Skip to content
Asiadailies
Asiadailies

Daily update from Asia

  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Vietnam
  • Australia
Asiadailies

Daily update from Asia

Bittime Siap Luncurkan Perpetual Futures, Targetkan Fleksibilitas Pertumbuhan Aset Pengguna

Bittime Siap Luncurkan Perpetual Futures, Targetkan Fleksibilitas Pertumbuhan Aset Pengguna

Tim Editor, 11/09/202512/08/2026

Jakarta, 11 September 2025 – Bittime, salah satu platform crypto exchange terkemuka dan berizin di Indonesia, siapkan kehadiran Flexible Perpetual Futures. Hal ini, sejalan dengan tingginya minat investor Indonesia terhadap aset kripto yang terus meningkat, dan tren global yang menunjukkan bahwa instrumen derivatif seperti perpetual futures kini menjadi salah satu roda perdagangan aset kripto.

Sebelumnya, data terbaru mencatat bahwa pada kuartal pertama 2025, volume derivatif kripto global mencapai sekitar US$21 triliun. Bahkan, lebih dari 70% volume perdagangan aset digital global kini berasal dari produk derivatif, menandakan bahwa instrumen ini telah menjadi pilihan utama baik bagi trader ritel maupun institusional di seluruh dunia.

Di Indonesia, fondasi pasar aset kripto juga semakin kokoh, tercatat sepanjang 2024, nilai transaksi kripto nasional berhasil menembus angka Rp650 triliun dengan jumlah pengguna yang telah melebihi 20 juta orang. Basis pasar yang kuat ini memberikan peluang besar bagi hadirnya produk turunan yang lebih kompleks, seperti perpetual futures. 

Menanggapi momentum ini, Bittime, sebagai exchange kripto Indonesia yang berizin dan diawasi OJK, tengah menyiapkan peluncuran fitur perpetual futures di platformnya. Fokuskan efisiensi modal, diversifikasi aset yang luas, dan fleksibilitas dalam melakukan strategi dengan margin terukur. 

CEO Bittime, Ryan Lymn, membagikan bahwa pihaknya optimistis Bittime perpetual futures relevan dan dapat menjadi solusi bagi para trader aset kripto Indonesia. Bersama tren global di mana derivatif kripto terus mendominasi, Indonesia kini memiliki peluang untuk mengambil bagian lebih besar dalam arus utama perdagangan aset digital.

“Kami memandang besarnya antusiasme pasar Indonesia terhadap perpetual futures merupakan momentum untuk menghadirkan kenyaman dan kemudahan bagi para investor. Dengan begitu, para investor dan trader dapat bertransaksi dengan lebih percaya diri dan meningkatkan potensi keuntungannya berdasarkan tingkat risiko yang dimiliki,” jelas Ryan.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Bittime tidak hanya menghadirkan produk Futures konvensional di industri, tetapi model perdagangan fleksibel yang berbeda dari platform lain. Terdapat empat aspek yang menjadi fokus utamanya, yakni Flexible Wallet, Flexible Leverage, Flexible Coin-pairs dan Flexible mode pada insurance deposit.

Bersama langkah ini, Bittime tidak hanya memperkuat posisinya sebagai exchange lokal yang inovatif, tetapi juga siap berkontribusi pada perkembangan ekosistem aset kripto nasional. Serta, memperluas potensi keuntungan para trader dengan fleksibilitas layanan dan ketersediaan aset-aset yang dapat diperjualbelikan.

Selain itu, Bittime berkomitmen untuk  terus menempatkan kepatuhan pada garis depan dengan mematuhi mekanisme persetujuan produk derivatif sesuai ketentuan yang berlaku. Sekaligus memastikan standar manajemen risiko kelas institusional melalui penerapan risk engine terdepan, pembatasan leverage bertahap, serta parameter pendanaan yang transparan.

Terlebih lagi, sejak 10 Januari 2025, pengaturan dan pengawasan aset keuangan digital, termasuk kripto, telah resmi beralih ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Melalui kerangka regulasi terbaru, yaitu POJK 27/2024 mengenai aset keuangan digital dan POJK 1/2025 terkait derivatif keuangan, jalur pengembangan produk derivatif kini lebih jelas dan terintegrasi dengan infrastruktur pasar modal nasional.

Namun, tentu bersamaan dengan hal tersebut perlu dipahami bahwa seperti bentuk investasi lain, memilih aset kripto yang akan diinvestasikan, sebaiknya berdasarkan literasi dan pemahaman yang memadai, bukan euforia pasar.

Seperti diketahui, investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Hal tersebut termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna.

Indonesia

Post navigation

Previous post
Next post

Recent Posts

  • Insentif untuk Ekosistem Baterai NMC Jadi Akselerator Hilirisasi Nikel Nasional
  • Pekan Halal Indonesia & EduNation Festival 2026 Hadirkan Ekosistem Halal dan Edukasi dalam Satu Gelaran
  • Selama Libur Panjang Maulid Nabi SAW, Bandung, Cianjur, dan Priangan Timur Jadi Destinasi Favorit
  • Igloo: Masyarakat Indonesia Membeli Asuransi Perjalanan Dua Hari Sebelum Keberangkatan, dengan 79% Pelanggan Memprioritaskan Perlindungan Medis
  • Menguatkan Semangat Kemanusiaan, NHM Menerjunkan Tim ERT Bantu Warga Terdampak Gempa M7,7 di Manggarai NTT

Recent Comments

  1. Karma Focken on BRI Branch Office Otista dan BRINS Serahkan Simbolis Klaim Asuransi kepada Nasabah Terdampak Kebakaran
  2. A WordPress Commenter on Hello world!

Archives

  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023

Categories

  • Australia
  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Uncategorized
  • Vietnam
©2026 Asiadailies | WordPress Theme by SuperbThemes