
JAKARTA, 24 Januari 2026 – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengintensifkan upaya perbaikan infrastruktur yang rusak akibat banjir di wilayah Aceh dan Sumatera Utara. Sebagai langkah konkret penguatan tim teknis di lapangan, Kementerian PU menerjunkan 21 mahasiswa magang dari Politeknik PU untuk mendukung percepatan rekonstruksi di wilayah terdampak.
Pelepasan tim mahasiswa ini dilaksanakan di
Balai Pengembangan Kompetensi Wilayah III Jakarta, Kamis (22/1/2026). Langkah
ini merupakan wujud nyata kontribusi Kementerian PU dalam memulihkan layanan
dasar infrastruktur bagi masyarakat dengan melibatkan sumber daya manusia (SDM)
muda yang kompeten.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo,
menegaskan bahwa pelibatan mahasiswa magang ini bukan sekadar pemenuhan
kebutuhan tenaga teknis, melainkan cerminan kesiapsiagaan Kementerian PU dalam
merespons bencana.
“Ini adalah wujud pengabdian Insan PU kepada
ibu pertiwi, tidak hanya membangun, tetapi juga membangun kembali dengan lebih
baik atau build back better pascabencana,” ungkap Menteri
Dody.
Sebanyak 21 mahasiswa yang diterjunkan
berasal dari tiga program studi (prodi) spesialis di Politeknik PU. Mereka
ditempatkan di lokasi-lokasi yang sesuai dengan kompetensi teknis yang
dibutuhkan untuk rehabilitasi infrastruktur. Lima mahasiswa Prodi Teknologi Konstruksi Bangunan Air
ditugaskan di Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II. Sepuluh mahasiswa Prodi Teknologi
Konstruksi Jalan dan Jembatan ditempatkan di Balai Besar Pelaksanaan Jalan
Nasional (BBPJN) Sumatera Utara. Adapun enam mahasiswa Prodi
Teknologi Konstruksi Bangunan Gedung bertugas di Satuan Kerja (Satker)
Prasarana Strategis Sumatera Utara.
Selama masa penugasan enam bulan, para
mahasiswa akan bersinergi dengan balai dan satuan kerja setempat. Lingkup tugas
mereka meliputi inventarisasi dan pendataan kerusakan infrastruktur,
pendampingan teknis lapangan, hingga mendukung proses perencanaan dan desain
cepat (quick design) untuk rekonstruksi bangunan yang terdampak bencana.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
(BPSDM), Apri Artoto, mengungkapkan bahwa program ini dirancang untuk membentuk
karakter SDM yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki
kepekaan sosial tinggi.
“Kehadiran mahasiswa magang diharapkan
memberikan kontribusi positif bagi proses pemulihan di lapangan. Ini bukan
hanya pembelajaran akademik, tetapi juga pembentukan integritas, kepekaan
sosial, dan bakti kepada negara,” ujar Apri.
Senada dengan hal tersebut, Direktur
Politeknik PU, Brawijaya, menekankan pentingnya sikap profesionalisme selama
bertugas. “Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan bekerja dengan penuh
tanggung jawab, disiplin, serta menjaga nama baik institusi dan Kementerian
PU,” pesannya.
Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi
mereka, mahasiswa yang terlibat dalam misi kemanusiaan ini akan mendapatkan
pengakuan pembelajaran berupa 50 poin serta sertifikat kompetensi.
Salah satu peserta magang, Annisa Naila dari
Program Studi Teknologi Konstruksi Jalan dan Jembatan, menyatakan kesiapannya
untuk terjun langsung.
“Kami siap ditugaskan untuk mendukung
pemulihan pascabencana di Aceh dan Sumatera Utara. Semoga kehadiran kami dapat
membantu proses pembangunan kembali dan memberi manfaat bagi masyarakat,” tutur
Annisa.
Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja,
Bergerak – Berdampak” dalam menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo
Subianto.
#SigapMembangunNegeriUntukRakyat
#SetahunBerdampak
Press Release juga sudah tayang di VRITIMES