. . .

Kalap Checkout di Live Shopping? Belanja Boleh, Asal Jangan Impulsif

Belanja online kini bukan lagi sekadar aktivitas mencari kebutuhan. Kehadiran fitur live shopping membuat pengalaman berbelanja menjadi lebih interaktif, menghibur, dan sering kali terasa seperti menonton acara langsung. Mulai dari produk kecantikan, fashion, peralatan rumah tangga, hingga makanan, semuanya bisa dibeli hanya dalam beberapa klik.

Tidak heran jika banyak orang menghabiskan waktu mengikuti sesi live shopping setelah bekerja atau saat bersantai di rumah. Namun di balik kemudahannya, ada satu hal yang sering menjadi tantangan: pengeluaran impulsif.

Padahal, belanja bukanlah sesuatu yang harus dihindari. Yang lebih penting adalah bagaimana tetap menikmati aktivitas belanja tanpa mengganggu kondisi keuangan.

Kenapa Live Shopping Terasa Sulit Ditolak?

Salah satu daya tarik utama live shopping adalah suasananya yang terasa lebih personal. Penjual dapat berinteraksi langsung dengan penonton, menunjukkan produk secara real time, hingga menawarkan promo khusus yang hanya berlaku selama siaran berlangsung.

Situasi ini membuat proses pengambilan keputusan menjadi lebih cepat. Banyak orang akhirnya melakukan checkout bukan karena benar-benar membutuhkan produk tersebut, melainkan karena takut kehilangan kesempatan mendapatkan promo.

Fenomena ini dikenal sebagai FOMO atau fear of missing out, yaitu rasa khawatir tertinggal tren atau kesempatan yang sedang berlangsung.

Belanja Tidak Selalu Buruk

Sering kali belanja dianggap sebagai penyebab utama masalah keuangan. Padahal kenyataannya tidak sesederhana itu.

Belanja merupakan bagian dari kebutuhan hidup dan juga bisa menjadi bentuk apresiasi terhadap diri sendiri setelah bekerja keras. Membeli pakaian baru, perlengkapan hobi, atau produk yang memang dibutuhkan tentu bukan hal yang salah.

Perhatikan adalah apakah pembelian tersebut sudah masuk dalam perencanaan keuangan atau hanya dilakukan karena dorongan sesaat.

Ketika belanja dilakukan secara sadar dan sesuai kemampuan finansial, aktivitas tersebut tetap bisa dinikmati tanpa menimbulkan penyesalan di kemudian hari.

Pengeluaran Kecil Sering Terlihat Sepele

Salah satu alasan pengeluaran impulsif sulit disadari adalah karena nominalnya sering kali tidak terlalu besar.

Diskon Rp30 ribu, produk Rp50 ribu, atau promo beli satu gratis satu mungkin terlihat ringan saat dilihat satu per satu. Namun ketika transaksi serupa terjadi berkali-kali dalam sebulan, total pengeluarannya bisa mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Karena itu, penting untuk melihat pengeluaran secara keseluruhan, bukan hanya berdasarkan nominal setiap transaksi.

Cara Tetap Menikmati Belanja Online dengan Bijak

Belanja online tetap bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan tanpa harus mengganggu kondisi keuangan.

Beberapa kebiasaan sederhana yang dapat membantu antara lain:

– Menentukan anggaran belanja bulanan

– Membuat daftar kebutuhan sebelum membuka aplikasi

– Memberikan jeda waktu sebelum checkout

– Memisahkan dana kebutuhan dan dana gaya hidup

– Mengevaluasi riwayat transaksi secara berkala

Dengan cara ini, seseorang tetap dapat menikmati promo dan kemudahan belanja online tanpa merasa pengeluaran menjadi tidak terkendali.

Kemudahan Transaksi Perlu Diimbangi Pengelolaan Keuangan

Perkembangan pembayaran digital membuat proses belanja online semakin cepat dan praktis. Karena itu, kemampuan mengelola pengeluaran menjadi semakin penting agar setiap transaksi tetap sesuai dengan rencana keuangan.

Melalui bank dengan layanan digital seperti neobank dari Bank Neo Commerce, pengguna dapat memanfaatkan fitur QRIS neobank untuk melakukan pembayaran digital dengan metode scan QRIS di berbagai merchant yang mendukung layanan QRIS.

Kemudahan bayar pakai QRIS ini dapat membantu pengguna bertransaksi secara cashless sekaligus memantau aktivitas keuangan langsung melalui aplikasi.

***

Fitur, biaya, dan ketentuan layanan dapat berubah sesuai kebijakan yang berlaku.

Jika ingin mempelajari fitur QRIS neobank lebih lanjut, kamu bisa mengeceknya melalui neobank di PlayStore atau App Store. Cek info lebih lanjut dan terbaru di link QRIS atau https://s.id/igneoqris.   

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin & diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).⁣ 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES