Skip to content
Asiadailies
Asiadailies

Daily update from Asia

  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Vietnam
  • Australia
Asiadailies

Daily update from Asia

Tigo Resmi Meluncurkan Layanan “100 Episode Short Drama dalam 1 Hari”, Produksi AI Short Drama Memasuki Era Skala Besar

Tigo Resmi Meluncurkan Layanan “100 Episode Short Drama dalam 1 Hari”, Produksi AI Short Drama Memasuki Era Skala Besar

Tim Editor, 16/08/2026

Tigo resmi meluncurkan layanan “100 Episode Short Drama dalam 1 Hari” di Indonesia pada Agustus 2026 sebagai solusi produksi konten berbasis AI untuk menjawab kebutuhan brand, UMKM, content entrepreneur, dan kreator individu yang membutuhkan produksi video pendek secara cepat dan konsisten. Layanan ini dikembangkan karena produksi short drama tradisional umumnya membutuhkan waktu, biaya, serta keterlibatan banyak tenaga profesional. Melalui sistem tersebut, AI digunakan dalam berbagai tahap produksi, mulai dari penulisan naskah, pembuatan karakter dan adegan, video generation, voice-over, subtitle, hingga post-production, sehingga seluruh proses dapat dilakukan dalam workflow yang lebih terintegrasi. Dengan sistem produksi yang terstandarisasi, Tigo menargetkan kapasitas hingga 100 episode dalam satu hari, sekaligus membuka peluang bagi pengguna yang tidak memiliki tim produksi besar untuk membuat serial konten, mengembangkan IP, maupun memasukkan produk dan pesan brand ke dalam cerita secara lebih efisien.

Jakarta, Indonesia, Agustus 2026 — Tigo memperkenalkan layanan “100 Episode Short Drama dalam 1 Hari”, sistem produksi berbasis kecerdasan buatan untuk mempercepat pembuatan serial video pendek secara terstandarisasi dan dalam skala besar. Peluncuran ini menandai langkah baru Tigo dalam mengembangkan ekosistem produksi konten AI yang menghubungkan proses kreatif, produksi visual, audio, hingga penyelesaian video dalam satu alur.

Melalui sistem ini, artificial intelligence diterapkan pada tahap produksi, mulai dari penyusunan naskah, desain karakter, pembuatan adegan, visual video, voice-over, subtitle, hingga video compositing. Pendekatan tersebut memungkinkan proses yang sebelumnya membutuhkan koordinasi banyak anggota tim untuk dikelola melalui workflow yang lebih terintegrasi.

Dalam produksi short drama tradisional, pembuatan serial biasanya melibatkan penulis, sutradara, aktor, sinematografer, tim lighting, lokasi, editor, pengisi suara, dan tim operasional konten. Bagi usaha kecil, content entrepreneur, maupun kreator individu, struktur produksi seperti ini dapat menjadi tantangan karena membutuhkan biaya, waktu, dan sumber daya.

Tigo mencoba mengubah pola tersebut melalui model produksi berbasis AI. Berdasarkan tema, genre, target audiens, dan kebutuhan platform, sistem dapat membantu menyusun struktur cerita, hubungan antar-karakter, konflik utama, serta alur episode. AI juga digunakan untuk membangun karakter dan berbagai latar cerita, mulai dari sekolah, kantor, rumah, perkotaan, latar historis, hingga dunia futuristik.

Menurut Tigo, dengan workflow produksi yang telah distandardisasi, kapasitas produksi dapat mencapai hingga 100 episode short drama dalam satu hari. Perusahaan menekankan bahwa konsep ini bukan sekadar mengejar jumlah, tetapi bertujuan membangun model produksi konten yang lebih cepat untuk proses pengujian, pengembangan, dan iterasi cerita.

Perubahan tersebut dinilai relevan dengan karakter platform short-form video seperti TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts, yang menuntut kreator untuk tidak hanya menghasilkan satu konten menarik, tetapi juga menjaga konsistensi produksi. Dengan kemampuan membuat dan menguji lebih banyak episode dalam waktu singkat, kreator dan brand memiliki ruang untuk mencoba variasi genre, karakter, dan pendekatan cerita.

