Skip to content
Asiadailies
Asiadailies

Daily update from Asia

  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Vietnam
  • Australia
Asiadailies

Daily update from Asia

Harga Emas Hari Ini Berpotensi Turun, Dupoin Futures Ungkap Analisisnya

Harga Emas Hari Ini Berpotensi Turun, Dupoin Futures Ungkap Analisisnya

Tim Editor, 01/10/2026

Harga emas masih berada dalam tekanan setelah mengalami penurunan tajam dalam beberapa sesi perdagangan terakhir. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, harga emas pada timeframe H4 masih berpotensi melanjutkan pelemahan setelah membentuk false break yang kemudian dikonfirmasi oleh pola Bearish Engulfing. Menurut analisis Dupoin Futures, kombinasi kedua sinyal tersebut menunjukkan tekanan bearish yang masih cukup kuat pada pergerakan XAUUSD.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, melihat terbentuknya false break sebagai sinyal penting dalam membaca arah harga emas. False break menunjukkan bahwa harga sempat mencoba bergerak lebih tinggi, tetapi tidak mampu mempertahankan penguatan tersebut. Setelah itu, muncul pola Bearish Engulfing yang dalam analisis teknikal Dupoin Futures menjadi konfirmasi tambahan terhadap tekanan jual.

Berdasarkan analisis Dupoin Futures, kondisi tersebut membuka peluang bagi harga emas untuk kembali bergerak turun menuju zona support terdekat pada 4.129–4.114. Area 4.129–4.114 menjadi level penting yang perlu diperhatikan karena respons harga di zona tersebut dapat menentukan arah XAUUSD selanjutnya.

Jika tekanan bearish masih berlanjut dan harga mampu menembus area support tersebut, Dupoin Futures melihat potensi pelemahan yang lebih dalam. Sebaliknya, apabila harga emas mampu bertahan di zona 4.129–4.114, peluang terjadinya rebound teknikal tetap terbuka. Karena itu, Dupoin Futures menilai reaksi harga pada support menjadi salah satu indikator utama dalam perdagangan emas hari ini.

Dari sisi fundamental, tekanan terhadap emas masih berasal dari tingginya imbal hasil Treasury Amerika Serikat dan kekhawatiran bahwa harga energi yang tinggi dapat mempertahankan tekanan inflasi. Reuters melaporkan bahwa harga spot emas turun sekitar 0,7% menjadi US$4.152,86 per troy ounce pada 30 September dan berada di jalur penurunan bulanan sekitar 6,6%.

Data inflasi Amerika Serikat sebenarnya memberikan sedikit ruang positif bagi emas. Data Personal Consumption Expenditures (PCE) naik 0,3% pada Agustus, lebih rendah dari perkiraan ekonom sebesar 0,4%. Setelah data tersebut dirilis, probabilitas kenaikan suku bunga Federal Reserve pada Oktober turun menjadi sekitar 39% dari sebelumnya 45%, berdasarkan CME FedWatch. Namun, menurut Reuters, kenaikan harga energi tetap mendorong yield obligasi lebih tinggi sehingga memberikan tekanan kembali terhadap logam mulia.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Dupoin Futures karena arah yield Treasury dan dolar AS masih memiliki pengaruh besar terhadap emas. Ketika yield meningkat, aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas cenderung menghadapi tekanan relatif lebih besar. Sebaliknya, jika yield AS mulai turun, Dupoin Futures melihat peluang bagi XAUUSD untuk mendapatkan ruang recovery.

Selain yield dan dolar AS, Dupoin Futures juga mencermati perkembangan data tenaga kerja Amerika Serikat. Data ekonomi tersebut dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap langkah Federal Reserve selanjutnya. Bagi Dupoin Futures, perubahan ekspektasi suku bunga dapat berdampak langsung terhadap dolar AS, Treasury yield, dan akhirnya harga emas.

Dengan mempertimbangkan kondisi teknikal dan fundamental tersebut, Dupoin Futures melihat bahwa tekanan bearish pada emas masih perlu diwaspadai. Geraldo Kofit dari Dupoin Futures menilai false break yang dikonfirmasi Bearish Engulfing pada timeframe H4 membuka peluang bagi harga untuk menguji support 4.129–4.114.

Dengan demikian, prediksi harga emas hari ini berdasarkan analisis Dupoin Futures menunjukkan potensi pelemahan menuju area 4.129–4.114. Namun, Dupoin Futures menilai area tersebut perlu dicermati karena kemampuan harga bertahan di atas support dapat membuka peluang rebound. Pergerakan yield Treasury, dolar AS, data tenaga kerja, dan harga energi akan menjadi faktor penting yang menentukan arah XAUUSD berikutnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Indonesia

Post navigation

Previous post
Next post

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA


Recent Posts

  • Komisi Sales di Odoo: Hitung Insentif Salesman Otomatis Tanpa Debat
  • Ponsel Penanda Tangan Hilang, Seberapa Aman Dokumen Perusahaan
  • Jaring Antusiasme Menuju TEI 2026, Buyer dari 113 Negara dan 1.500 Exhibitor Siap Berpartisipasi
  • BRI Finance Hadir di Solo Run Fest 2026, Kenalkan Layanan Pembiayaan Kepada Masyarakat
  • PT Tracon Industri Tegaskan Komitmen Zero Fatality & Zero Waste, Kembali Dipercaya Dukung Turn Around Pabrik I Pusri Palembang

Recent Comments

  1. Norvin Tinambacan on Carziqo Expands Autonomous Delivery Operations With A-DS Series Rollout in Phoenix
  2. Karma Focken on BRI Branch Office Otista dan BRINS Serahkan Simbolis Klaim Asuransi kepada Nasabah Terdampak Kebakaran
  3. A WordPress Commenter on Hello world!

Archives

  • October 2026
  • September 2026
  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023

Categories

  • Australia
  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Uncategorized
  • Vietnam
©2026 Asiadailies | WordPress Theme by SuperbThemes