. . .

Gempa Bumi Sempat Terasa, KAI Daop 9 Jember Pastikan Perjalanan KA Tetap Aman

Gempa bumi sempat terasa di wilayah operasional PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember pada Jumat dini hari, 6 Februari 2026, sekitar pukul 01.10 WIB. Menyikapi kondisi tersebut, KAI Daop 9 Jember langsung mengambil langkah cepat dan terukur untuk memastikan keselamatan perjalanan kereta api serta keamanan prasarana perkeretaapian.

Jember, 6 Februari 2026 – Gempa bumi sempat terasa di wilayah operasional PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember pada Jumat dini hari, 6 Februari 2026, sekitar pukul 01.10 WIB. Menyikapi kondisi tersebut, KAI Daop 9 Jember langsung mengambil langkah cepat dan terukur untuk memastikan keselamatan perjalanan kereta api serta keamanan prasarana perkeretaapian.

Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menjelaskan bahwa segera setelah gempa dirasakan, Pusat Pengendali Kereta Api (Pusdal KA) Daop 9 Jember langsung melakukan koordinasi intensif dengan seluruh unit terkait, termasuk petugas di lapangan serta jajaran Kepala Unit Pelaksana Teknis Jalan Rel dan Jembatan (KUPT JJ) wilayah Daop 9 Jember.

“Sebagai langkah preventif, seluruh perjalanan kereta api yang melintas di wilayah Daop 9 Jember sempat diberhentikan luar biasa (BLB) untuk menunggu hasil pemeriksaan kondisi prasarana pascagempa,” ujar Cahyo.

Adapun kereta api yang dilakukan BLB antara lain KA Mutiara Timur relasi Ketapang–Surabaya Pasarturi dan KA Blambangan Ekspres relasi Pasar Senen–Ketapang. Kedua KA tersebut diberhentikan sementara di Stasiun Klakah guna menunggu hasil pengecekan menyeluruh terhadap jalur rel, jembatan, dan prasarana pendukung lainnya.

Cahyo menambahkan, pemeriksaan lapangan selesai dilakukan pada pukul 02.15 WIB. Hasilnya, seluruh lintas di wilayah Daop 9 Jember dinyatakan dalam kondisi aman dan layak operasi.

“Setelah dinyatakan aman, perjalanan kereta api kembali dilanjutkan. KA 210 Mutiara Timur berangkat kembali dari Stasiun Klakah pada pukul 01.33 WIB dengan kelambatan sekitar 10 menit, sementara KA 147 Blambangan Ekspres berangkat pukul 01.31 WIB dengan kelambatan yang sama,” jelasnya.

KAI Daop 9 Jember menegaskan bahwa keselamatan perjalanan kereta api merupakan prioritas utama. Setiap potensi gangguan, termasuk akibat bencana alam, akan selalu direspons dengan prosedur keselamatan yang ketat sesuai standar operasional yang berlaku.

Sebagai penutup, Cahyo Widiantoro mengimbau kepada seluruh pelanggan dan masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta selalu mengikuti informasi resmi yang disampaikan oleh KAI melalui kanal komunikasi resmi.

“Kami mengimbau pelanggan untuk memahami bahwa langkah penghentian sementara perjalanan dilakukan semata-mata demi memastikan keselamatan bersama. KAI Daop 9 Jember berkomitmen untuk terus memberikan layanan yang aman, andal, dan mengutamakan keselamatan,” pungkasnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES