Skip to content
Asiadailies
Asiadailies

Daily update from Asia

  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Vietnam
  • Australia
Asiadailies

Daily update from Asia

USDJPY Masih Bullish, NFP AS Jadi Katalis Pergerakan Pekan Depan

USDJPY Masih Bullish, NFP AS Jadi Katalis Pergerakan Pekan Depan

Tim Editor, 02/10/2026

Pergerakan USDJPY pada pekan depan berpotensi kembali menjadi perhatian pasar setelah pasangan mata uang tersebut berada di area 158 yen per dolar menjelang rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat pada Jumat (2/10/2026).

NFP menjadi salah satu katalis penting yang dapat menentukan arah USDJPY karena data tenaga kerja AS berpengaruh terhadap ekspektasi kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed), Treasury yield, dan pada akhirnya pergerakan dolar AS terhadap yen Jepang.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, melihat secara teknikal USDJPY masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan. Pada timeframe Daily, harga menunjukkan kegagalan menembus zona support di level 156.969–155.917. Kondisi tersebut membuka peluang bagi USDJPY untuk kembali bergerak menuju zona resistance terdekat di 160.163–160.869.

Secara teknikal, pergerakan tersebut didukung oleh pola Rally Base Rally yang dikonfirmasi dengan pola ABC Correction. Formasi ini menunjukkan bahwa fase koreksi sebelumnya berpotensi telah berakhir dan harga dapat kembali mengikuti arah bullish apabila support tetap bertahan.

“USDJPY masih menunjukkan struktur bullish pada timeframe Daily. Selama harga mampu bertahan di atas area support 156.969–155.917, peluang pergerakan menuju resistance 160.163–160.869 masih terbuka,” ujar Geraldo.

Dari sisi fundamental, perhatian utama pasar pada pekan depan akan tertuju pada bagaimana pasar merespons data tenaga kerja AS yang dirilis hari ini. Berdasarkan konsensus ekonom yang dikutip Reuters, NFP September diperkirakan bertambah sekitar 90.000 pekerjaan dengan tingkat pengangguran bertahan di 4,1%.

Jika data NFP menunjukkan pertumbuhan tenaga kerja yang lebih kuat dari ekspektasi, pasar dapat kembali memperhitungkan kemungkinan kebijakan moneter AS yang lebih ketat. Kondisi tersebut berpotensi mendorong kenaikan Treasury yield dan memperkuat dolar AS, sehingga memberikan dorongan tambahan terhadap USDJPY.

Sebaliknya, data tenaga kerja yang lebih lemah dari perkiraan dapat meningkatkan ekspektasi pelonggaran kebijakan The Fed. Penurunan yield AS dan pelemahan dolar berpotensi memberikan tekanan terhadap USDJPY, sementara yen dapat memperoleh dukungan.

“Respons USDJPY terhadap NFP akan sangat bergantung pada bagaimana data tersebut mengubah ekspektasi suku bunga AS. NFP yang lebih kuat berpotensi memperlebar kembali keunggulan yield AS terhadap Jepang, sedangkan data yang lemah dapat memicu koreksi USDJPY melalui penurunan yield dan penguatan yen,” jelas Geraldo.

Kondisi yield AS memang menjadi salah satu faktor penting bagi pergerakan pasangan mata uang tersebut. Reuters melaporkan yield Treasury 10 tahun sempat mencapai 5,344% pada Kamis, level tertinggi sejak 2002, sebelum bergerak turun ke sekitar 5,25% pada Jumat. Pada saat yang sama, yen berada di sekitar 157,8 per dolar menjelang rilis data payrolls.

Di sisi Jepang, penguatan dolar terhadap yen juga perlu dilihat dari perkembangan kebijakan Bank of Japan (BOJ). Reuters melaporkan BOJ membuka ruang untuk percepatan kenaikan suku bunga, dengan inflasi inti Tokyo September juga menunjukkan penguatan. Kondisi tersebut dapat menjadi faktor pendukung yen dan membatasi kenaikan USDJPY apabila ekspektasi kenaikan suku bunga Jepang semakin kuat.

Selain itu, risiko intervensi tetap menjadi perhatian ketika yen kembali mengalami pelemahan tajam. Pada akhir September, diplomat mata uang Jepang Atsushi Mimura menegaskan kepada Reuters bahwa pasar perlu memperhatikan peringatan Tokyo dan Washington terkait pelemahan yen. Pemerintah Jepang sebelumnya juga telah melakukan intervensi bersama Amerika Serikat untuk menopang yen.

Dengan kombinasi faktor tersebut, USDJPY pada pekan depan berpotensi melanjutkan tren bullish selama zona support 156.969–155.917 tetap bertahan. Secara teknikal, area 160.163–160.869 menjadi resistance yang perlu diperhatikan. Namun, arah pergerakan tetap akan sangat bergantung pada hasil NFP, perubahan Treasury yield, ekspektasi kebijakan The Fed dan BOJ, serta respons pemerintah Jepang terhadap pelemahan yen.

Bagi pelaku pasar, rilis NFP hari ini menjadi momentum penting untuk melihat apakah penguatan USDJPY dapat memperoleh katalis fundamental baru atau justru menghadapi tekanan koreksi setelah data tenaga kerja AS dirilis.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Indonesia

Post navigation

Previous post
Next post

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA


Recent Posts

  • Perkuat Visibilitas Pemimpin Muda, VRITIMES Berpartisipasi di JCI Indonesia National Convention 2026
  • TOMOHON JAZZ FESTIVAL 2026 WHEN MUSIC MEETS MOUNT LOKON
  • Avenew Sukses Gelar AveXchange 2026, Luncurkan SCOPE dan Indonesia PMO Index 2026 bersama Komunitas PMO Indonesia
  • Kopi sebagai Bagian dari Rutinitas, Bagaimana Agar Tidak Buat Dompet Boncos?
  • Investasi Tumbuh 7,2%, Ardeco Ingatkan Pentingnya Persiapan Konstruksi Sebelum Ekspansi F&B

Recent Comments

  1. Norvin Tinambacan on Carziqo Expands Autonomous Delivery Operations With A-DS Series Rollout in Phoenix
  2. Karma Focken on BRI Branch Office Otista dan BRINS Serahkan Simbolis Klaim Asuransi kepada Nasabah Terdampak Kebakaran
  3. A WordPress Commenter on Hello world!

Archives

  • October 2026
  • September 2026
  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023

Categories

  • Australia
  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Uncategorized
  • Vietnam
©2026 Asiadailies | WordPress Theme by SuperbThemes