tidak dapat dianggap sebagai penyebab tunggal pelemahan Bitcoin. Harga juga dipengaruhi likuiditas, aktivitas perdagangan spot dan derivatif, serta perubahan posisi investor.

“Ekspektasi suku bunga, perkembangan inflasi, dan kondisi pasar keuangan global dapat memengaruhi selera risiko investor. Namun, respons Bitcoin terhadap faktor-faktor tersebut tidak selalu sama. Karena itu, analisis sebaiknya mempertimbangkan berbagai indikator dan tidak hanya bertumpu pada satu perkembangan,” jelas Ryan.

Arus Dana ETF Bitcoin Tetap Perlu Dicermati

Arus dana spot Bitcoin exchange-traded fund (ETF) di Amerika Serikat merupakan salah satu indikator untuk mengamati minat investor institusional. Berdasarkan laporan Cointelegraph, ETF Bitcoin spot AS mencatat arus masuk bersih sekitar US$ 526,7 juta pada 19 Oktober 2026. Angka tersebut kemudian melambat menjadi sekitar US$ 23,2 juta pada 20 Oktober 2026. 

Perubahan tersebut menunjukkan bahwa arus dana ETF dapat berfluktuasi dari hari ke hari. Arus masuk berpotensi mendukung permintaan Bitcoin, tetapi tidak selalu langsung tercermin pada harga karena pengaruh likuiditas dan aktivitas perdagangan di pasar yang lebih luas.

Oleh karena itu, data ETF dari beberapa hari sebelumnya perlu dibaca bersama perkembangan harga terbaru. Arus dana ETF dapat membantu memberikan konteks mengenai partisipasi investor institusional, tetapi tidak dapat digunakan sebagai indikator tunggal untuk memastikan arah pasar.

Aktivitas Pasar Kripto Indonesia Tetap Dinamis

Di Indonesia, OJK mencatat nilai transaksi aset kripto mencapai Rp23,16 triliun pada Agustus 2026, meningkat 12,87% dibandingkan Juli yang tercatat sebesar Rp20,52 triliun. Jumlah akun konsumen pedagang aset keuangan digital mencapai 23,21 juta pada periode yang sama.

Data tersebut menunjukkan aktivitas perdagangan domestik yang tetap dinamis. Namun, peningkatan nilai transaksi tidak serta-merta menunjukkan arah harga aset kripto, karena aktivitas pasar dapat berubah mengikuti sentimen, likuiditas, dan kondisi ekonomi.

Bittime Futures di Tengah Perubahan Pasar

Di tengah volatilitas Bitcoin, Bittime Futures memungkinkan pengguna mengambil posisi long ketika memperkirakan harga akan naik atau short ketika memperkirakan harga akan turun. Fitur ini memberikan fleksibilitas untuk merespons berbagai skenario pasar, tetapi juga memiliki risiko kerugian dan likuidasi, terutama ketika menggunakan leverage.

Ryan menegaskan, “Bittime Futures memungkinkan pengguna mengambil posisi long maupun short berdasarkan analisis pasar. Namun, pengguna perlu memahami mekanisme leverage, margin, dan risiko likuidasi sebelum bertransaksi. Tidak ada strategi yang dapat menjamin keuntungan di tengah pergerakan harga yang tidak pasti.”

Bittime mengimbau pengguna untuk mengikuti perkembangan pasar melalui sumber tepercaya dan memahami karakteristik setiap produk sebelum bertransaksi. Harga aset kripto dapat berubah secara signifikan, sementara indikator teknikal, arus dana ETF, dan perkembangan makroekonomi tidak menjamin arah harga maupun hasil investasi pada masa mendatang.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Indonesia

Post navigation

Previous post
Next post

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA


Recent Posts

  • Dari Ruang Kelas ke Panggung MotoGP Mandalika, Pertamina Buka Akses Digital bagi Anak Disabilitas Netra
  • GADAI ATAU JUAL ASET? MANA YANG LEBIH TEPAT SAAT MEMBUTUHKAN DANA?
  • Harga Minyak Pekan Depan Berpeluang Bullish, Risiko Pasokan Timur Tengah Jadi Sorotan
  • Prediksi XAUUSD Pekan Depan: Koreksi Naik Terbuka, Dolar AS Jadi Penentu
  • ASHTA District 8 Menjadi Ruang Eksplorasi Kreatif Dalam Rangkaian WCCE 2026E

Recent Comments

  1. Norvin Tinambacan on Carziqo Expands Autonomous Delivery Operations With A-DS Series Rollout in Phoenix
  2. Karma Focken on BRI Branch Office Otista dan BRINS Serahkan Simbolis Klaim Asuransi kepada Nasabah Terdampak Kebakaran
  3. A WordPress Commenter on Hello world!

Archives

  • October 2026
  • September 2026
  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023

Categories

  • Australia
  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Uncategorized
  • Vietnam
©2026 Asiadailies | WordPress Theme by SuperbThemes