Skip to content
Asiadailies
Asiadailies

Daily update from Asia

  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Vietnam
  • Australia
Asiadailies

Daily update from Asia

15 Ribu Pohon Ditanam di Jabungan, Warga Masih Menanti Manfaat Ekonomi

15 Ribu Pohon Ditanam di Jabungan, Warga Masih Menanti Manfaat Ekonomi

Tim Editor, 21/08/202512/08/2026

Semarang, 21 Agustus 2025 – Sejak 2022, Desa Jabungan di pinggiran Kota Semarang menjadi salah satu lokasi penghijauan yang digagas bersama LindungiHutan. Di lahan Perhutani seluas sekitar 32 hektare, lebih dari 15 ribu pohon ditanam. Mayoritas tanaman yang ditanam adalah alpukat dengan harapan menghijaukan kembali kawasan berbukit sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Namun perjalanan tidak mudah. Ahmad Rozin (45), anggota kelompok tani setempat, mengenang momen awal penanaman pada Juli 2022. “Sayangnya, waktu itu musim kemarau panjang. Banyak yang mati,” ujarnya. Hanya sebagian tanaman bertahan berkat inisiatif warga mengalirkan air dengan pipa sederhana dari sumber terdekat.

Meski tingkat keberhasilan belum maksimal, diperkirakan sekitar 85% pohon mampu bertahan hingga kini, sejumlah perubahan positif sudah terasa. Udara di sekitar Jabungan lebih sejuk, tanah yang dulu sulit ditanami perlahan subur, bahkan muncul sumber air baru akibat resapan.

“Dulu nanam singkong nggak bisa tumbuh. Sekarang sudah banyak perubahan,” kata Rozin.

Kelompok Tani menanam pohon di Jabungan (Foto: Tim LindungiHutan)

Catatan kelompok tani menyebutkan bahwa keterlibatan warga cukup luas, dengan sekitar 30 orang aktif di Kelurahan Jabungan dan lebih dari 80 orang di tingkat Kabupaten. Mereka bergantian melakukan penyiraman dan perawatan tanaman, meski belum sepenuhnya berjalan konsisten.

Kondisi geografis menjadi kendala utama. Kontur tanah yang labil dan cuaca tidak menentu membuat perawatan ekstra diperlukan. Pada 2023, misalnya, sebuah penanaman besar-besaran seribu pohon yang melibatkan media nasional hanya menyisakan sekitar 30% pohon hidup karena dilakukan menjelang kemarau. Selain itu, perawatan alpukat dinilai lebih rumit dibanding tanaman keras lain.

Kondisi lahan penanaman di Jabungan (Foto: Tim LindungiHutan)

“Sekarang baru kelihatan hijau saja. Untuk ekonomi belum. Teman-teman juga kadang kurang minat, karena perawatan alpukat lebih sulit,” ujar Rozin.

Meski demikian, warga tetap menghargai kontribusi LindungiHutan yang menyediakan bibit dan membuka akses program konservasi. Mereka berharap dukungan bisa lebih luas, tidak berhenti di distribusi bibit.

“Harapannya jangan hanya bibit, tapi juga ada bimbingan, pupuk, dan pelatihan agar tanaman jangka panjang bisa dirawat dengan baik,” ungkap Rozin.

Operational Manager LindungiHutan, Aminul Ichsan, menyebut pihaknya mempertimbangkan edukasi mengenai agroforestri agar penghijauan bisa selaras dengan peningkatan ekonomi warga. “Kami melihat Jabungan punya potensi alpukat, tapi juga bisa dikombinasikan dengan tanaman sela, seperti jahe atau kopi,” katanya.

Jika seluruh pohon alpukat yang ditanam bisa tumbuh hingga produktif, potensi panen mencapai lebih dari 5 ton per tahun dengan nilai jual hingga ratusan juta, menurut estimasi kelompok tani. Namun, hasil itu baru bisa dipetik dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

Bagi masyarakat Jabungan, program ini masih menyisakan perjalanan panjang. Walau hasil ekonomi belum dirasakan, mereka percaya jika semua pihak terus mendukung, penghijauan ini akan membawa manfaat besar. “Kalau LindungiHutan semakin sukses, tentu masyarakat juga ikut merasakan. Semoga ke depan sinerginya makin baik,” tutup Rozin.

Indonesia

Post navigation

Previous post
Next post

Recent Posts

  • Tren Side Income Makin Populer, Futures Trading Jadi Salah Satu Pilihan di Era Digital
  • Kenali Anjing Labrador dari Karakter, Sifat, Sampai Cara Merawatnya
  • Merdeka Sehat untuk Semua, PT PSL Berikan Pemeriksaan Kesehatan bagi 200 Lansia dan Anak di Jakarta Utara
  • Asia CEO Community Malaysia Enters a New Chapter
  • จากไอดอลสู่ First Face: โมเมนต์แฟชั่นของ Dylan เพิ่งเริ่มต้นเท่านั้น

Recent Comments

  1. Karma Focken on BRI Branch Office Otista dan BRINS Serahkan Simbolis Klaim Asuransi kepada Nasabah Terdampak Kebakaran
  2. A WordPress Commenter on Hello world!

Archives

  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023

Categories

  • Australia
  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Uncategorized
  • Vietnam
©2026 Asiadailies | WordPress Theme by SuperbThemes