Skip to content
Asiadailies
Asiadailies

Daily update from Asia

  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Vietnam
  • Australia
Asiadailies

Daily update from Asia

Bitcoin Tembus Rp 2 Miliar: Apakah Masih Bisa Naik Lebih Tinggi?

Bitcoin Tembus Rp 2 Miliar: Apakah Masih Bisa Naik Lebih Tinggi?

Tim Editor, 14/07/202512/08/2026

Jakarta, 14 Juli 2025 — Harga Bitcoin (BTC) kembali mencetak rekor tertinggi dengan menembus level US$123.218 atau sekitar Rp2 miliar (kurs dolar AS Rp 16.251) pada Senin (14/7). Berdasarkan data terkini, BTC sempat mencapai titik tertinggi di US$123.218 sebelum bertahan di kisaran US$122.808 (Rp1,99 miliar). Reli harga ini dinilai sebagai hasil dari kombinasi faktor makroekonomi global, dorongan regulasi, dan dinamika teknikal pasar kripto.

Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menjelaskan bahwa salah satu pendorong utama adalah ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter oleh The Fed. Pernyataan bernada dovish dari Gubernur Fed, Christopher Waller dan sejumlah pejabat lainnya membuka peluang pemangkasan suku bunga pada Juli 2025, jika tren inflasi terus menurun. “Sinyal ini meningkatkan minat terhadap aset berisiko seperti Bitcoin,” ujarnya.

Selain itu, kekhawatiran terhadap inflasi akibat kebijakan fiskal ekspansif AS—terutama terkait rencana “Big Beautiful Bill”—turut memperkuat posisi Bitcoin sebagai aset lindung nilai terhadap penurunan nilai dolar.

Dari sisi industri kripto, aliran modal institusional yang deras juga memainkan peran signifikan. ETF spot Bitcoin dan Ethereum yang diterbitkan oleh manajer aset seperti BlackRock dan Fidelity mencatat rekor arus masuk hingga US$1,18 miliar dalam satu hari, dan telah menyumbang total lebih dari US$51 miliar sepanjang 2025. Perusahaan seperti MicroStrategy juga terus meningkatkan kepemilikan BTC mereka, menambah kepercayaan terhadap legitimasi pasar ini.

Di sisi regulasi, perkembangan positif juga turut mendorong sentimen investor. Kongres AS menggelar “Crypto Week” pekan ini untuk membahas tiga RUU penting yang memberikan kejelasan hukum: GENIUS Act (stablecoin), CLARITY Act (regulasi pasar), dan Anti-CBDC Surveillance State Act. Presiden Donald Trump pun menyatakan dukungannya terhadap Bitcoin, bahkan menyuarakan rencana pembentukan cadangan strategis BTC oleh pemerintah AS.

Aspek teknikal turut memperkuat lonjakan harga. Menurut Fyqieh, penembusan level resistensi penting memicu likuidasi posisi short senilai hampir US$1 miliar dalam satu hari, yang menciptakan short squeeze besar dan mendorong harga lebih tinggi. “Kondisi ini juga diperkuat oleh pelemahan dolar AS dan meningkatnya daya tarik Bitcoin sebagai alternatif emas,” tambahnya.

Prospek Harga Bitcoin

Pergerakan harga Bitcoin (BTC). Sumber Tokocrypto.

Mengenai prospek ke depan, Fyqieh menilai tren bullish masih sangat kuat. Berdasarkan data internal Tokocrypto, Fyqieh memproyeksikan harga BTC dapat menyentuh US$200.000 atau sekitar Rp3,25 miliar pada akhir 2025, seiring pasokan yang menipis dan peningkatan permintaan dari investor institusional. Lembaga lain seperti Standard Chartered dan Hashdex juga memperkirakan harga Bitcoin bisa mencapai US$135.000–US$140.000 dalam waktu dekat.

Meski demikian, Fyqieh mengingatkan investor untuk tetap memperhatikan risiko volatilitas, terutama menjelang rilis data inflasi AS dan pertemuan Federal Reserve dalam beberapa pekan ke depan.

“Level US$120.000 ini bukan hanya angka psikologis penting, tetapi juga sinyal teknikal yang bisa menjadi support baru. Investor yang sudah meraih keuntungan disarankan mengevaluasi ulang portofolionya, sementara investor baru bisa mulai menjajaki Bitcoin secara bertahap,” katanya.

Fyqieh menilai momen ini semakin mengukuhkan posisi Bitcoin sebagai aset strategis global. Kombinasi antara dukungan regulasi, likuiditas institusional, dan narasi makro menjadikan BTC sebagai pilihan utama dalam strategi diversifikasi portofolio di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

“Jadi, apakah sekarang masih saat yang tepat untuk membeli Bitcoin? Dari sudut pandang jangka menengah hingga panjang, jawabannya adalah ya. Pasar belum menunjukkan tanda-tanda kejenuhan, dan banyak data mendukung kemungkinan adanya ruang kenaikan lanjutan. Bagi yang sudah memiliki BTC, strategi terbaik saat ini adalah hold. Sementara bagi yang belum masuk, pembelian secara bertahap atau dollar-cost averaging (DCA) bisa menjadi pendekatan yang bijak,” ungkapnya

Di sisi lain, untuk trader jangka pendek yang sudah menikmati keuntungan signifikan, mengambil sebagian profit adalah langkah yang wajar, namun tidak disarankan keluar sepenuhnya karena tren besar masih mengarah ke atas.

Indonesia

Post navigation

Previous post
Next post

Recent Posts

  • MoonExe tham gia với tư cách Nhà tài trợ Vàng tại Malaysia Blockchain Week 2026
  • Telkom AI Center Aceh Mengajak Fresh Graduate untuk Memvisualisasi Profil dan Keahlian Menggunakan AI melalui Portofolio Online
  • Bisakah Menabung Deposito Bulanan? Ini Cara Simpannya
  • FINNS BEACH CLUB AND BOTSHIFT BRING HUMANOID ROBOTS TO THE BEACH CLUB
  • FINNS BEACH CLUB DAN BOTSHIFT HADIRKAN ROBOT HUMANOID DI BEACH CLUB

Recent Comments

  1. Karma Focken on BRI Branch Office Otista dan BRINS Serahkan Simbolis Klaim Asuransi kepada Nasabah Terdampak Kebakaran
  2. A WordPress Commenter on Hello world!

Archives

  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023

Categories

  • Australia
  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Uncategorized
  • Vietnam
©2026 Asiadailies | WordPress Theme by SuperbThemes