Skip to content
Asiadailies
Asiadailies

Daily update from Asia

  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Vietnam
  • Australia
Asiadailies

Daily update from Asia

Biosolar Dianggap Murahan? Justru Ini yang Dilakukan Pemilik SUV Diesel Cerdas Saat Harga Dexlite Meledak 70%

Biosolar Dianggap Murahan? Justru Ini yang Dilakukan Pemilik SUV Diesel Cerdas Saat Harga Dexlite Meledak 70%

Tim Editor, 20/04/2026

Harga Dexlite kini Rp 24.150 per liter. Pertamina Dex Rp 24.450. Naik lebih dari 70% dalam satu kebijakan. Tapi ada yang lebih mengejutkan: jutaan pemilik kendaraan diesel premium (DEX dan Dexlite) tidak harus membayar angka itu — dan mesin mereka tidak rusak. 

Stigma negatif Biosolar di kalangan pemilik SUV diesel bukan tanpa dasar. Biosolar (B40) yang beredar di Indonesia memang mengandung kontaminan lebih tinggi: kadar air, sedimen, dan campuran biodiesel yang tidak homogen. Pada mesin diesel common rail modern dengan tekanan injektor hingga 2.000 bar — seperti yang digunakan Fortuner, Pajero Sport, Chevrolet Trailblazer, Nissan Terra dan Isuzu MU-X — kotoran sekecil apapun bisa mengganggu presisi semprotan bahan bakar dan dalam jangka panjang merusak injektor yang harganya mencapai jutaan rupiah per unit. Inilah alasan teknisi bengkel selalu memperingatkan: Jangan pakai solar subsidi di SUV modern.

Peringatan itu berlaku untuk Biosolar yang tidak dikelola dengan benar. Bukan untuk Biosolar yang sudah “dimurnikan” jadi lebih bersih. Caranya seperti apa?

Tips Membuat Biosolar Lebih Bersih Agar Mesin Tetap Terawat

1. Ganti filter solar setiap 5.000 km. Bukan 10.000 km seperti di buku manual (yang ditulis dengan asumsi BBM bersih standar Eropa). Filter solar adalah garis pertahanan pertama sebelum bahan bakar menyentuh pompa injeksi. Dengan Biosolar, kotoran menumpuk lebih cepat. Interval 5.000 km memastikan injektor selalu terlindungi.

2. Purifikasi bahan bakar dengan Oilos. Oilos adalah aditif bio-organik pertama di Indonesia berbasis Probiotic Cyclus Technology — diformulasikan dari 100% minyak nabati murni. Mekanisme kerjanya bukan membersihkan mesin dari dalam, melainkan “memurnikan” bahan bakar itu sendiri sebelum proses pembakaran.

Biosolar kotor yang ditreatment Oilos menghasilkan pembakaran yang jauh lebih sempurna. Dosis pemakaian: 1 ml per 4 liter BBM. Produk ini sebelumnya telah diivalidasi oleh 3 lembaga independen: LEMIGAS, UNSOED, dan DISHUB. Alhasil penghematan bahan bakar bisa mencapai 25% dan reduksi emisi pun mencapai 40%.

Perbandingan Dexlite dengan harga Rp 24.150 per liter dan konsumsi 200 liter per bulan menghasilkan biaya BBM sebesar Rp 4.830.000 per bulan.

Sementara itu, Biosolar + Oilos dengan harga Rp 6.800 per liter menggunakan 150 liter per bulan (hemat 25%), sehingga biaya BBM Rp 1.020.000. Ditambah Oilos 60 ml (1 botol/bulan) sebesar Rp 125.000 dan filter solar (per 5.000 km) Rp 100.000, total biaya per bulan menjadi Rp 1.245.000.

Asumsi: Fortuner diesel, 2.000 km/bulan, konsumsi 10 km/liter → kebutuhan 200 liter/bulan. Efek penghematan 25% Oilos → konsumsi turun ke 150 liter.

Sebagai informasi, BBM bersubsidi (seperti Pertalite dan Biosolar) memang membantu secara ekonomi, namun memiliki karakteristik yang perlu diwaspadai jika digunakan pada mesin kompresi tinggi:

● Penumpukan Karbon: Pembakaran yang tidak sempurna meninggalkan sisa kerak di piston dan katup.

● Gejala “Ngelitik” (Knocking): Ledakan bensin yang tidak tepat waktu membuat mesin bergetar dan cepat panas.

● Penurunan Performa: Tarikan terasa berat dan konsumsi BBM justru jadi lebih boros karena mesin bekerja ekstra keras.

Produk aditif organik yang ramah bagi mesin seperti Oilos membantu permasalahan BBM bersubsidi di Indonesia. Produk ini merupakan “suplemen multivitamin” bagi mesin yang sudah diuji di Lemigas secara ilmiah. Produk ini sudah bisa dibeli di beberapa marketplace online di Indonesia.

Ramai beredar di media sosial, beberapa pengguna SUV modern trend-nya mulai beralih memanfaatkan produk ini. Seperti akun @jarvisjournal yang didapati melakukan review produk saat berada di tol Trans Jawa. Akun ini menjelaskan bahwa selain BBM mobilnya lebih hemat, tarikan mesin juga lebih kencang saat berada di jalur lurus.

Berdasar pengamatan kami, Biosolar dengan perlakuan yang benar adalah sebuah keputusan finansial yang cerdas di era kenaikan harga minyak dunia. Produk lokal berbasis organik ini membuat mesin tetap terlindungi, injektor tetap bersih, dan dompet pun jauh lebih sehat. Info selengkapnya bisa diakses di www.oilos.id

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Indonesia

Post navigation

Previous post
Next post

Recent Posts

  • Petugas LRT Jabodebek Gagalkan Upaya Pencurian Kabel Grounding di Stasiun Cawang
  • How Much Is Your Land Really Worth? A Philippine Tool Now Estimates It From BIR Values and Market Data
  • XRPPower Advances AI-Powered Digital Asset Services With a Focus on Smarter User Experience
  • VRITIMES เข้าร่วมงาน Cyber Revolution Summit Thailand 2026 ยกระดับการสื่อสารดิจิทัลสำหรับอุตสาหกรรมไซเบอร์เซคเคียวริตี้
  • City lockboxes to get the axe

Recent Comments

  1. Karma Focken on BRI Branch Office Otista dan BRINS Serahkan Simbolis Klaim Asuransi kepada Nasabah Terdampak Kebakaran
  2. A WordPress Commenter on Hello world!

Archives

  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023

Categories

  • Australia
  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Uncategorized
  • Vietnam
©2026 Asiadailies | WordPress Theme by SuperbThemes