Skip to content
Asiadailies
Asiadailies

Daily update from Asia

  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Vietnam
  • Australia
Asiadailies

Daily update from Asia

Prospek Emas Masih Positif Meski Dihadapkan pada Volatilitas Pasar Global

Prospek Emas Masih Positif Meski Dihadapkan pada Volatilitas Pasar Global

Tim Editor, 05/02/2026

Pergerakan harga emas global kembali menunjukkan dinamika yang cukup signifikan dalam perdagangan terakhir, seiring pengaruh kuat dari faktor teknikal dan sentimen fundamental internasional. Pada sesi perdagangan Amerika Utara hari Rabu, logam mulia ini sempat mengalami tekanan jual yang cukup dalam. Harga emas tercatat melemah lebih dari 1% setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi dalam tiga hari di area USD 5.091. Koreksi tersebut terjadi di tengah penguatan Dolar AS yang moderat serta kondisi pasar global yang masih diliputi ketidakpastian, sehingga mendorong XAU/USD bergerak turun dan bertahan di kisaran USD 4.901.

Meski mengalami penurunan dalam jangka pendek, tekanan tersebut dinilai belum mengubah arah tren utama emas. Berdasarkan kajian teknikal yang dilakukan oleh analis Dupoin Futures, Andy Nugraha, pergerakan harga emas saat ini masih berada dalam jalur bullish. Pola candlestick yang terbentuk, dikombinasikan dengan sinyal dari indikator Moving Average, menunjukkan bahwa kecenderungan tren naik pada XAU/USD tetap terjaga. Koreksi harga yang terjadi lebih dipandang sebagai bagian dari fluktuasi jangka pendek yang wajar di tengah volatilitas pasar, bukan sebagai indikasi perubahan tren secara menyeluruh.

Andy Nugraha menjelaskan bahwa selama harga emas mampu bertahan di atas level support penting, potensi penguatan lanjutan masih cukup terbuka. Untuk perdagangan hari ini, Dupoin Futures memproyeksikan bahwa apabila sentimen bullish kembali menguat dan minat beli meningkat, maka harga emas berpeluang melanjutkan kenaikan menuju area resistance di sekitar USD 5.142. Level tersebut dinilai sebagai titik teknikal krusial yang berpotensi menguji kekuatan pasar. Namun demikian, jika tekanan jual kembali mendominasi dan harga gagal mempertahankan momentum kenaikan, maka koreksi lanjutan dapat membawa emas turun mendekati area support terdekat di kisaran USD 4.899, yang berperan penting dalam menjaga struktur tren naik jangka pendek.

Dari sisi fundamental, pergerakan emas juga masih sangat dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven. Pada sesi perdagangan Asia hari Kamis, harga emas tercatat kembali menguat hingga mendekati USD 5.005. Penguatan ini mencerminkan upaya pemulihan setelah periode volatilitas yang cukup tinggi sebelumnya. Sentimen kehati-hatian investor kembali meningkat seiring berkembangnya isu geopolitik, khususnya setelah laporan mengenai militer Amerika Serikat yang menembak jatuh drone Iran yang mendekati kapal induk USS Abraham Lincoln di kawasan Laut Arab. Peristiwa tersebut memicu kekhawatiran pasar akan potensi eskalasi konflik antara AS dan Iran, meskipun kedua pihak telah mengonfirmasi rencana pertemuan diplomatik di Oman.

Selain faktor geopolitik, perhatian pelaku pasar juga tertuju pada arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Perubahan kepemimpinan di Federal Reserve serta ekspektasi kebijakan yang cenderung lebih hawkish dinilai dapat membatasi ruang kenaikan harga emas ke depan. Berdasarkan data CME FedWatch Tool, pasar memperkirakan peluang penurunan suku bunga Fed pada pertemuan Juni berada di sekitar 46%. Di sisi lain, penguatan Dolar AS turut menjadi faktor penekan bagi emas, tercermin dari kenaikan Indeks Dolar AS (DXY) ke level 97,67.

Sementara itu, rilis data ekonomi Amerika Serikat memberikan gambaran yang beragam. Laporan ADP menunjukkan bahwa pertumbuhan lapangan kerja sektor swasta berada di bawah ekspektasi, mengindikasikan perlambatan tertentu di pasar tenaga kerja. Namun, data PMI Jasa AS justru mencatatkan angka yang lebih kuat, menandakan aktivitas sektor jasa yang masih ekspansif. Kombinasi data tersebut memperkuat pandangan bahwa volatilitas harga emas masih berpotensi berlanjut dalam waktu dekat.

Dengan mempertimbangkan keseluruhan faktor teknikal dan fundamental tersebut, Dupoin Futures menilai bahwa harga emas masih memiliki peluang bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat. Investor dan trader disarankan untuk tetap mencermati perkembangan geopolitik global, rilis data ekonomi AS, serta pergerakan Dolar AS sebagai acuan utama dalam menentukan strategi perdagangan emas ke depan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Indonesia

Post navigation

Previous post
Next post

Recent Posts

  • Telkom AI Connect Dorong Talenta Tak Sekadar Ikuti Tren, tapi Kuasai Problem Solving dengan AI
  • Pekan Halal Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Ekosistem Halal, Pendidikan, dan Gaya Hidup dalam Satu Ruang
  • Usaha Ikutan Bazar, Seberapa Efektif untuk Menambah Penjualan?
  • Bittime Dorong Kebiasaan Investasi di Hari Gajian Lewat PayDay GainDay
  • FLOQ and ASTER Signed MoU at Indonesia Blockchain Week 2026 to Expand Web3 Access in Indonesia

Recent Comments

  1. Karma Focken on BRI Branch Office Otista dan BRINS Serahkan Simbolis Klaim Asuransi kepada Nasabah Terdampak Kebakaran
  2. A WordPress Commenter on Hello world!

Archives

  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023

Categories

  • Australia
  • Indonesia
  • Malaysia
  • Phillipines
  • Singapore
  • Thailand
  • Uncategorized
  • Vietnam
©2026 Asiadailies | WordPress Theme by SuperbThemes