Skip to content
Asiadailies
Asiadailies

Daily update from Asia

  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Vietnam
  • Australia
Asiadailies

Daily update from Asia

Bitcoin Melejit di Tengah Gencatan Senjata AS-Iran, Sinyal Awal Reli Baru?

Bitcoin Melejit di Tengah Gencatan Senjata AS-Iran, Sinyal Awal Reli Baru?

Tim Editor, 10/04/2026

Jakarta, 10 April 2026 – Pergerakan harga Bitcoin kembali menarik perhatian pelaku pasar setelah mencatat kenaikan 1,0% dalam 24 jam terakhir pada Jumat (10/4) ke level US$72.258. Kenaikan ini bahkan melampaui pertumbuhan total pasar kripto yang hanya naik 0,79%, menandakan adanya dorongan kuat dari faktor eksternal, khususnya sentimen global.

Lonjakan harga ini terjadi di tengah kabar meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, yang memicu reli luas pada aset berisiko, termasuk saham dan kripto.

Sentimen Global Jadi Pemicu Utama

Kenaikan Bitcoin kali ini tidak terlepas dari pengumuman gencatan senjata sementara antara AS dan Iran yang berlangsung selama dua minggu pada awal April 2026. Kabar ini langsung menurunkan kekhawatiran pasar terhadap risiko geopolitik dan mendorong investor kembali masuk ke aset berisiko.

Efeknya terlihat jelas di berbagai pasar. Indeks S&P 500 naik 1,9%, sementara Bitcoin menunjukkan korelasi tinggi sebesar 0,88 terhadap indeks tersebut, menegaskan bahwa pergerakan kripto saat ini sangat dipengaruhi kondisi makro global.

Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menjelaskan bahwa kondisi ini menunjukkan peran Bitcoin sebagai aset berisiko dalam ekosistem keuangan global.

“Reli Bitcoin saat ini lebih mencerminkan perubahan sentimen makro global, terutama meredanya risiko geopolitik. Dalam situasi seperti ini, Bitcoin bergerak sejalan dengan aset berisiko lainnya, bukan didorong oleh faktor fundamental internal semata,” ujar Fyqieh.

Likuidasi Besar dan Breakout Teknikal Perkuat Kenaikan

Selain sentimen geopolitik, kenaikan harga Bitcoin juga diperkuat oleh faktor teknikal dan aktivitas di pasar derivatif. Dalam 24 jam terakhir, terjadi likuidasi posisi short senilai US$427 juta, yang memicu efek domino berupa aksi beli paksa.

Tekanan beli ini semakin memperkuat momentum setelah Bitcoin berhasil menembus level penting Fibonacci di kisaran US$71.515. Secara teknikal, indikator RSI 7 hari berada di level 67,49, yang menunjukkan tren bullish namun belum memasuki kondisi jenuh beli.

Fyqieh menilai kombinasi ini menjadi faktor penting dalam mempercepat pergerakan harga. “Likuidasi di pasar derivatif menciptakan tekanan beli tambahan yang mempercepat kenaikan. Ditambah dengan breakout di level teknikal kunci, ini memberikan validasi bahwa tren naik masih memiliki kekuatan, setidaknya dalam jangka pendek,” jelasnya.

Peran Data Inflasi dan Kebijakan The Fed

Di sisi lain, data ekonomi Amerika Serikat turut memberikan sentimen positif. Inflasi PCE Februari tercatat sebesar 2,8% secara tahunan, sesuai ekspektasi pasar, sementara inflasi inti berada di level 3%. Stabilnya inflasi ini menjadi sinyal bahwa tekanan harga tidak meningkat signifikan, sehingga memberi ruang bagi kebijakan moneter yang lebih fleksibel.

Namun demikian, perhatian pasar kini tertuju pada rilis data inflasi CPI Maret yang diperkirakan naik menjadi 3,3% secara tahunan. Data ini menjadi penting karena mencerminkan dampak langsung dari konflik geopolitik terhadap inflasi, terutama melalui kenaikan harga energi.

“Pasar saat ini berada dalam fase yang sensitif terhadap data ekonomi. Jika inflasi lebih tinggi dari ekspektasi, maka narasi suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama dan bisa menekan Bitcoin. Sebaliknya, data yang lebih rendah dapat membuka ruang bagi penguatan lanjutan,” kata Fyqieh.

Outlook Jangka Pendek: Peluang Naik Masih Terbuka, Tapi Rapuh

Dalam jangka pendek, Bitcoin masih menunjukkan potensi kenaikan lanjutan selama mampu bertahan di atas level US$71.500. Jika level ini terjaga, harga berpeluang menguji resistance di kisaran US$72.545 hingga US$73.500.

Namun, risiko koreksi tetap terbuka, terutama jika gencatan senjata antara AS dan Iran tidak bertahan atau ketegangan geopolitik kembali meningkat. Dalam skenario analisis Tokocrypto, Bitcoin berpotensi turun ke area support di sekitar US$68.700.

Fyqieh menegaskan bahwa stabilitas makro menjadi kunci utama pergerakan pasar saat ini. “Tren saat ini memang bullish, tetapi sangat bergantung pada faktor eksternal, terutama geopolitik dan kebijakan ekonomi global. Investor perlu tetap waspada terhadap perubahan sentimen yang bisa terjadi dengan cepat,” ujarnya.

Pergerakan Bitcoin saat ini menunjukkan bagaimana aset kripto semakin terintegrasi dengan dinamika global. Reli yang terjadi bukan hanya hasil dari faktor internal, tetapi juga refleksi dari perubahan sentimen investor terhadap risiko global.

Kombinasi sentimen geopolitik, tekanan derivatif, dan dukungan teknikal, Bitcoin memiliki peluang untuk melanjutkan kenaikan. Namun, ketidakpastian yang masih tinggi membuat pasar tetap berada dalam kondisi yang rapuh.

Pelaku pasar diharapkan tidak hanya melihat peluang, tetapi juga mempertimbangkan risiko yang dapat muncul sewaktu-waktu seiring perubahan kondisi global.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Indonesia

Post navigation

Previous post
Next post

Recent Posts

  • IndonesiaSMMPanel Luncurkan Layanan SMM Panel Indonesia dengan 14 Kategori Platform
  • How a USD 10 Entry Gives Traders the Opportunity to Compete for USD 10,000
  • Indian Yoga School PH Expands Senior Yoga Program as More Older Adults Embrace Active Aging
  • MEGA SHOW Hong Kong Kembali Hadir untuk Edisi ke-33, Hadirkan Lebih dari 3.000 Eksibitor Produk Asia pada Oktober 2026
  • Telkom AI Connect Dorong Talenta Tak Sekadar Ikuti Tren, tapi Kuasai Problem Solving dengan AI

Recent Comments

  1. Karma Focken on BRI Branch Office Otista dan BRINS Serahkan Simbolis Klaim Asuransi kepada Nasabah Terdampak Kebakaran
  2. A WordPress Commenter on Hello world!

Archives

  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023

Categories

  • Australia
  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Uncategorized
  • Vietnam
©2026 Asiadailies | WordPress Theme by SuperbThemes