Skip to content
Asiadailies
Asiadailies

Daily update from Asia

  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Vietnam
  • Australia
Asiadailies

Daily update from Asia

Soroti Kedaulatan Digital Pengusaha Perempuan di UN Women 2026 Asia-Pacific WEPs Awards, DA (Trainer & CEO) Tegaskan Komitmen Inklusif Sanggabiz

Soroti Kedaulatan Digital Pengusaha Perempuan di UN Women 2026 Asia-Pacific WEPs Awards, DA (Trainer & CEO) Tegaskan Komitmen Inklusif Sanggabiz

Tim Editor, 02/09/2026

Berkompetisi dalam ajang UN Women 2026 Asia-Pacific WEPs Awards kategori Leadership Commitment, Dwi Andi Rohmatika (DA), Trainer sekaligus CEO Sanggabiz, mengangkat sebuah prinsip penting: kepemimpinan perempuan yang berdaya tidak cukup hanya ditopang oleh penggunaan teknologi, tetapi juga oleh kepemilikan dan kendali digital.

Yogyakarta, 2 September 2026 — Kedaulatan digital bukan sekadar isu administratif, melainkan wujud nyata dari kesetaraan gender dan agensi ekonomi perempuan. Hal inilah yang disoroti secara tajam oleh Dwi Andi Rohmatika (“DA”), Trainer sekaligus CEO Sanggabiz, seiring dengan partisipasinya dalam ajang bergengsi UN Women 2026 Asia-Pacific WEPs Awards untuk kategori Leadership Commitment.

Komitmen kepemimpinan ini berakar dari pengalaman personal DA yang tumbuh di Gemolong, Sragen, Jawa Tengah. Ia menyaksikan langsung bagaimana ibunya ditolak saat mengajukan pinjaman setelah menjadi janda, yang mengungkap masalah struktural di mana perempuan kerap dianggap tidak utuh secara finansial tanpa validasi dari figur laki-laki. Realitas inilah yang mendorong misinya untuk membangun sistem agar perempuan, ibu, dan UMKM milik perempuan bisa mengakses pendanaan, pengetahuan, pasar, dan teknologi.

Realitas di lapangan menunjukkan bahwa perempuan menghadapi hambatan yang berlapis, mulai dari terbatasnya akses modal, rendahnya literasi digital, beban kerja perawatan tak berbayar, sistem bisnis yang lemah, norma patriarki, hingga minimnya representasi di tingkat dewan pengambil keputusan. Ketika seorang pemimpin perempuan mendelegasikan operasional kepada sistem yang buram, mereka perlahan kehilangan akses terhadap data analitik, metrik kinerja, dan instrumen pengambilan keputusan. Intervensi Sanggabiz hadir untuk mengembalikan kendali manajerial tersebut ke tangan pemimpin perempuan, sejalan dengan prinsip bahwa kepemilikan digital adalah agensi ekonomi.

Sebagai pemimpin yang memegang teguh semangat women power, DA memastikan komitmen pemberdayaan ini mendarah daging dalam struktur organisasinya. Dari sisi internal, Sanggabiz secara konsisten mempertahankan komitmen terhadap kepemimpinan inklusif: 75% posisi kepemimpinan di Sanggabiz diisi oleh perempuan. Selain itu, terdapat sekitar 10% representasi tim yang berasal dari komunitas disabilitas.

Komposisi tim inklusif inilah yang menggerakkan ekosistem kerja AI-powered Sanggabiz untuk memberikan dampak sistemis di berbagai ruang lingkup:

1. Pekerja Inklusif (Workplace): Sanggabiz menerapkan model pekerjaan inklusif yang dipimpin oleh perempuan. Tim ini memiliki 75% perempuan di jajaran kepemimpinan. Di samping itu, terdapat sekitar 10% representasi tim dari komunitas disabilitas yang terlibat langsung di balik layar.

2. UMKM dan Komunitas (Marketplace & Community): Sanggabiz menyediakan dukungan digital, operasional, dan bisnis secara langsung untuk UMKM. Dukungan ini mencakup penyediaan alat bisnis berbasis AI, model dashboard, digitalisasi SOP, dan sistem KPI. Secara kumulatif, program edukasi dan pelatihan Sanggabiz telah menjangkau lebih dari 20.000 peserta melalui lebih dari 200 sesi pelatihan dan wicara publik.

3. Institusi Tingkat Atas (Boardroom): DA hadir bukan sekadar sebagai perwakilan simbolis perempuan, melainkan sebagai ahli dan penasihat strategis. Ia memberikan saran dan konsultasi terkait desain organisasi, strategi bisnis, tata kelola, transformasi digital, serta sistem berbasis AI kepada Dewan Direksi, eksekutif BUMN/BUMD, dan institusi pemerintah.

“Tidak boleh ada perempuan yang ditolak kesempatannya hanya karena ia berasal dari pedesaan, seorang janda, seorang ibu, seorang pengasuh, atau diremehkan di ruangan yang didominasi laki-laki,” tegas DA. “Perempuan tidak perlu terintimidasi oleh teknologi; mereka membutuhkan teknologi yang membantu mereka menjual, mencatat, memutuskan, dan berkembang”.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Indonesia

Post navigation

Previous post
Next post

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA


Recent Posts

  • Dari Mabar ke Komunitas: Pop Mie Campus Gaming Ground Hadir di IPB, Satukan Mahasiswa Bogor Lewat Esports
  • Keselamatan Jadi Prioritas, KAI Daop 2 Bandung Tutup Perlintasan Sebidang Rawan dan Bangun Palang Pintu di Sejumlah Lokasi
  • PTPN I (Persero, Subholding Perkebunan Nusantara Perkuat Kolaborasi untuk Dukung Swasembada Pangan
  • Why Percentage Return Makes Trading Competitions More Accessible Than Capital-Based Challenges
  • Telkom AI Center Malang Dukung Pengembangan Kapabilitas AI melalui AI for Everyone Batch 27

Recent Comments

  1. Karma Focken on BRI Branch Office Otista dan BRINS Serahkan Simbolis Klaim Asuransi kepada Nasabah Terdampak Kebakaran
  2. A WordPress Commenter on Hello world!

Archives

  • September 2026
  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023

Categories

  • Australia
  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Uncategorized
  • Vietnam
©2026 Asiadailies | WordPress Theme by SuperbThemes