
PT Kereta Api Indonesia (Persero) bergerak cepat menormalkan operasional perjalanan kereta api pascagenangan air yang terjadi di Stasiun Pekalongan pada periode 16–21 Januari 2026. Per Kamis, 22 Januari 2026, seluruh perjalanan kereta api yang berangkat dari wilayah PT KAI Daerah Operasi 1 Jakarta telah kembali beroperasi normal sesuai Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka).
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan bahwa mulai hari ini seluruh layanan kereta api telah berjalan normal dengan kecepatan operasional sesuai ketentuan.
“Mulai hari ini, operasional perjalanan kereta api dari Daop 1 Jakarta telah kembali normal 100 persen. Sebanyak 72 keberangkatan perjalanan kereta api penumpang dari Daop 1 Jakarta beroperasi sesuai program perjalanan, serta 13 perjalanan kereta api angkutan barang berjalan lancar,” ujar Franoto.
Ia menjelaskan, pada periode gangguan tersebut KAI tidak hanya menghadapi genangan air di wilayah Pekalongan, namun juga di sejumlah titik lain seperti kawasan Kampung Bandan dan Stasiun Jakarta Kota yang mengganggu kelancaran operasional.
Sebagai langkah tindak lanjut untuk menghindari kejadian serupa, KAI Daop 1 Jakarta melakukan normalisasi saluran air di sepanjang jalur kereta api serta menyiagakan pompa air di area Stasiun Jakarta Kota dan Kampung Bandan untuk mempercepat pengaliran air dari emplasemen. Selain itu, petugas prasarana disiagakan penuh untuk melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi jalur rel guna memastikan keselamatan perjalanan kereta api.
“KAI selalu siaga memantau kondisi jalur dan prasarana, serta secara aktif berkoordinasi dengan BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap potensi cuaca ekstrem,” tegasnya.
Franoto menegaskan bahwa keselamatan perjalanan kereta api merupakan prioritas utama KAI dalam setiap kondisi. Masyarakat diminta tidak khawatir, karena seluruh perjalanan kereta api hanya dijalankan setelah dipastikan memenuhi standar keselamatan yang berlaku.
“Kami berkomitmen menjaga keselamatan dan keandalan layanan kereta api. Respons cepat serta kesiapsiagaan seluruh petugas menjadi kunci agar layanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal,” tutup Franoto.
Franoto menambahkan, pada periode 16–21 Januari 2026, KAI Daop 1 Jakarta melakukan pembatalan terhadap 40 perjalanan kereta api keberangkatan dari Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen. KAI telah melakukan pengembalian bea tiket (refund) kepada sekitar 3.500 pelanggan dengan total nilai mencapai Rp1,3 miliar. Pengembalian bea tiket tersebut masih terus berlangsung sebagai bentuk tanggung jawab KAI kepada pelanggan, dengan batas waktu pengajuan refund hingga H+7 dari jadwal keberangkatan.
Bagi masyarakat yang terdampak dan belum melakukan pembatalan tiket, pengajuan refund dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI, loket stasiun, layanan online, maupun Contact Center KAI 121.
Humas KAI Daop 1 Jakarta
Franoto Wibowo
Press Release juga sudah tayang di VRITIMES