
Bali, 19 Januari 2026 — Lebih dari sekadar olahraga populer, tenis ternyata memiliki dampak kesehatan yang signifikan jika dilakukan secara rutin. Mengutip penelitian The Copenhagen City Heart Study – sebuah penelitian skala besar pada 8.000 lebih partisipan yang diikuti selama 25 tahun, ditemukan bahwa orang yang rutin bermain tenis memiliki peningkatan usia harapan hidup rata-rata hingga 9,7 tahun dibandingkan mereka yang menjalani gaya hidup tidak aktif. Hal ini didapatkan dari karakteristik tenis yang menggabungkan high-intensity interval movement, hingga latihan kelincahan dan koordinasi dalam satu aktivitas.
Pola gerakan multidirectional seperti berlari, kemampuan untuk berhenti mendadak, berputar, dan bereaksi secara cepat berkontribusi pada peningkatan kebugaran kardiovaskular dan efisiensi kerja jantung. Manfaat ini menjadi semakin relevan mengingat penyakit jantung masih tercatat sebagai salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia maupun di Indonesia, termasuk pada kelompok usia produktif.
Menanggapi temuan tersebut, Founder Liga.Tennis Dima Shcherbakov (akrab disapa Dimas) menyampaikan, “Bermain tenis lebih dari sekadar berolahraga dan bersenang-senang. Kombinasi aktivitas fisik yang intens, keterlibatan kognitif, dan aspek sosial menjadikan tenis bukan hanya olahraga, tetapi bagian dari gaya hidup sehat yang juga dapat membantu menurunkan risiko penyakit paling mematikan, seperti penyakit jantung.”
Dilihat dari adopsinya, tenis tetap menjadi salah satu olahraga paling populer di dunia, dengan basis pemain yang kuat dan terus berkembang di Asia. Di Indonesia sendiri, tren bermain tenis terus meningkat pesat dalam beberapa waktu terakhir.
Hal ini yang membuat jaringan klub olahraga raket, Liga.Tennis, berkomitmen untuk menghadirkan akses bermain tenis dengan mudah bagi kalangan luas. Berbagai aktivitas di Liga.Tennis dirancang untuk membuat olahraga tenis mudah diakses, terlepas dari batasan umur dan level kemampuan bermain. Salah satunya melalui program Junior Academy, di mana Liga.Tennis mengajarkan tenis untuk anak-anak usia 5-12 tahun dalam empat tingkat kemampuan melalui pendekatan yang inklusif, tidak semata berorientasi pada prestasi, tetapi juga pada pembentukan kebiasaan aktif jangka panjang.
Selain itu, Liga.Tennis secara rutin menyelenggarakan kompetisi berbasis komunitas untuk menjaga motivasi bermain dan membangun rasa kebersamaan, termasuk bagi pemain pemula. Seperti akhir bulan ini, Liga.Tennis akan mengadakan Ubud Double Smash, turnamen ganda level beginner dalam dua kategori, yaitu Men’s Beginner Doubles dan Ladies’ Beginner Doubles. Dimas menegaskan bahwa seluruh inisiatif tersebut dijalankan sejalan dengan visi Liga.Tennis untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui olahraga raket.
“Visi kami di Liga.Tennis adalah meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup orang-orang melalui olahraga raket, khususnya tenis, dengan pendekatan yang menyenangkan, relevan, dan berkelanjutan. Kami ingin tenis menjadi olahraga yang mudah diakses, dinikmati, dan dijalani sepanjang hidup bukan hanya untuk atlet, tetapi untuk semua kalangan,” tutup Dimas.
Press Release juga sudah tayang di VRITIMES