Skip to content
Asiadailies
Asiadailies

Daily update from Asia

  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Vietnam
  • Australia
Asiadailies

Daily update from Asia

Harga Emas Hari Ini Berpotensi Turun, Simak Level 4.109–4.086

Harga Emas Hari Ini Berpotensi Turun, Simak Level 4.109–4.086

Tim Editor, 06/10/2026

Harga emas masih
menghadapi tekanan pada perdagangan hari ini, Selasa (6/10/2026), di tengah
penguatan dolar AS dan tingginya imbal hasil Treasury Amerika Serikat. Kondisi
tersebut membuat pergerakan XAU/USD masih berpotensi melanjutkan tren bearish,
meskipun ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada Oktober
mulai menurun setelah data tenaga kerja AS menunjukkan pelemahan.

Analis Dupoin
Futures
, Geraldo Kofit, melihat tekanan jual pada emas masih cukup kuat secara
teknikal. Pada timeframe Daily, harga kembali membentuk rejection kuat di zona
resistance 4.170. Kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa buyer belum mampu
mempertahankan momentum kenaikan setelah harga menguji area resistance
tersebut.

“Pada timeframe
Daily, emas kembali menunjukkan rejection di level 4.170. Selama harga belum
mampu menembus dan bertahan di atas area tersebut, tekanan bearish masih
berpeluang berlanjut menuju support berikutnya di 4.109–4.086,” ujar Geraldo.

Secara teknikal,
pergerakan tersebut juga berkaitan dengan pola Drop Base Drop yang terbentuk
pada chart Daily. Pola ini menunjukkan potensi kelanjutan tren turun apabila
tekanan jual kembali menguat. Dengan demikian, area 4.109–4.086 menjadi zona
penting yang perlu diperhatikan apabila harga kembali bergerak ke bawah.

Dari sisi
fundamental, emas masih berhadapan dengan tekanan dari dolar AS dan tingginya
Treasury yield. Reuters melaporkan pada Selasa bahwa harga emas spot turun
sekitar 0,3% ke US$4.128,69 per troy ounce. Penguatan dolar dan kenaikan yield
Treasury menjadi faktor yang membatasi daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal
hasil.

Kondisi tersebut
terjadi meskipun ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober telah
berkurang setelah data tenaga kerja AS yang lebih lemah dari perkiraan. Reuters
mencatat pasar kini melihat peluang kenaikan suku bunga pada Oktober jauh lebih
rendah, sementara peluang kenaikan pada Desember masih menjadi perhatian
investor.

Geraldo menilai
kondisi tersebut membuat respons pasar terhadap data ekonomi AS tetap penting.
Jika tekanan terhadap pasar tenaga kerja terus meningkat dan ekspektasi
pengetatan moneter semakin berkurang, emas sebenarnya berpotensi mendapatkan
dukungan dari sisi fundamental. Namun, selama dolar dan yield Treasury masih
bertahan tinggi, ruang kenaikan emas dapat tetap terbatas.

“Penurunan
ekspektasi kenaikan suku bunga Oktober memang dapat menjadi faktor pendukung
emas. Namun, penguatan dolar dan Treasury yield yang masih tinggi menjadi
hambatan utama. Karena itu, secara teknikal rejection di 4.170 perlu menjadi
perhatian sebelum melihat peluang pembalikan arah,” jelas Geraldo.

Reuters juga
mencatat yield Treasury AS masih berada di level tinggi, sementara dolar AS
tetap mendapatkan dukungan dari ekspektasi bahwa The Fed belum sepenuhnya
keluar dari kemungkinan pengetatan kebijakan. Kondisi tersebut menunjukkan
bahwa perubahan ekspektasi suku bunga belum secara otomatis menghilangkan
tekanan terhadap emas.

Selain faktor
moneter, perkembangan geopolitik juga tetap menjadi variabel yang dapat
memengaruhi permintaan safe haven. Ketegangan di Timur Tengah berpotensi
meningkatkan minat terhadap emas apabila risiko geopolitik kembali meningkat.
Namun, dalam jangka pendek, pergerakan dolar dan yield masih menjadi faktor
utama yang perlu diperhatikan.

Dengan kombinasi
faktor teknikal dan fundamental tersebut, harga emas hari ini berpotensi
melanjutkan pelemahan apabila gagal menembus resistance 4.170. Berdasarkan
analisis Dupoin Futures, area 4.109–4.086 menjadi target support yang perlu
dicermati. Sebaliknya, apabila harga mampu menembus resistance 4.170 dan
mempertahankan posisi di atasnya, tekanan bearish dapat berkurang dan membuka
ruang bagi pemulihan harga.

Bagi pelaku pasar,
area resistance 4.170 dan support 4.109–4.086 menjadi level penting untuk
memantau arah XAU/USD selanjutnya, bersamaan dengan pergerakan dolar AS dan
Treasury yield.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Indonesia

Post navigation

Previous post
Next post

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA


Recent Posts

  • Bitcoin Kembali Ditolak $87.000, Ini Skenario Harga BTC Berikutnya
  • BRI BO Krekot Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
  • BRI BO Kramat Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
  • BRI BO Kelapa Gading Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
  • Ika Afifah Terpilih sebagai Salah Satu dari 30 Perempuan ASEAN & Australia yang Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

Recent Comments

  1. Norvin Tinambacan on Carziqo Expands Autonomous Delivery Operations With A-DS Series Rollout in Phoenix
  2. Karma Focken on BRI Branch Office Otista dan BRINS Serahkan Simbolis Klaim Asuransi kepada Nasabah Terdampak Kebakaran
  3. A WordPress Commenter on Hello world!

Archives

  • October 2026
  • September 2026
  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023

Categories

  • Australia
  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Uncategorized
  • Vietnam
©2026 Asiadailies | WordPress Theme by SuperbThemes