Layanan ini juga tidak hanya diarahkan untuk industri film dan televisi. Tigo melihat peluang pemanfaatan short drama AI untuk brand, bisnis lokal, pelaku UMKM, serta kreator independen. Brand, misalnya, dapat memasukkan produk atau pesan merek ke dalam serial berbasis cerita. Sementara itu, bisnis di sektor kuliner, kecantikan, pariwisata, dan pendidikan dapat mengembangkan konten pemasaran yang lebih naratif dan berkelanjutan.

Bagi kreator individu, teknologi ini membuka kesempatan untuk membangun intellectual property dan akun serial cerita tanpa harus memiliki tim produksi konvensional yang besar. Tigo menyebut bahwa AI dapat membantu menurunkan hambatan produksi bagi pengguna yang tidak memiliki pengalaman shooting profesional, peralatan kompleks, atau sumber daya produksi film dalam skala besar.

Indonesia menjadi salah satu pasar yang dinilai potensial untuk pengembangan model ini karena tingginya aktivitas media sosial serta kuatnya pertumbuhan konten video pendek, live streaming, e-commerce, dan konten berbasis cerita. Tigo melihat AI short drama bukan hanya sebagai alternatif produksi, tetapi juga sebagai bagian dari perkembangan infrastruktur digital marketing yang menggabungkan hiburan, cerita, promosi, dan monetisasi.

Ke depan, Tigo menyatakan akan meningkatkan konsistensi karakter AI, voice-over multibahasa, template short drama, product placement brand, serta kemampuan produksi konten massal. Perusahaan berharap model ini dapat membuat produksi serial menjadi lebih mudah diakses oleh lebih banyak pengguna, termasuk usaha kecil dan kreator independen.

“AI sedang mendefinisikan ulang proses produksi konten. Kami berharap kreator biasa, usaha kecil, bahkan satu orang saja dapat memiliki kemampuan produksi yang sebelumnya lebih banyak tersedia bagi perusahaan konten profesional,” ujar perwakilan Tigo.

Dengan peluncuran layanan ini, Tigo ingin mendorong perubahan dari produksi video berbasis proyek menuju sistem produksi konten yang lebih terstruktur, cepat, dan dapat diuji secara berkelanjutan. Di tengah meningkatnya persaingan perhatian di platform digital, kemampuan menciptakan cerita dengan cepat, melakukan eksperimen dengan biaya lebih efisien, dan terus menghasilkan konten yang relevan menjadi faktor penting dalam perkembangan industri short drama berbasis AI.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Indonesia

Post navigation

Previous post
Next post

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA


Recent Posts

  • Perkuat Sektor E-KYC, Api.co.id Rilis API Dukcapil Check dan NPWP Check
  • Dukung Pertamina Patra Niaga, Elnusa Petrofin Percepat Distribusi Energi Pascabencana Gempa Nusa Tenggara Timur
  • AI Ubah Lanskap Pemasaran Digital Indonesia, Tigo AI Tawarkan Model Terintegrasi untuk Brand hingga UMKM
  • Tigo Resmi Meluncurkan Layanan “100 Episode Short Drama dalam 1 Hari”, Produksi AI Short Drama Memasuki Era Skala Besar
  • Bantaran Sungai Gajahwong Jadi Panggung Cita-Cita: LP-190 Gelar WOW-DAY 2 dan Dorong Potensi Impactful Tourism di Ledhok Timoho

Recent Comments

  1. Karma Focken on BRI Branch Office Otista dan BRINS Serahkan Simbolis Klaim Asuransi kepada Nasabah Terdampak Kebakaran
  2. A WordPress Commenter on Hello world!

Archives

  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023

Categories

  • Australia
  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Uncategorized
  • Vietnam
©2026 Asiadailies | WordPress Theme by SuperbThemes