Skip to content
Asiadailies
Asiadailies

Daily update from Asia

  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Vietnam
  • Australia
Asiadailies

Daily update from Asia

Belajar dari Gagal: Perjalanan Mathias Putra Menemukan Jati Diri Lewat Trading

Belajar dari Gagal: Perjalanan Mathias Putra Menemukan Jati Diri Lewat Trading

Tim Editor, 02/07/202512/08/2026

Di balik layar laptop, grafik naik-turun, dan jargon-jargon seperti “pip”, “lot”, dan “entry”, ada satu hal yang tidak banyak dibahas dalam dunia trading: identitas dan kedewasaan seorang trader.
Mathias Putra tidak lahir dari dunia finansial. Ia menemukannya di tengah kebingungan, saat pekerjaan tak lagi memberi arah, dan hidup terasa berjalan di tempat. Trading bukan sekadar profesi untuknya. Ia adalah ruang belajar, ladang ujian, sekaligus tempat ia menemukan ulang siapa dirinya.

Ketika Kegagalan Menjadi “Mentor”

Banyak orang menghindari kegagalan. Mathias justru menginvestasikan ratusan juta rupiah untuk mendekapnya. Bukan karena ia suka rugi, tapi karena ia sadar: kalau ingin menjadi trader yang kuat, kamu harus belajar dari kerugian yang paling menyakitkan.

Sejak awal, ia mengikuti puluhan seminar dan pelatihan, dari Jakarta sampai Hongkong. Ia duduk di ruang-ruang penuh grafik dan istilah teknikal, mencoba menyerap ilmu dari para fund manager internasional. Namun sayang, tidak ada satu pun ilmu yang langsung “mengubah hidup”. Yang ia dapatkan justru adalah tabungan pengalaman, dan tabungan kegagalan.

Ia pernah rugi besar. Bahkan kehilangan aset yang ia bangun dari pekerjaan sebelumnya. Akan tetapi, bukan di situ ia berhenti. Justru saat bangkrut itulah ia menemukan cara pandang baru yang melahirkan satu sistem trading yang sangat efektif: trading dengan cara “bandar”.

Dari Kursi Kantor ke Kursi Trader

Sebelum menjadi pengajar dan praktisi yang dikenal hari ini, Mathias bekerja di sektor perbankan dan manufaktur. Gajinya cukup. Akan tetapi, ia sadar, hari-harinya terasa kosong. Ia ingin waktu yang lebih fleksibel dan hidup yang lebih bermakna.

Lalu, ia mengenal trading. Awalnya terdengar menjanjikan: modal kecil, peluang besar. Namun, begitu masuk ke dunia sesungguhnya, ia baru paham bahwa ini bukan ladang emas, ini arena mental. Yang bertahan bukan yang paling pintar, tapi yang paling disiplin dan bisa memaafkan diri saat salah langkah.

Big Boy Concept: Trading Dengan Cara “Bandar”

Workshop Big Boy Concept

Setelah 20 tahun bergelut, jatuh, bangkit, lalu jatuh lagi, Mathias membangun satu sistem yang ia sebut Big Boy Concept. Ini bukan strategi instan, ini juga pola pikir dan mentalitas dalam trading.

Beberapa prinsip utama dari strategi : 1) Jangan menahan posisi semalam, 2) Entry hanya setelah risiko dihitung, 3) Cut loss cepat, jangan baper, 4) Hindari overtrading dan euforia

Sistem ini bukan sekadar teknikal, tapi filosofi. Karena bagi Mathias, “Profit itu hasil akhir. Tapi mental adalah fondasi. Dan pasar hanya menghargai mereka yang bisa bertahan,” ungkapnya dalam wawancara bersama Sekali Seumur Hidup.

Membangun Jalan untuk Orang Lain

Kini, Mathias mengajar. Bukan untuk jadi “guru profit”, tapi jadi teman seperjalanan. Lewat Big Boy Concept, ia membagikan pelajaran-pelajaran pahit agar orang lain tak harus menempuh jalan berdarah yang sama.

Ia percaya: Trading bukan soal kaya cepat, tapi soal jadi pribadi yang tahan uji.

Mathias tidak menjual mimpi. Ia menunjukkan realita. Bahwa di balik angka-angka dan candlestick, ada pribadi yang terus tumbuh. Bahwa uang bisa hilang, tapi pelajaran akan tinggal.

Dan kalau kamu sedang dalam fase terpuruk, mungkin kamu sedang dalam babak paling penting: babak pembentukan dirimu yang baru.

Trading mengajarkan satu hal: bukan siapa yang paling untung yang menang. Tapi siapa yang paling siap untuk gagal, lalu bangkit lebih cerdas.

Indonesia

Post navigation

Previous post
Next post

Recent Posts

  • From Local Ateliers to Global Capsule Collections: Filipino Designers’ High-Impact Brand Collaborations in 2026
  • PT Arafura Surya Alam Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT
  • Tinggalkan Resepsi 2 Jam: Tren ‘Wedding Weekend’ Meningkat, Pasangan Urban Pilih Konsep Stay-and-Celebrate
  • 5 Hal yang Sering Terlewat Saat Memilih Skutik Retro Modern
  • Semangat HUT Kemerdekaan RI ke-81, Insan KAI Daop 2 Bandung Perkuat Kekompakan dan Komitmen Hadirkan Perjalanan KA Aman, Nyaman, dan Tepat Waktu

Recent Comments

  1. Karma Focken on BRI Branch Office Otista dan BRINS Serahkan Simbolis Klaim Asuransi kepada Nasabah Terdampak Kebakaran
  2. A WordPress Commenter on Hello world!

Archives

  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023

Categories

  • Australia
  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Uncategorized
  • Vietnam
©2026 Asiadailies | WordPress Theme by SuperbThemes