Skip to content
Asiadailies
Asiadailies

Daily update from Asia

  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Vietnam
  • Australia
Asiadailies

Daily update from Asia

Bitcoin Lawan Kutukan “Red September”, Target US0.000 di Depan Mata?

Bitcoin Lawan Kutukan “Red September”, Target US$120.000 di Depan Mata?

Tim Editor, 04/09/202512/08/2026

Jakarta, 4 September 2025 – Harga Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan kekuatannya dengan menembus level US$112.000 atau sekitar Rp1,84 miliar (kurs dolar AS Rp16.442) pada perdagangan Rabu (3/9) malam. Pergerakan ini terjadi di tengah meningkatnya optimisme pasar menjelang keputusan suku bunga The Fed yang dijadwalkan pada 17 September mendatang.

Berdasarkan data CoinMarketCap, Bitcoin sempat menyentuh US$112.500 usai pembukaan Wall Street, sebelum bergerak stabil di kisaran US$112.067. Aksi harga ini membuat BTC mempertahankan posisinya dalam dukungan bullish, sekaligus menegaskan level $112.000 sebagai area likuiditas kunci di bursa.

Data CoinGlass memperlihatkan bahwa sebagian besar likuiditas di area US$112.000 telah terserap, dengan target selanjutnya berada di US$114.000. Situasi ini menandakan adanya upaya pasar untuk merebut kembali support utama setelah sempat menyentuh titik terendah mingguan di US$107.270.

Kutukan “Red September”

Meski pergerakan Bitcoin terlihat positif, bulan September historisnya dikenal sebagai periode yang menekan harga kripto terbesar dunia ini. Sejak 2013, Bitcoin mencatat penurunan pada delapan dari 12 periode September dengan rata-rata return –3,8%. Fenomena ini kerap dijuluki “Red September.”

Namun, pola historis tidak selalu berulang. Dalam dua tahun terakhir, Bitcoin justru mampu menutup September di zona hijau, termasuk capaian terbaik sepanjang sejarah pada 2024 dengan kenaikan 7,29%. Hal ini menimbulkan harapan bahwa tren negatif musiman bisa kembali dipatahkan pada 2025.

Data pergerakan Bitcoin sepanjang bulan September setiap tahunnya. Sumber: Cointelegraph.

Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menilai bahwa meski “Red September” membayangi, faktor makroekonomi tahun ini berpotensi mengubah arah pasar. “Bitcoin saat ini sedang menguji support kuat di kisaran US$105.000–110.000. Jika area ini mampu bertahan, risiko jatuh ke bawah US$100.000 relatif kecil. Sebaliknya, peluang rebound cukup terbuka, terutama dengan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed yang mencapai probabilitas 87% menurut CME FedWatch,” jelas Fyqieh.

Ia menambahkan bahwa kebijakan moneter yang lebih longgar biasanya melemahkan dolar AS dan mendorong aliran likuiditas global ke aset berisiko, termasuk kripto.

“Level psikologis US$100.000 memang menjadi area yang banyak dikhawatirkan pelaku pasar. Namun, dukungan dari momentum makro dan semakin besarnya arus dana institusi melalui ETF Bitcoin spot bisa memperkuat narasi bullish. Kami melihat target US$115.000 hingga US$120.000 di akhir September tetap realistis,” tambahnya.

Prospek Jangka Pendek

Menurut Fyqieh, ada beberapa faktor yang akan menjadi penentu arah harga Bitcoin pada bulan ini. Pertama, keputusan The Fed terkait suku bunga, yang jika benar-benar dipangkas dapat menjadi katalis besar untuk mendorong harga kripto. Kedua, meningkatnya arus modal akibat melemahnya dolar AS yang berpotensi memberi napas segar bagi pasar kripto melalui likuiditas global. 

Faktor lain yang juga penting adalah tren institusional, di mana ETF Bitcoin spot yang semakin aktif diperdagangkan menunjukkan minat investor institusi yang terus bertumbuh. Selain itu, tekanan musiman “September effect” memang masih membayangi, namun tren rebound pasca-koreksi di Agustus bisa menjadi pondasi pergerakan positif.

Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur. Sumber: Tokocrypto.

Optimisme pasar juga diperkuat dengan emas yang berhasil menembus rekor tertinggi sepanjang masa, sehingga mempertegas posisi Bitcoin sebagai aset lindung nilai makro. Saat ini, BTC tidak lagi sekadar dipandang sebagai aset spekulatif, tetapi juga sebagai alternatif penyimpan nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global. 

“Secara keseluruhan, meskipun pasar saat ini bergerak sideways dan penuh kehati-hatian, kami melihat prospek Bitcoin di September 2025 tidak sepenuhnya bearish. Justru ada peluang besar untuk mematahkan kutukan ‘Red September’ untuk tahun ketiga berturut-turut,” tutup Fyqieh.

Indonesia

Post navigation

Previous post
Next post

Recent Posts

  • Sambut HUT ke-70, SUCOFINDO dan ABPEDNAS Resmikan Sumur Air Bersih di Kepulauan Riau
  • XRPPower Expands AI Infrastructure for Digital Asset Services
  • Semarak Merah Putih BRI Region 6 Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Masyarakat Pasar Malaka Rorotan
  • Semarak Merah Putih Kemerdekaan BRI Region 6 Meriahkan Pasar Malaka Rorotan, Dibuka dengan Simbolis Penumbukan Padi
  • How Robotaxi Services Could Change Urban Transportation

Recent Comments

  1. Karma Focken on BRI Branch Office Otista dan BRINS Serahkan Simbolis Klaim Asuransi kepada Nasabah Terdampak Kebakaran
  2. A WordPress Commenter on Hello world!

Archives

  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023

Categories

  • Australia
  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Uncategorized
  • Vietnam
©2026 Asiadailies | WordPress Theme by SuperbThemes