Skip to content
Asiadailies
Asiadailies

Daily update from Asia

  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Vietnam
  • Australia
Asiadailies

Daily update from Asia

Bitcoin Cetak Rekor Baru Rp2 Miliar, Apakah Tren Bullish Akan Berlanjut?

Bitcoin Cetak Rekor Baru Rp2 Miliar, Apakah Tren Bullish Akan Berlanjut?

Tim Editor, 17/07/202512/08/2026

Jakarta, 17 Juli 2025 – Bitcoin kembali mencetak rekor harga tertinggi sepanjang masa dalam sepekan terakhir, seiring meningkatnya arus masuk ke ETF spot dan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter oleh Federal Reserve (The Fed). Aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar ini sempat menyentuh level US$123.218 atau sekitar Rp2 miliar (kurs dolar AS Rp16.322, sebelum terkoreksi ringan ke kisaran US$118.422 (Rp1,93 miliar pada perdagangan Kamis (17/7).

Kenaikan harga Bitcoin yang konsisten sejak awal bulan Juli menjadi sinyal bahwa pasar kripto mulai memasuki fase pertumbuhan baru, didorong oleh dukungan kuat dari investor institusional dan perubahan dinamika makroekonomi global.

Lonjakan harga Bitcoin dalam sepekan terakhir salah satunya dipicu oleh arus masuk dana yang signifikan ke produk ETF spot Bitcoin yang diperdagangkan di AS. Menurut data Farside Investors, total arus masuk bersih ke ETF Bitcoin mencapai lebih dari US$7,8 miliar dalam 10 hari terakhir, mencatatkan salah satu periode pembelian institusional terbesar sejak ETF ini disetujui pada Januari 2025.

Produk ETF seperti BlackRock iShares Bitcoin Trust (IBIT) dan Fidelity Wise Origin Bitcoin Fund (FBTC) mencatat rekor harian arus masuk lebih dari US$1,3 miliar, menandakan meningkatnya permintaan dari investor besar yang ingin mendapatkan eksposur terhadap Bitcoin tanpa harus memegang aset dasarnya secara langsung.

“Tren ini menunjukkan pergeseran fundamental dalam struktur pasar Bitcoin. Kita mulai melihat arus masuk institusional yang kuat dan berkelanjutan, yang menjadi fondasi penting untuk reli jangka panjang,” ujar Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur.

Data On-Chain: Supply Menyusut, Minat Investor Meningkat

Dari sisi teknikal dan data on-chain, sejumlah indikator memperkuat narasi bullish yang tengah berkembang. Cadangan Bitcoin di exchange global terus menyusut dan kini berada di level terendah sejak 2015. Berdasarkan laporan dari Glassnode, hanya sekitar 1,25% dari total suplai Bitcoin yang tersedia di bursa saat ini, menandakan bahwa investor lebih memilih menyimpan BTC untuk jangka panjang dibanding memperjualbelikannya dalam jangka pendek.

“Likuiditas yang makin tipis di exchange, ditambah dengan tingginya permintaan dari ETF, menciptakan tekanan beli yang besar dan mendongkrak harga. Ini adalah sinyal sehat bahwa reli ini dibangun di atas dasar yang kuat, bukan spekulasi semata,” lanjut Fyqieh.

Analisis pergerakan harga Bitcoin (BTC). Sumber: Tokocrypto.

Kondisi makroekonomi juga turut berkontribusi pada kenaikan harga Bitcoin. Meskipun inflasi AS masih di atas target, data terbaru menunjukkan tren moderasi, sehingga meningkatkan harapan bahwa The Fed akan mulai menurunkan suku bunga acuan pada kuartal ketiga tahun ini.

Para pelaku pasar saat ini memproyeksikan kemungkinan penurunan suku bunga pertama pada pertemuan FOMC bulan September, dengan probabilitas sekitar 65% menurut CME FedWatch Tool.

“Jika The Fed benar-benar mulai melonggarkan kebijakan moneternya, maka itu akan menjadi pemicu utama pergerakan aset berisiko, termasuk kripto. Biaya pinjaman yang lebih rendah akan membuka ruang lebih besar bagi investor institusional dan ritel untuk masuk ke pasar,” jelas Fyqieh.

Skenario Harga Jangka Pendek: Waspadai Volatilitas

Arah pergerakan harga Bitcoin dalam waktu dekat akan sangat bergantung pada sejumlah katalis utama, seperti perkembangan pemungutan suara di Kongres AS terkait rancangan undang-undang kripto, data penjualan ritel AS, serta tren aliran dana ke ETF spot Bitcoin. 

Fyqieh mengungkap, jika terjadi kemunduran dalam pembahasan regulasi di Kongres, penjualan ritel AS menunjukkan pelemahan, The Fed kembali menyuarakan kebijakan bernada hawkish, dan arus keluar dari ETF meningkat, maka harga Bitcoin berpotensi mengalami koreksi menuju level US$115.000 atau sekitar Rp1,87 miliar. 

Koreksi ini juga dapat mendorong harga menguji level support teknikal penting di 50-day Exponential Moving Average (EMA). Sebaliknya, apabila muncul dukungan bipartisan terhadap regulasi kripto, data ekonomi AS menunjukkan penguatan, dan The Fed menyampaikan retorika dovish disertai kelanjutan arus masuk ke ETF, maka Bitcoin berpeluang menguji kembali rekor harga tertinggi sebelumnya di US$122.057, bahkan melampauinya.

“Pasar sangat reaktif terhadap perkembangan makro dan kebijakan. Kombinasi arus dana besar dan momentum regulasi yang positif bisa menjadi bahan bakar bagi Bitcoin untuk terus menanjak. Namun sebaliknya, sinyal negatif bisa memicu koreksi cepat dalam waktu singkat,” ungkap Fyqieh.

Dengan melihat kombinasi arus masuk institusional, kelangkaan pasokan, dan sentimen makro yang positif, banyak analis memperkirakan bahwa Bitcoin berpeluang menembus target harga berikutnya di kisaran US$135.000 (Rp2,2 miliar) hingga US$150.000 (Rp2,4 miliar) dalam beberapa bulan ke depan.

Namun, Fyqieh menekankan pentingnya kehati-hatian di tengah dinamika pasar yang masih fluktuatif. “Kita sedang berada di fase penting. Jika ekspektasi terhadap suku bunga, regulasi, dan arus ETF tetap sejalan, Bitcoin punya ruang besar untuk naik. Tapi semua itu bergantung pada data dan keputusan kebijakan yang bisa berubah sewaktu-waktu,” tutupnya.

Indonesia

Post navigation

Previous post
Next post

Recent Posts

  • FINNS BEACH CLUB AND BOTSHIFT BRING HUMANOID ROBOTS TO THE BEACH CLUB
  • FINNS BEACH CLUB DAN BOTSHIFT HADIRKAN ROBOT HUMANOID DI BEACH CLUB
  • Sosial Media Baru untuk Sahabat Terdekat: Sanct Resmi Buka Closed Beta di Car Free Day Senayan
  • Cebuana Lhuillier Wins Best Employee Engagement Program at 2026 People Insight Awards
  • 20, 24 or 28 Inch? Choosing the Right Luggage for Your School Holiday

Recent Comments

  1. Karma Focken on BRI Branch Office Otista dan BRINS Serahkan Simbolis Klaim Asuransi kepada Nasabah Terdampak Kebakaran
  2. A WordPress Commenter on Hello world!

Archives

  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023

Categories

  • Australia
  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Uncategorized
  • Vietnam
©2026 Asiadailies | WordPress Theme by SuperbThemes